Teknik Memotret Sunset dan Sunrise

2
2806
Teknik memoto sunrise dan sunset
Teknik memoto sunrise dan sunset

Alam tak akan habis diekspplorasi melalui photo. Begitulah banyak fotografer meyakini. Pelbagai elemen alam bisa dieksplorasi keindahannya melalui foto. Alam menyediakan sumber foto yang tak terbatas. Fotografer, selanjutnya hanya butuh untuk merinci sasaran pengambilan gambar yang akan dilakukan. Matahari terbit (Sunrise) dan Matahari tenggelam (sunset) adalah dua fenomena alam yang cukup banyak menarik minat fotografer. Eksplorasi fenomena alam ini bisa menghasilkan gambar yang beragam dan menunjukkan keindahan fenomena alamiah ini.

Sebelum memotret keduanya, beberapa hal mendasar perlu diperhatikan oleh fotografer. Hal ini perlu dilakukan untk memaksimalkan hasi pemandangan yang dihasilkan melalui sesi fotografi ini. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memotret sunrise dan sunset:

1. Kenali Lokasi dan Waktu Pemotretan

Mengenali lokasi pemotretan adalah hal penting sebelum fotografer memastikan untuk mengambil gambar sunrise dan sunset. Mengapa? Mengenali lokasi berarti mempersiapkan diri pada kemungkinan terburuk. Sebagai contoh, beberapa lokasi apik untuk pengambilan foto digemari banyak fotografer. Hal ini mengharuskan fotografer untuk memersiapkan diri di lokasi, menentukan posisi terbaik pengambilan gambar. Momen surise dan sunset terjadi dengan cepat. Fotografer perlu memertimbangkan waktu kedatangan ke lokasi pemotretan agar tidak kehilangan momentum terbaik.

2. Persiapkan Peralatan

Fotografer perlu memersiapkan peralatan dengan cukup. Jenis lensa dan tripod menjadi dua hal pokok dalam pengambilan gambar ini. Penggunaan lensa sangat tergantung dengan kerincian dan jenis foto yang ingin dihasilkan. Tripod akan sangat membantu pengambilan gambar. Dengan situasi yang penuh cahaya langsung dari matahari, penggunaan tripod sangat dianjurkan untuk menghindari kegagalan mengambil gambar akibat fokus yang bergeser apabila kamera hanya dipegang tanpa tripod.

cara memoto sunrise dan sunset
Ilustrasi: Pixabay.com

3. Jangan Semata Fokus pada Wide Angle

Mengambil gambar dengan komposisi wide manjadi salah satu kecenderungan fotografer dalam eksplorasi fenomena sunset dan sunrise. Sebenarnya, eksplorasi tidak perlu hanya terpatok pada upaya menghasilkan gambar-gambar berlatar lebar atau terfokus memotret matahari. Eksplorasi siluet adalah salah satu jenis lainnya. Kompisisi gambar yang dihasilkan adalah perpaduan matahari terbenam atau terbit dengan objek lain yan menolok menjadi salah satu figur dalam gambar.

Cara memotret sunrise dan sunset
Ilustrasi: Pixabay.com

4. Gunakan Fokus Manual

Dengan cahaya yang begitu banyak saat posisi kamera menghadap matahari, ada baiknya fotografer mulai menggunakan fokus manual. Hal ini akan membantu memaksimalkan fokus pada lensa untuk memperoleh gambar yang terbaik. Pada kondisi ini, fokus otomatis terkadang akan mengalami hambatan untuk menemukan titik fokus terbaik. Saat itu, anda dapat beralih pada penggunaan fokus manual: tentukan sendiri bagian yang akan diambil menjadi bagian dalam gambar.

5. Gunakan Setelan Cloudy

Setelan White balance diubah menjadi “cloudy”. Setelan ini akan menghasilkan gambar dengan komposisi warna yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan setelan White Balance Auto.

6. Aturlah komposisi ISO dan Kecepatan

Kecepatan dan ISO memengaruhi banyaknya cahaya yang dimuat dalam sebuah gambar. Sebelum meotret moment penting ini, pastikan anda telah menemukan komposisi terbaik dari kedua elemen tersebut. Ujilah terlebih dahulu menjelang matahari terbit atau tenggelam pada posisi yang akan Anda Ambil. Dengan cara ini, anda dapat menemukan komposisi terbaik.

Selamat Mencoba.

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here