Rukun dan Sunnah dalam Shalat

1
1673
  • Membaca takbir “Allahu akbar” setuao akan rukuk dengan mengangkat kedua tangan seperti pada waktu Takbiratul Ihram.
  • Meletakkan kedua tangan pada lutut ketika rukuk.
  • Membaca tasbih pada saat rukuk, yaitu: subhana rabbiyal-adhimi wa bihamdih (Maha  suci Tuhanku yang Mahagung dengan memuji-Nya).
  • Mengangkat kedua tangan ketika bangun dari rukuk sambal membaca: sami’allahu liman hamidah (Allah Maha Mendengar pujian orang yang memuji-Nya).
  • Membaca tahmid dan doa setelah berdiri tegak dari rukuk: rabbana wa lakal-hamdu (Wahai Tuhanku, kepunyaan-Mu lah segala puji). Kadang-kadang Rasulullah Saw. membaca: Rabbana wa lakal-hamdu mil’us-samawati wal-ardha wa mil’u ma syi’ta min syai’in ba’du (wahai Tuhanku, kepunyaan-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi serta sepenuh apa yang engkau kehendaki sesudah itu).
  • Membaca takbir sambil turun untuk sujud.
  • Membaca tasbih ketika sujud: Subhana rabbiyal-a’la wa bihamdih (Maha  suci Tuhanku yang Mahaluhur dengan memuji-Nya).
  • Membaca takbir pada saat bangun dari sujud.
  • Duduk iftirasy pada semua duduk yaitu duduk dengan berjinjitnya kaki kanan bertumpu pada tumit, sehingga jemari kaki kiri menghadap kiblat, sedangkan kaki kiri diduduki.
  • Membaca doa ketika duduk antara dua sujud pada semua rekaat. Doa yang dibaca oleh Nabi Saw. adalah: Rabbigh-firli war-hamni waj-burni war-fa;ni war-zuqni wahdini wa ’afini wa’fu ’anni (Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, tutupilah aibku, angkaylah kedudukanku, cukupkanlah rezekiku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku).
  • Meletakkan kedua tangan pada pada paha ketika duduk Iffirasy maupun Tawarru’.
  • Membentangkan dan merentangkan jari-jari tangan kiri dan mengepalkan tangan kanan kecuali jari telunjuk pada saat duduk Iftirasy Tasyahud awal dan duduk Tawarru’.
  • Duduk istirahat sebentar sesudah sujud kedua sebelum berdiri pada rekaat  pertama dan ketiga.
  • Membaca takbir setiap akan rukuk, akan sujud kedua, akan bangun dari sujud pertama, dan kedua setiap rekaat.
  • Duduk tawarruk pada duduk yang terakhir yaitu duduk dengan berjinjitnya kaki kanan bertumpu pada tumit, sehingga jemari kaki kiri menghadap kiblat, sedangkan kaki kiri diletakkan di bawah kaki kanan.
  • Membaca doa setelah membaca Tasyahud dan shalat pada Tasyahud akhir.
  • Mengucapkan salam untuk yang kedua.
  • Shalat akan batal jika melakukan hal-hal sebagai berikut: (1) Hadats besar ataupun kecil; (2) Terkena najis; (3) Tersingkapnya aurat jika ia tidak bisa menutupnya langsung seketika; (4) Berbicara dengan sengaja; (5) Melakukan sesuatu yang dianggap membatalkan puasa; (6) Makan banyak dalam keadaan lupa; (7) Melakukan tiga gerakan  secara berturut-turut walaupun dalam keadaan lupa; (8) Menambahkan syarat ataupun rukun shalat

    Sedangkan hal-hal yang dimakruhkan dalam shalat adalah sebagai berikut: (1) Menoleh tanpa ada kebutuhan; (2) Mengarahkan pandangannya ke atas; (3) Mengangkat salah satu kaki; (4) Batuk-batuk dengan sengaja; (5) Membaca keras ataupun tidak yang tidak pada tempatnya; (6) Shalat di kuburan; (7) Shalat menghadap orang yang sedang buang air kecil ataupun besar; (8) Shalat dengan menghadap pada hidangan.

    Sumber: 

    Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun.

    Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004.

    Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini al-Dimasyqi, Kifayah al-Akhyar, Semarang: Makrabah Keluarga, Tanpa Tahun.

    Berbagi dan Diskusi

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here