Tips Mengasuh Anak untuk Membiasakan Kedisiplinan

3
1377
Mengasah Kedisiplinan Anak, kedisiplinan anak

Pengasuhan anak bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Fase perkembangan anak merupakan sesuatu yang kompleks dan terhubung dengan pelbagai variabel.  Tabiat atau perilaku anak sangat tergantung pada dua hal, yaitu kondisi fisiologis bawaan dan situasi pendidikan atau pembentukan karakter di sekelilingnya. Istilah psikologi yang cukup populer menggambarkan dua elemen tersebut adalah nature dan nurture.  Nature menunjukkan situasi bawaan, sedangkan nurture menunjukkan perkembangan anak mengacu pada pendidikan yang diperoleh. Pada beberapa kasus, anak secara bawaan menghadapi situas  kebutuhan khusus yang perlu ditangani secara berbeda dengan anak tanpa kebutuhan khusus.

Kedisiplinan adalah bagian penting yang memengaruhi keseluruhan perjalanan hidup manusia. Disiplin tidak tumbuh sebagai sesuatu yang alamamiah tetapi menjadi bagian yang perlu ditanamkan sebagai kebiasaan pada diri anak. Meski bukan satu-satunya, peran orangtua menjadi cukup menentukan perkembangan kedisiplinan anak. Orangtua tetap menjadi salah satu figur utama yang ditiru dan dijadikan model oleh anak. Selain itu, anak cenderung akan mencari referensi lain dalam perkembangannya, seperti rekan sejawat, guru atau saudara. Karena itu, penting kiranya peran orangtua untuk mengawasi pergaulan anak selama masa perkembangan.

Penanaman kedisiplinan ternyata membutuhkan pelbagai pendekatan. Satu pendekatan belum tentu mampu menanamkan kedisiplinan pada anak. Pendekatan kekerasan pun bukan solusi untuk penanaman kedisiplinan. Kekerasan yang mengandalkan munculnya rasa takut pada anak justeru terkadang menimbulkan persoalanpsi kologis pada anak. Berikut ini adalah tips penanaman kedisiplinan pada anak yang dapat ditempuh orangtua sebagai metode pendidikan anak.

1. Bangun kelekatan harmonis dengan anak

Kelekatan antara orangtua dan anak memperkuat penerimaan anak atas pelbagai masukan yang diberikan oleh orang tua. Anak cenderung mendengarkan pihak atau orang-orang yang memiliki hubungan emosional lebih. Karena itu, prasyarat pendisiplinan anak adalah kedekatan yang harmonis antara anak dan orangtua.

2. Bangun Hubungan saling menghormati

Prinsip penting dalam pendidikan karakter adalah dengan menumbuhkan rasa tanggungjawab dan pengohrmatan kepada orang lain. Orantua yang baik dalam proses pendidikan karakter mampu menumbuhkan rasa menghormati orang lain sebagai salah stau kebutuhan dan kewajiban anak kepada siapa pun. Rasa hormat yang bserifat dua arah memungkinkan anak untuk dapat lebih mendengarkan pelbagai masukan yang diberikan oleh orangtua.

3. Bangunlah rasa empati pada anak

Salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki oleh anak adalah kemampuan untuk turut merasakan dan menghormati perasan orang lain. Kedisiplinan, salah satunya, terhubung dengan empati kepada orang lain. Emapti memungkinkan anak menghindari pelbagai tindakan yang dapat merugikan orang lain dalam pergaulan sehari-hari.

4. Bangun Komunikasi hati ke hati

Komunikasi yang baik akan memperkuat efek dari komunikasi tersebut. Penyampaian nasihat yang baik perlu turut melibatkan sisi emosional anak. Penanaman nilai tidak semata terkait dengan sisi kognitif anak, melainkan turut dipengaruhi oleh sisi emosional. Komunikasi dari hati ke hati menjelaskan posisi komunikasi yang membuat anak nyaman untuk mengutarakan pelbagai hal yang dirasakan. orangtua tidak dapat memaksakan keinginan atau pendapat dalam proses komunikasi ini.

5. Beri anak kebebasan berkespresi dan beritahu konsekuensi serta batas tindakan

Kebebasan anak selama proses perkembangan menjadi salah stau hal penting yang membentu proses perkembangannya secara positif. Namun, anak juga perlu mengetahui batas dari sebuah tindakan atau perilaku. Orangtua juga perlu memerkenalkan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan oleh anak dalam lingkup sosial dan dirinya sendiri.

6. Sikap konsisten orangtua

Kedisiplinan sangat tergantung oleh seberapa jauh model yang ditiru konsisten terhadap nilai yang ditanamkan. Orangtua perlu bersikap konsisten atas pelbagai hal yang disampaikan kepada anak. Metode pencerapan dari situasi menyebabkan anak akan memberikan penilaian negatif apabila orangtua tidak sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan kepada anak.

7. Jelaskan perbedaan tidak suka terhadap perilaku

Mengawasi dan memberikan penekatan pada aspek tertentu menjadi salah satu peran penting orangtua. Selama proses ini, terkadang orangtua harus berpendapat dan bersikap berbeda dengan anak. Pada situasi ini, orangtua perlu menjelaskan bahwa mereka tidak membenci anak, melainkan tidak menyukai tindakan yang dilakukan. Penjelasan ini harus turut menyertakan alasan-alasan prinsipil yang mendorong orangtua berpendapat dan bertindak.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Menonton televisi sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia modern. Selain mencari informasi, menonton juga bagian dari upaya mencari hiburan. Aktivitas ini mengandung unsur negatif dan positif secara bersamaan. Penyikapan atas tontonan mmerupakan hal penting yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Upaya pengendalian aktivitas menonton adalah bagian dari pembentukan kedisiplinan anak. […]

  2. […] Pengasuhan anak bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Fase perkembangan anak merupakan sesuatu yang kompleks dan terhubung dengan pelbagai variabel. Tabiat atau perilaku anak sangat tergantung pada dua hal, yaitu kondisi fisiologis bawaan dan situasi pendidikan atau pembentukan karakter di sekelilingnya. Istilah psikologi yang cukup populer menggambarkan dua elemen tersebut adalah nature dan nurture. Nature menunjukkan situasi bawaan, sedangkan nurture menunjukkan perkembangan anak mengacu pada pendidikan yang diperoleh. Pada beberapa kasus, anak secara bawaan menghadapi situas kebutuhan khusus yang perlu ditangani secara berbeda dengan anak tanpa kebutuhan khusus. Kedisiplinan adalah bagian penting yang memengaruhi keseluruhan perjalanan hidup manusia. Disiplin tidak tumbuh sebagai sesuatu yang alamamiah tetapi menjadi bagian yang perlu ditanamkan sebagai kebiasaan pada diri anak. Meski bukan satu-satunya, peran orangtua menjadi cukup menentukan perkembangan kedisiplinan anak.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here