Menakar Nilai Ekonomi Budidaya Jambu Biji Organik

6
4020

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu, buah manis satu ini banyak tumbuh di negara-negara Asia seperti di Indonesia. Jambu biji sering disebut juga dengan nama jambu klutuk, atau jambu batu. Jambu biji banyak diminati oleh masyarakat karena rasa dan aromanya yang khas. Selain itu, jambu biji juga menjadi salah satu buah yang mengandung vitamin A dan C cukup tinggi.

Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub tropis. Tanaman jambu biji kebanyakan tumbuh di daerah dataran rendah dan sedang. Karena di daerah dataran rendah memiliki kelembaban udara yang rendah atau sedikit uap air, kondisi ini cocok untuk pertumbuhan jambu biji. Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.

Jambu biji dulu menjadi buah yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, namun kini buah itu sudah semakin jarang ditemui. Padahal masyarakat sudah sangat akrab dengan buah yang satu ini. Karena selain buahnya, daun dan akarnya juga sering dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Di daerah pedesaan yang dulu dapat dengan mudah ditemui buah satu ini, sekarang pun sudah semakin jarang. Banyak masyarakat yang sudah tidak menanamnya lagi, atau lahan yang ada sudah dimanfaatkan untuk hal lain, membuat rumah misalnya.

Minat masyarakat untuk mengonsumsi jambu biji yang cukup tinggi, ternyata tidak berbanding lurus dengan banyaknya produksi buah tersebut. Selain itu, minat konsumsi masyarakat terhadap buah-buahan organik sekarang ini juga menjadi hal yang layak untuk diperhitungkan. Konsep Back To Nature yang secara masif dikampanyekan, menjadikan budidaya jambu biji atau khususnya jambu biji organik memiliki peluang yang besar untuk terus dikembangkan.

 

Kenapa memilih budidaya jambu biji organik?

Pembibitan dan Perawatan yang mudah

Pembibitan pohon jambu biji dilakukan dengan cara pencangkokan dan okulasi, walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji secara langsung. Namun jika pembibitan dengan cara menanam biji secara langsung, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk tumbuh hingga panen. Hal ini akan membuat biaya perawatan menjadi semakin mahal. Karena itu banyak petani budidaya jambu biji organik yang memilih cara cangkok dan okulasi dalam proses pembibitan. Jika anda tidak mau repot dengan proses pembibitan, anda bisa membeli bibit tanaman hasil cangkok dan okulasi tersebut di tempat-tempat penjual bibit tanaman.

Karena budidaya dengan sistem organik, maka tidak boleh menggunakan pupuk kimiawi dan pestisida atau obat-obatan kimiawi. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dan POC (pupuk organik cair). Pupuk kandang yang mudah didapatkan adalah kotoran kambing, pemberian pupuk ini dilakukan setiap 6 bulan sekali. Yang tentunya sudah melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Sedangkan untuk POC atau pupuk organik cair, menggunakan urine sapi dan kambing.

Untuk menghemat biaya, sebaiknya pupuk organik cair dibuat sendiri. Karena jika membeli di pasaran, harganya cukup mahal. Sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu per liternya. Sementara jika membuat sendiri biayanya akan lebih lebih murah, sekitar Rp 2.500,- per liternya. Untuk pupuk cair, pemberian pupuk dilakukan setiap dua minggu sekali. Selain untuk disiramkan pada tanaman, pupuk organik cair juga disemprotkan pada tanaman. Untuk menambah pengetahuan tentang detail proses perawatan dan penggunaan pupuk anda bisa mencarinya di buku atau di internet, penulis hanya mengulas dari nilai ekonomi budidayanya.

Cepat panen dan modal cepat kembali

Jika ingin mendapatkan hasil yang bisa dinikmati secara berkelanjutan, maka sebaiknya budidaya jambu biji tidak dilakukan pada lahan yang sempit. Karena semakin banyak jumlah pohon yang ditanam akan berbanding lurus pada hasil panen yang bisa didapatkan. Selain itu jarak tanam antara satu pohon dengan pohon lainnya juga harus diperhatikan agar hasil maksimal. Jarak ideal antara satu pohon dengan pohon lain adalah berjarak 7 – 10 m. Sehingga tempat paling ideal untuk budidaya jambu biji organik adalah di kebun atau lahan lain yang kurang produktif. Dengan begitu justru akan bisa lebih memaksimalkan produktifitas lahan tersebut.

Sebagai contoh, untuk pembelian bibit dan perawatan satu pohon jambu dalam satu tahun membutuhkan modal sekitar Rp 70 ribu. Sementara itu dalam kurun waktu satu tahun, setiap pohon sudah bisa menghasilkan sekitar 18 – 20 kilogram jambu, yang dijual seharga Rp 6 ribu per kilogram (harga di setiap daerah bisa berbeda). Belum lagi hasil panen di bulan-bulan selanjutnya yang jumlahnya semakin bertambah banyak. Jika anda menanaman 400 pohon , setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu.

Jika pembibitan dengan cara menanam biji secara langsung, dibutuhkan waktu sekitar 2 – 3 tahun dari masa tanam hingga panen. Tapi jika menggunakan bibit hasil cangkok, hanya dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan dari masa tanam hingga buah sudah bisa dipanen. Karena itu dengan menggunakan bibit hasil cangkok dan okulasi akan membuat biaya perawatan menjadi lebih efisien.

Harga buah jambu biji yang dibudidayakan dengan cara organik, memiliki keistimewaan harga dibandingkan dengan harga jambu biji biasa di pasaran. Karena selain rasanya yang lebih manis, daging buahnya juga lebih renyah dan sehat untuk dikonsumsi, jambu biji organik juga tidak cepat busuk. Buah yang dibudidayakan dengan cara organik memiliki nilai tawar yang lebih bagi konsumen.

Manfaat lain dari kebun jambu biji

Selain hasil panen dari buah jambu biji yang sudah pasti akan kita dapatkan, ada keuntungan lain dari pemanfaatan kebun budidaya jambu biji organik. Kebun jambu biji bisa dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi dan edukasi. Pemanfaatan untuk rekreasi, dengan cara mendatangkan konsumen untuk menjadi pengunjung di kebun jambu, dengan penawaran bisa memetik buah sendiri. Dan tentunya ada fasilitas pendukung lain yang disediakan untuk membuat pengunjung merasa nyaman.

Selain memetik buah sendiri dan menikmati fasilitas lain yang disediakan, pemilik/petani kebun jambu organik bisa berperan sebagai guide yang menjelaskan keunggulan buah yang ditanam selama pengunjung berada di lokasi kebun. Konsumen akan merasa senang mendapat pengetahuan baru, walaupun harga buah jambu yang diberlakukan berbeda dengan harga jual di pasar. Akan lebih menambah keuntungan lagi, jika di tempat juga disediakan bibit jambu biji yang siap tanam. Hal ini akan menarik minat pengunjung untuk ikut membelinya dan tentu akan menambah keuntungan tersendiri bagi pemilik kebun.

Namun untuk pemanfaatan seperti ini, dibutuhkan lokasi yang strategis untuk kebun jambu organik. Memiliki akses yang mudah bagi pengunjung dan juga memiliki daya tarik lain, selain buah jambu biji yang menjadi nilai tawar utama.

 

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

  1. […] Selain alasan kesehatan, kelestarian hayati dan kepedulian masyarakat terhadap alam sebagai penopang kehidupan manusia. Menjadikan sistem pertanian organik mendapat perhatian yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Produk pertanian organik juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan produk pertanian yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Tidak hanya produk pertanian seperti sayuran yang dikembangkan melalui sistem organik, tapi produk pangan seperti padi dan juga buah-buahan juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan.  Baca juga  [ Menakar Nilai Ekonomi Budidaya Jambu Biji Organik ] […]

  2. […] Dewasa ini telah banyak orang yang mengkampanyekan konsep pertanian ramah lingkungan sebagai bentuk kesadaran masyakat akan bahaya kerusakan lingkungan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimiawi. Pengolahan tanah berkelanjutan; penggunaan pupuk kandang dan pupuk kompos; penggunaan pestisida nabati; adalah faktor penting sebagai daya dukung konsep pertanian ramah lingkungan. [Baca juga: Menakar Nilai Ekonomi Budidaya Jambu Biji Organik] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here