Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari [Kusuf dan Khusuf]

3
4609
Panduan Shalat Gerhana
Panduan Shalat Gerhana

Salat Gerhana atau salat kusufain adalah salat yang dilakukan saat terjadi gerhana rembulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf sedangkan saat gerhana Matahari disebut dengan salat kusuf.

Salat gerhana dilakukan dua rakaat dengan 4 kali rukuk, yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan Iktidal membaca al-Fatihah lagi kemudian rukuk dan I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.

[Baca Juga: Tata Cara Shalat Jumat]

Bacaan Al-Fatihah pada salat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan pada gerhana Matahari tidak. Dalam membaca surat yang sunnat pada tiap rakaat, disunnatkan membaca yang panjang. Hukum salat gerhana adalah sunnat muakkad berdasarkan hadis A’isyah Ra.. Nabi Saw. dan para shahabat melakukan di masjid dengan tanpa adzan dan iqamah.

[Baca: Panduan Cara Shalat Istikharah]

Tata cara salat gerhana adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu.
  2. Salat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
  3. Shalat gerhana tanpa azan dan iqamah.
  4. Sebelum salat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan, ”Ash-shalatu jaami’ah.”
  5. Niat melakukan salat gerhana matahari (kusufusy-syams) atau gerhana bulan (khusuful-qamar), menjadi imam atau ma’mum. Niat tersebut adalah: Ushalli sunnatan li kusufil-qamari imaman/ma`muman lillahi ta’ala (Saya berniat shalat sunnat untuk gerhana matahari sebagai imam/ma’mum karena Allah). Jika gerhana rembulan, maka niatnya: Ushalli sunnatan li khusufil-qamari imaman/ma`muman lillahi ta’ala (Saya berniat shalat sunnat untuk gerhana rembulan sebagai imam/ma’mum karena Allah).
  6. Pada raka’at pertama setelah takbiratul ihram kemudian membaca do’a iftitah diteruskan membaca surat al-Fatihah
  7. Setelah membaca surat al-Fatihah diteruskan dengan membaca salah satu surat al-Qur’an yang lebih utama membaca surat al-Baqarah.
  8. Kemudian rukuk lama.
  9. Setelah rukuk diteruskan dengan I’tidal dengan membaca:  sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal-hamdu. 
  10. Setelah membaca do’a I’tidal, maka diteruskan dengan membaca al-Fatihah lagi diteruskan dengan membaca salah satu surat al-Qur’an. Namun yang lebih utama membaca 100 ayat surat al-Baqarah sebagai kelanjutan pada bacaan yang pertama atau dengan membaca surat Ali Imran.
  11. Kemudian rukuk lagi dan bangun dari rukuk untuk I’tidal
  12. Diteruskan untuk sujud dua kali
  13. Kemudian dilanjutkan dengan berdiri untuk masuk raka’at yang kedua. Pada raka’at ini adalah sama dengan raka’at yang pertama. Bedanya kalau berdiri yang ketiga adalah membaca 100 ayat dari surat al-Baqarah sebagai  kelanjutan atas bacaan sebelumnya atau dengan membaca surat an-Nisa’ dan pada berdiri yang keempat adalah dengan membaca membaca 100 ayat dari surat al-Baqarah sebagai kelanjutan atas bacaan sebelumnya atau dengan membaca surat al-Ma’idah.
  14. Setelah selesai shalat disunnahkan dilakukan dua kali khutbah sepertihalnya pada khutbah ‘Id, bedanya tidak ada takbir dalam khutbah ini.
  15. Lebih baik jika shalat kusuf dan khusuf dilakukan di masjid.
  16. Tatacara shalat Kusuf dan Khusuf adalah sama. Bedanya hanyalah shalat shalat khusuf untuk gerhana rembulan disunnahkan membaca bacaan dengan keras (keras) sedangkan untuk kusuf untuk gerhana matahari tidak.
  17. Setelah salat disunahkan untuk berkhutbah.

Sumber: 

Muhammad Asnawi al-Qudsi, Fashalatan, Kudus: Menara Kudus, Tanpa Tahun. 

Chatibul Umam, dkk, Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah, Kudus: Menara Kudus, 2004. 

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here