Prinsip dan Teknik Dasar Reportase pada Jurnalisme

3
3422
Definisi Reportase

Jurnalisme merupakan salah satu hal penting yang berkembang pesat dalam dunia modern. Berkembang melalui lembaga-lembaga pers, kini jurnalisme juga berkembang dalam bentuk yang lebih menyentuh masyarakat. Perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat pun turut terlibat dalam aktivitas jurnalistik melalui jurnalisme warga atau pewartaan warga. Jurnalisme warga mengacu pada definisi ensiklo, sebagai aktivitas pengemasan informasi yang dilakukan oleh warga demi kepentingan warga. Definisi tersebut menunjukkan bahwa jurnalisme warga tidak semata merupakan aktivitas pemberitaan, melainkan juga idiologi keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Definisi jurnalisme wargaPada praktek jurnalisme konvensional dan warga, reportase menjadi salah satu tahapan dan proses penting. Reportase adalah fase sebelum pengemasan informasi (menulis, menyusun audio dan video); penyuntingan dan penerbitan informasi melalui media spesifik. Reportase adalah metode atau pendekatan yang digunakan oleh wartawan atau pewarta untuk mengumpulkan sumber acuan informasi secara terperinci, lengkap dan memenuhi aspek kebenaran dalam jurnalisme. Definisi reportase pada kamus bahasa Indonesia berarti: (1) pemberitaan; pelaporan: (2) laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan).

Prinsip kelengkapan informasi dalam jurnalisme berlaku melalui istilah yang umum dikenal, yaitu 5 W dan 1 H.  Prinsip ini menunjukkan kelengkapan informasi yang memudahkan penerima informasi tersebut untuk memhami secara terperinci dan lengkap.

Pengumpulan data untuk naskah berita meliputi 5W+1H:

  1. What : Apa kejadian dan fenomena yang diliput?
  2. Who: Siapa pihak yang terlibat (contoh: pelaku, saksi, penyelenggara, peserta)
  3. When: kapan/waktu kejadian atau fenomena
  4. Where: tempat dan lokasi
  5. Why: alasan, tujuan atau penyebab terjadinya sesuatu, kegiatan atau fenomena
  6. How: Bagaimana proses suatu kejadian atau fenomena

Secara umum, terdapat tiga metode pengumpulan data yang dapat digunakan untuk kepentingan menggali sumber informasi, yaitu observasi (pengamatan); wawancara dan; penggalian (riset) data.

Observasi adalah proses penggalian data melalui mekanisme pengamatan. Pengamatan dilakukan dengan memaksimalkan panca indera. Pelbagai fakta dapat diperoleh dengan memaksimalkan panca indera, seperti situasi lokasi dan bau. Hal tersebut dapat memerkaya fakta yang diperoleh selama proses penggalian informasi ini.

Wawancara adalah proses penggalian fakta melalui narasumber. Terdapat beberapa klasifikasi narasumber, seperti narasumber yang mengalami, dan; narasumber yang tahu (saksi).

Penggalian datau riset data dapat digunakan untuk memerkaya tulisan atau informasi yang dihasilkan melalui proses reportase. Pewarta dapat mengumpulkan data-data relevan yang terkait dari sumber-sumber dokumen yang telah tersedia sebelumnya. Hal ini dapat digunakan untuk memaksimalkan hasil dari dua proses lainnya.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Reportase adalah metode atau pendekatan yang digunakan oleh wartawan atau pewarta untuk mengumpulkan sumber acuan informasi secara terperinci, lengkap dan memenuhi aspek kebenaran dalam jurnalisme. Definisi reportase pada kamus bahasa Indonesia berarti: (1) pemberitaan; pelaporan: (2) laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan).  […]

  2. […] Dengan dua produknya ini, Google memang sama-sama hendak menggarap sektor jurnalisme. Akan tetapi ada hal yang membedakannya, bahwa NewsWire memiliki orientasi dalam hal mendorong pertumbuhan jurnalisme warga, sedangkan News Lab ditujukan untuk mengkolaborasikan¬†peran antara jurnalis dan juga pengusaha dalam hal membangun media di masa depan. [Baca juga: Prinsip dan Teknik Dasar Reportase pada Jurnalisme] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here