Panduan Tata Cara Shalat Witir

1
1678
Doa Ramadhan
Doa Ramadhan

Shalat Witir adalah shalat sunnat dengan rakaat ganjil yang dilakukan setelah melakukan shalat lainnya di waktu malam (misal: Tarawih dan Tahajud. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Saw.: “Sesungguhnya Allah adalah witr (ganjil) dan mencintai witr.” (HR. Abu Dawud).

Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk “mengganjili” shalat-shalat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam.

[Baca: Tata Cara Shalat Jumat]

Shalat witir paling sedikit satu rekaat, yang sedang tiga rekaat yang dilakukan dengan dua kali salam, dan paling banyak sebelas rekaat. Shalat witir biasanya dijalankan dengan dua rekaat salam, sehingga paling akhir hanya satu rekaat. 

Waktu menjalankan shalat Witir adalah setelah shalat Isya’. Atau jika melakukan shalat tahajjud, bisa dilakukan setelahnya. Shalat sunnah witir tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Oleh sebab itu, sebaiknya menjalankan shalat witir setiap hari, walaupun hanya satu rakaat. 

[Baca: Syarat Sah Shalat]

Jika hendak melakukan shalat Witir, maka harus menata niat dalam hati. Agar terbantu penataan niat dalam hati ini, maka sebaiknya niat tersebut dilafalkan. Adapun niat shalat Witir adalah sebagai berikut: Ushalli sunnatal-witri rak’ataini ma`muman/imaman lillahi ta’ala (Saya berniat mendirikan shalat sunnah witir dua rekaat karena Allah).

Setelah mendirikan shalat Witir, biasanya berdoa sebaga berikut: Subhanal-malikul-quddus, subbuhun quddusun rabbuna wa rabbul-mala’ikati war-ruh (Maha suci Allah yang Maha Merajai dan Mahasuci. Mahasuci Tuhan kami yang juga Tuhan bagi para malaikat dan Tuhan malaikat Jibril). 

Sumber: 

Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun. 

Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004. 

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here