Tata Cara Mandi untuk Menghilangkan Hadast Besar

6
2462
Cara mandir besar, sunnah mandi besar
Tata cara mandi junub

Mandi besar atau yang juga dikenal dengan istilah mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan niat membersihkan dan mengangkat hadats besar. Adapun hukum mandi besar adalah wajib. Cara menghilangkan hadats besar adalah dengan membasuh seluruh tubuh mulai ujung rambut sampai ujung kuku. Dari A’isyah Ra. menuturkan: Rasulullah Saw. pernah mandi jinabat, beliau mulai mencuci kedua tangannya, lalu beliau menyiramkan dengan yang kanan atas yang kiri, lalu beliau mencuci kemaluannya, lalu berwudhu, lalu beliau mengambil air, lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambut, lalu beliau menyiram kepadanya tiga siraman, lalu beliau menyiramkan ke seluruh badannya, kemudian mencuci kedua kakinya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Ada beberapa hal yang mewajibkan mandi besar, yaitu: (1) berhubungan kelamin, baik keluar mani ataupun tidak; (2) Keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar ataupun ketika bermimpi; (3) Mati selain mati syahid, maka kaum muslim yang hidup wajib memandikannya; (4) Haid atau darah yang keluar dari rahim seorang wanita setelah sembilan tahun secara sehat. Biasanya haid minimal sehari semalam dan paling lama limabelas hari. Jika lebih dari itu, maka disebut darah istihadhah. (5) Nifas; darah yang keluar dari rahim seorang wanita setelah melahirkan. Minimal waktunya sekali keluar, lazimnya empatpuluh hari dan paling lama enampuluh hari.  Jika lebih dari itu, maka disebut sebagai darah istihadhah. (6) Melahirkan, seorang ibu sehabis melahirkan bayi, maka wajib baginya untuk mandi.

Ada tiga hal yang menjadi rukun mandi besar. Pertama, niat ketika membasuh anggota tubuh untuk yang pertama kali. Niat adalah rukun qalby, sehingga ada dalam hati, tetapi melafalkan niat untuk menuntun apa yang di dalam hati dianjurkan. Kedua, menghilangkan najis yang ada di badan. Menghilangkan najis dari badan sesunguhnya merupakan syarat sahnya mandi janabah. Dengan demikian, bila seorang akan mandi janabah, disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya. Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Adapun bila najisnya tergolong najis berat, maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Ketiga, meratakan air sampai ke seluruh kulit walaupun ada di bawah rambut. Seluruh badan harus rata mendapatkan air, baik kulit maupun rambut dan bulu. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus, seperti cat, lem, pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air. Sedangkan pacar kuku dan tato, tidak bersifat menghalangi sampainya air ke kulit, sehingga tetap sah mandinya, lepas dari masalah haramnya membuat tato.

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

  1. […] Mandi besar atau yang juga dikenal dengan istilah mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan niat membersihkan dan mengangkat hadats besar. Adapun hukum mandi besar adalah wajib. Cara menghilangkan hadats besar adalah dengan membasuh seluruh tubuh mulai ujung rambut sampai ujung kuku. Dari A’isyah Ra. menuturkan: Rasulullah Saw. pernah mandi jinabat, beliau mulai mencuci kedua tangannya, lalu beliau menyiramkan dengan yang kanan atas yang kiri, lalu beliau mencuci kemaluannya, lalu berwudhu, lalu beliau mengambil air, lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambut, lalu beliau menyiram kepadanya tiga siraman, lalu beliau menyiramkan ke seluruh badannya, kemudian mencuci kedua kakinya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih). Ada beberapa hal yang mewajibkan mandi besar, yaitu: (1) berhubungan kelamin, baik keluar mani ataupun tidak; (2) Keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar ataupun ketika bermimpi; (3) Mati selain mati syahid, maka kaum muslim yang hidup wajib memandikannya; (4)  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here