Tata Cara Shalat Jama’ dan Qashar 

1
3821
Cara Jamak dan Qashar Shalat
Panduan Shalat Jamak dan Qashar

Seorang yang sedang dalam bepergian jauh (atau sekurang-kurangnya 83 Km) boleh menjama’ shalatnya yaitu shalat Zuhur dengan ‘Asar, dan Maghrib dengan Isya’ baik jama’ taqdim ataupun jama’ ta’khir. Dari Mu’adz Ra. bahwasanya Nabi Saw. dalam peperangan Tabuk apabila beliau berangkat sebelum tergelincirnya matahari, maka beliau mengakhirkan shalat Zhuhur, sehingga menjamaknya dengan shalat Ashar dan mendirikan keduanya bersama-sama, ketika beliau pergi setelah tergelincirnya matahari, maka beliau mendirikan shalat Zhuhur dan Ashar bersama-sama kemudian baru pergi. Ketika beliau pergi sebelum Maghrib, maka akan mengakhirkan shalat maghrib dan mendirikannya bersama-sama dengan shalat isya. Ketika beliau pergi setelah Maghrib, maka menyegerakan shalat isya; dan mendirikannya bersama dengan shalat Maghrib.” (HR. Turmudzi dan Abu Dawud).

Tata cara menjama’ shalat ada dua macam, yaitu jama’ taqdim dan jama’ ta’khir. Jama’ taqdim adalah jama’ antara Zuhur dan Asar dilakukan pada saat Zuhur dan jama’ antara Maghrib dan Isya’ dan dilakukan pada wktu maghrib. Syarat-shyarat jama’ taqdim adalah: (1) Dilakukan secara berurutan, yaitu shalat Zuhur dulu baru Asar dan Maghrib dulu baru Isya’. (2) Niat menjama’ dilakukan pada saat shalat yang pertama (Zuhur atau Maghrib). Seumpama hendak menjama’ Zuhur dengan Asar, maka ketika shalat Zuhur harus niat jama’ taqdim Asar dengan Zuhur. Adapun niatnya adalah: Ushalli fardhaz-zhuhri arba’a raka’atin majmu’an bil-‘ashri jam’a taqdimin lillahi ta’ala (saya berniat shalat fardhu Zuhur empat rekaat dengan dijama’ taqdim dengan Asar  karena Allah). Umpama hendak menjama’ Maghrib dengan Isya’, maka ketika shalat Maghrib harus niat jama’ taqdim Isya’ dengan Maghrib. Adapun niatnya adalah: Ushalli fardhal-maghribi tsalatsa raka’atin majmu’an bil-isya’i jam’a taqdimin lillahi ta’ala (saya berniat shalat fardhu Maghrib tiga rekaat dengan dijama’ taqdim dengan Isya’ karena Allah). (3) Dilakukan tanpa jeda waktu yang lama antara kedua shalat. Jika ada ada jeda maksimal untuk ukuran waktu dua rakaat. (4) Masih dalam perjalanan untuk jangka waktu shalat tersebut. Sehingga ketika jama’ tidak bisa dilakukan ketika sudah tidak dalam perjalanan atau sudah sampai kembali ke rumah.  

Sedangkan jama’ ta’khir adalah jama’ antara Zuhur dan Asar dilakukan pada saat shalat Asar dan antara Maghrib dan Isya’ dilakukan pada saat shalat Isya’. Syarat-syarat jama’ ta’khir adalah: (1) Niat menjama’ ta’khir dilakukan pada waktu shalat yang pertama. Misalnya hendak menjama’ zuhur dan Asar, maka niatnya pada saat shalat Zuhur. Niatnya adalah: Ushalli fardhaz-zhuhri arba’a rakaat majmu’an bil-‘ashri jam’a ta’khirin lillahi ta’ala (aku berniat shalat Zuhur empat rekaat dengan dijama’ ta’khir dengan Asar karena Allah). Jika Maghrib dijama’ ta’khir dengan Isya’, maka niatnya adalah Ushalli fardhal-maghribi tsalatsa rakaat majmu’an bil-‘Isya’I jam’a ta’khirin lillahi ta’ala (aku berniat shalat Maghrib tiga rekaat dengan dijama’ ta’khir dengan Isya’ karena Allah): (2) Jama’ ta’khir dilakukan masih dalam perjalanan. 

Di samping menjama’ shalat, dalam perjalanan seseorang boleh mengqashar shalatnya. Bagi orang yang dalam perjalanan jauh diperbolehkan mengqashar shalat yang jumlah rakaatnya empat yaitu zuhur, Asar, dan Isya’ menjadi dua rakaat dan boleh menjama’nya antara Zuhur dan Asar saerta Maghrtib dan Isya’ baik jama’ taqdim ataupun jama’ ta’khir. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidak mengapa jika kamu mengqashar shalatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir.” (QS. an-Nisa’ [4]: 101). 

Syarat sah mengqashhar shalat adalah (1) Qashar dilakukan pada waktu perjalanan jauh yaitu perjalanan yang rentan waktunya sehari semalam jika dengan megendarai hewan atau kira-kira 80, 640 KM; (2) Perjalanan tersebut mempunyai tujuan yang  jelas; (3) Perjalanan tersebut bukan untuk tujuan maksiat; (4) Niat qashar dilakukan pada tiap shalat, yaitu pada saat Takbiratul Ihram; (5) Perjalanan dilakukan untuk tujuan bermukim; (6) Tidak makmum dengan imam yang tidak shalat qashar.

Di samping itu, juga diperkenankan menjama’ sekaligus mengqashar shalat. Zuhur dan Asar masing-masing menjadi dua rekaat dua rekaat. Sedangkan Maghrib dan Isya’, maka yang bisa diqashar hanya shalat Isya’, sedangkan shalat Maghrib tetap dilakukan tiga rekaat. 

Adapun niat shalat Qashar adalah sebagai berikut: (1) Zuhur: Ushalli fardhazh-zhuhri rak’ataini qashran lillahi ta’ala (saya berniat shalat Zuhur dua rekaat dengan cara diqashar karena Allah); (2) Asar: Ushalli fardhal-‘Ashri rak’ataini qashran lillahi ta’ala (saya berniat shalat Asar dua rekaat dengan cara diqashar karena Allah); (3) Isya’: Ushalli fardhal-‘Isya’i rak’ataini qashran lillahi ta’ala (saya berniat shalat Isya’ dua rekaat dengan cara diqashar karena Allah). 

Sedangkan niat shalat jama’ sekaligus qashar adalah sebagai berikut: (1) Niat shalat Zuhur dan Asar dengan jama’ taqdim sekaligus diqashar: Ushalli fardhazh-zhuhri rak’ataini majmu’an bil-‘ashri jam’a taqdimin qashran lillahi ta’ala (saya berniat shalat fardhu Zuhur dua rekaat dengan dijama’ taqdim dengan Asar sekaligus qashar karena Allah); (2) Ushalli fardhal-Isya’i rak’ataini majmu’an bil-maghribi jam’a ta’khirin qashran lillahi ta’ala (saya berniat shalat fardhu Isya’ dua rekaat dengan dijama’ ta’khir dengan Maghrib sekaligus qashar karena Allah). 

Sumber: 

Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun. 

Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004. 

Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini al-Dimasyqi, Kifayah al-Akhyar, Semarang: Makrabah Keluarga, Tanpa Tahun. 

 

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

  1. […] Tata cara menjama’ shalat ada dua macam, yaitu jama’ taqdim dan jama’ ta’khir. Jama’ taqdim adalah jama’ antara Zuhur dan Asar dilakukan pada saat Zuhur dan jama’ antara Maghrib dan Isya’ dan dilakukan pada wktu maghrib. Syarat-shyarat jama’ taqdim adalah: (1) Dilakukan secara berurutan, yaitu shalat Zuhur dulu baru Asar dan Maghrib dulu baru Isya’.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here