Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Deposito?

1
6617
Mengenal Deposito Perbankan
Mengenal Deposito Perbankan

Perkembangan dunia perbangkan saat ini memungkinkan tersedianya pelbagai produk  yang dapat diakses oleh masyarakat. Tabungan adalah produk perbankan yang masih paling dikenal di Indonesia. Selain tabungan, terdapat pelbagai produk perbankan lain yang dapat diakses dan digunakan oleh masyarakat, salah satunya adalah deposito. Artikel ini mencoba menjelaskan definisi deposito dan pelbagai istilah lain yang terkait dengan produk perbankan ini. Mengetahui istilah secara rinci mutlak diperlukan sebelum calon nasabah memutuskan untuk menggunakan produk perbankan ini. Tanpa mengtahui istilah dan mekanisme secara terperinci, pelbagai hambatan dapat saja timbul dalam pemanfaatan deposito.

Deposito, pada bentuknya, tidak jauh berbeda dengan tabungan umum pada istilah perbankan. Salah satu aspek pembeda antara deposito dan tabungan biasa adalah jangka waktu. Deposito dikenal juga dengan istilah tabungan berjangka. Nasabah pada tabungan umum dapat menarik uang secara bebas, tetapi tidak pada deposito. Deposito memiliki tenggat waktu yang spesifik untuk pengambilan uang. Nasabah yang mengambil uang di luar jadwal atau waktu tersebut akan dibebani dengan biaya tambahan.

Kapankah Bunga Deposito Dibayarkan?

Salah satu keuntungan yang ditawarkan oleh deposito adalah bunga yang lebih besar dibandingkan dengan bunga pada tabungan umumnya. Bunga Deposito lebih kompetitif dan besar. Terkait dengan hal tersebut, setiap deposito memiliki waktu pembayaran bunga yang berbeda. Umumnya bunga deposito dibayarkan pada waktu jatuh tempo atau akhir dari jangka waktu yang disepakati pihak bank dan nasabah. Sistem ini lazimnya berlaku untuk deposito jangka pendek. Pada deposito jangka panjang terdapat beberapa opsi yang ditawarkan. Opsi pembayaran bunga sangat tergantung pada bank tempat nasabah menanamkan uang dalam bentuk tabungan berjangka ini.  Ada baiknya calon nasabah memertimbangkan waktu pembayaran bunga pada waktu memutuskan untuk membuka rekening berjangka ini. Beberapa kelaziman lain dalam pembayaran deposito, antara lain:

  1. Bunga dibayarkan setiap akhir tahun
  2. Pembayaran bunga pada setiap 6 bulan (semester)
  3. Pembayaran setiap 4 bulan (caturwulan)
  4. Bunga dibayarkan setiap bulan;
  5. Pembayaran dilakukan pada waktu jatuh tempo.

Bagaimana perhitungan bunga deposito?

Hal penting yang perlu diperhatikan oleh calon nasabah adalah nilai suku bunga yang ditawarkan. Setiap bank menawarkan besaran suku bunga dalam angka yang berbeda. Bank lazimnya memunculkan angka suku bunga tahunan untuk produk deposito. Akronim P.A (Per annum) sangat lazim digunakan. Sebagai contoh, suku bunga deposito berjangka 4 bulan ditulis dengan 3,5% p.a.

Perlu menjadi catatan pula bahwa pajak akan turut dibebankan kepada nasabah pengguna deposito. Deposito yang bernilai di atas Rp. 7.500.000,- akan dikenai pajak sebesar 20%. Bank umumnya mencantumkan bunga sebelum dipotong pajak. Kesimpulannya, pada suku bunga 3,5% nilai bunga yang diterima setelah dipotong pajak adalah senilai 2,8% jika dana yang ditabungkan senilai atau lebih dari ambang minimal tersebut.

Sebagai ilustrasi, untuk investasi senilai Rp. 10.000.000 yang ditanamkan selama 3 bulan seorang nasabah dapat memperoleh bunga senilai Rp. 70.000. Perhitungannya diperoleh melalui rumus berikut ini:

Rp 10.000.000,- x 2,8% x (3 bulan/12 bulan) = Rp 70.000,-

Apakah yang dimaksud dengan ARO atau perpanjangan otomatis?

Salah satu fitur yang ditawarkan pada deposito adalah perpanjangan masa atau waktu penyimpanan uang di bank. Dengan persetujuan nasabah, sistem automatic roll over (ARO) dapat diberlakukan pada tabungan nasabah. Bank dapat menginvestasikan kembali dana yang disimpan setelah jatuh tempo. Biasanya pihak bank akan membukakan rekening deposito yang baru dengan memasukkan uang investasi dan bunga yang dihasilkan pada rekening deposito sebelumnya.

Waktu yang diberlakukan pada rekening deposito yang baru lazimnya sama dengan jangka waktu pada rekening sebelumnya. Besaran bunga sangat tergantung pada suku bunga yang berlaku pada masing-masing bank pada kurun waktu pembukaan rekening baru. Nasabah dapat menonaktifkan fasilitas ARO dengan meminta kepada bank. Permintaan ini hanya dapat dilakukan sebelum jatuh tempo. Biasanya pihak bank akan menghubungi nasabah untuk mengingatkan waktu jatuh tempo deposito.

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here