Panduan Tata Cara Shalat Ied

0
1348
Panduan Tata Cara Shalat IEd
Panduan Tata Cara Shalat IEd

Salat Id adalah ibadah shalat sunnat yang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Salat Id termasuk dalam salat sunah muakkad, artinya salat ini walaupun bersifat sunnatnamun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya

Waktu salat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunahnya sama seperti salat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunah sebagai berikut :

  • Berjamaah
  • Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
  • Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
  • Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
  • Membaca surat Qaaf dirakaat pertama dan surat al-Qomar di rakaat kedua. Atau surat al-A’la dirakat pertama dan surat al-Ghasiyah pada rakaat kedua.
  • Imam menyaringkan bacaannya.
  • Khutbah dua kali setelah salat sebagaimana khutbah Jum’at.
  • Sebelum shalat, maka mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
  • Makan terlebih dahulu pada salat Idul Fitri pada Salat Idul Adha sebaliknya.

[Baca Juga: Cara Mandi Junub]

Bertakbir atau mengagungkan Allah pada Idul Fitri merupakan tradisi yang dianjurkan. Takbir pada Idul Fitri dimulai sejak tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawal sampai tiba waktu shalat Id dan saat menjelang khutbah. Takbir ini bisa dilakukan di mana saja, baik di masjid, rumah, ataupun pasar-pasar. Sedangkan pada Idul Adha, memperbanyak Takbir pada semenjak Subuh Hari Arafah sampai dengan Asar terakhir hari Tasriq atau tanggal 13 Zulhijjah. 

[Baca : Syarat dan Rukun Shalat ]

Adapun bunyi takbir adalah sebagai berikut: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil-hamdu. Allahu akbar, wal-hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila. La ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu mukhlishina lahud-din walaw karihal-kafirun. La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ’abdah, wa `a’azza jundahu wa hazamal-ahzaba wahdah. la ilaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil-hamdu (Allah Mahabesar. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah. Allah Mahabesar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Mahasuci Allah pada bagi hari dan senja. Tidak ada tuhan selain Allah yang Mahaesa. Benar janji-Nya, yang menolong hamba-Nya, memuliakan balatentaranya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya dengan sendirinya. Tidak ada tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain-Nya, dengan penuh keikhlasan untuk agama, walaupun orang-orang kafir  membenci). 

Sumber: 

Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun. 

Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004. 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here