Mengenal Gejala dan Penyebab Kanker Serviks

7
2058
Pencegahan kanker serviks [sumber ilustrasi: pixabay]
Pencegahan kanker serviks [sumber ilustrasi: pixabay]

Perempuan masih menjadi salah satu kelompok rentan terjangkit beberapa jenis kangker. Kangker serviks adalah salah satu jenis yang menjadi ancaman spesifik perempuan. Meski menjadi salah satu ancaman, masih sedikit perempuan yang memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri guna pencegahan. Sosialisasi guna memerkenalkan jenis kangker ini masih sangat dibutuhkan guna menurunkan angka kematian akibat kanker. Orangtua, terutama ibu, perlu mengerti secara rinci pelbagai hal seputar kanker ini. Pengetahuan ini perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada sesama perempuan, terutama dalam keluarga. Keberadaan keluarga menjadi penting guna memberikan penguatan bagi perempuan untuk memeriksakan diri untuk pencegahan, maupun dalam proses pengobatan bagi yang telah terpapar.

Kangker yang secara spesifik menyerang perempuan ini merupakan salah satu faktor penyebab kematian perempuan, terutama pada usia subur. Kanker ini juga dikenal dengan istilah kanker mulut rahim. Diperkirakan 20 dari 40 pengidap penyakit ini mengalami kematian akibat serangan penyakit ini. Dengan angka tersebut, penting kiranya mengetahui rincian penyebab, gejala dan pencegahan timbulnya kanker ini.

Tanda dan Gejala Kangker Serviks

Perkembangan sel yang tidak normal pada stadium awal secara umum tidak akan menibulkan gejala apa pun. Hal ini yang menyebabkan banyak orang tidak menyadari ancaman kanker yang mengintai. Perkembangan sel secara tidak normal ini dapat dicegah. Pencegahan ini meminimalisir resiko perkembangan sel menjadi sel kanker. Jika terlambat, maka sel tidak normal berubah menjadi sel kanker. Pada stadium ini, beberapa gejala mulai dapat diamati dan dirasakan, antara lain:

  1. Pendarahan pada vagina. Pendarahan ini dapat dibedakan dengan keluarnya darah akibat menstruasi. Pendarahan dapat terjadi pada masa jeda menstruasi atau paska berhubungan seks.
  2. Timbulnya rasa sakit dan tidak nyaman pada saat berhubungan seksual. Gejala ini dapat dibedakan dengan rasa sakit yang diakibatkan oleh kurangnya pelumas pada saat berhubungan.
  3. Keluarnya bau tidak sedah dari vagina.
  4. Gejala pendarahan dapat terjadi pada orang yang telah mengalami masa menopause.

Perempuan penting untuk berhati-hati apabila menemukan gejala-gejala tersebut. Memeriksakan diri ke dokter menjadi salah satu pilihan tepat untuk mencegah perkembangan sel kangker. Fungsi lainnya adalah untuk mengetahui persoalan yang terdapat pada kemaluan.

Ragam Penyebab Kanker Serviks

Perkembangan kanker serviks dapat dipicu oleh pelbagai hal, seperti halnya kanker payudara yang juga mengancam perempuan. Pada dasarnya, kanker ini sering dikaitkan dengan virus yang menular melalui hubungan seksual, yaitu human papiloma virus (HPV). Virus ini menular melalui hubungan seksual, Karena itu, kecenderungan berganti pasangan memperbesar kemungkinan terjangkiti virus ini.

Pada dasarnya kemampuan pertahanan atau daya tahan tubuh manusia mampu mengatasi keberadaan kanker ini. Sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat menyingkirkan virus ini sehingga pengidap tidak merasakan adanya keanehan akibat matinya virus. Pada perempuan yang memiliki kekebalan tubuh lemah, virus ini dapat menjadi pemicu terjadinya kanker. Meski demikian hanya sedikit sekali perempuan yang terkena HPV kemudian berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan dini tentu berguna untuk mengetahui infeksi virus ini.

Meski demikian, beberapa kelompok mememiliki kerentanan lebih untuk terjangkit penyakit ini. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Perempuan yang berhubungan seks pada usia yang belum matang;
  2. Perempuan yang memiliki kecenderungan untuk berganti pasangan seks;
  3. Perokok
  4. Perempuan yang memiliki imunitas atau daya tahan tubuh lemah.
  5. Penggunaan kontrasepsi berupa pil dalam jangka atau kurun waktu lama.

Mengamati gejala dan kecenderungan perkembangan kanker tersebut, menjadi penting tentunya bagi perempuan untuk memeriksakan kesehatan ke dokter. Hal ini perlu dilakukan tidak saja pada situasi gejala telah benar-benar dirasakan atau ditemukan. Pemeriksaan tertentu turut dibutuhkan guna pencegahan.

Berbagi dan Diskusi

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here