Burung Hantu, Predator Alami Pengendali Hama Tikus

6
4807
Burung Hantu, Predator Alami Pengendali Hama Tikus
pixabay.com

Populasi tikus yang terus meningkat menjadi sebuah ancaman yang harus mulai dipertimbangkan oleh petani. Meningkatnya populasi tikus yang semakin tak terkendali, adalah karena semakin berkurangnya jumlah pemangsa tikus di alam. Ular misalnya, populasi ular saat ini sudah sangat berkurang yang diakibatkan oleh ulah manusia sendiri.

Ular diburu untuk diperdagangkan daging dan empedunya. Konsekuensinya, ekosistem dan rantai makanan di alam menjadi terganggu. Perkembangbiakan populasi tikus semakin meningkat tak terkendali, karena jumlah predator alaminya yang semakin berkurang.

Para petani masih memilih cara yang dianggap mereka lebih praktis untuk menekan populasi tikus yang telah merugikan banyak petani. Penggunaan racun tikus dan obat-obatan kimiawi lainnya, masih menjadi pilihan utama bagi para petani. Padahal dengan penggunaan racun tikus dan obat-obatan ini justru akan berdampak pada pencemaran lingkungan sekitarnya.

Selama ini penggunaan racun tikus dan obat-obatan kimiawi masih dianggap belum efektif untuk membasmi hama tikus. Petani beranggapan bahwa tikus adalah hewan yang cerdik, karena itu tikus mampu belajar dari pengalaman atau belajar dari apa yang dialami temannya. Dan jika penggunaan racun tikus dan obat-obatan kimiawi dilakukan dalam jumlah yang besar oleh petani, maka dampak yang ditimbulkan justru akan merugikan petani sendiri. Karena tercemarnya lingkungan di sekitarnya.

Saat ini di beberapa daerah sudah dimulai sebuah inisiasi pengendalian hama tikus menggunakan predator alami burung hantu. Burung hantu menjadi pilihan karena kemampuannya untuk memangsa tikus dalam jumlah yang banyak. Selain itu, penggunaan burung hantu juga dianggap lebih efisien daripada menggunakan racun tikus dan obat-obatan kimiawi yang diproduksi pabrik. Karena burung hantu akan hidup dan berkembangbiak secara alami tanpa harus ada pemeliharaan yang khusus dari petani.

Burung hantu yang paling banyak dimanfaatkan petani sebagai pemangsa tikus alami adalah jenis Tyto Alba. Burung hantu yang memiliki sifat beraktivitas dan mencari makan di malam hari, atau disebut sebagai hewan nocturnal. Memiliki kemampan untuk memangsa tikus hingga lima ekor dalam semalam, bahkan bisa lebih. Ketika populasi tikus di sekitarnya banyak, burung hantu akan banyak membunuh tikus walaupun tidak akan dimakan semuanya, hanya mematikan tikus saja.

Sebagai hewan yang beraktivitas pada malam hari, burung hantu memiliki kemampuan mendengar suara tikus hingga jarak 500 meter lebih. Karena itu burung hantu tetap efisien digunakan sebagai predator alami tikus, walaupun berada pada lahan/sawah yang luas sekali pun. Hanya saja untuk memanfaatkan burung hantu, petani harus menyediakan atau membuatkan sarang buatan untuk burung hantu. Karena burung hantu tidak membuat sarangnya sendiri, burung hantu lebih sering menggunakan sarang-sarang burung lain yang sudah ditinggalkan.

Rumah/sarang burung hantu yang dibuat oleh petani di Kabupaten Banyumas.
Rumah/sarang burung hantu yang dibuat oleh petani di Kabupaten Banyumas.

Untuk membuat sarang burung hantu sebenarnya cukup mudah, petani cukup menyediakan rumah burung hantu buatan berbentuk seperti kandang merpati. Bisa menggunakan papan atau bambu, yang terpenting adalah berbentuk menyerupai sarang/kandang. Rumah burung hantu ini selanjutnya di taruh di tengah, atau di sekitar areal lahan pertanian, bisa ditempatkan di pohon atau menggunakan tiang bambu agar letaknya lebih tinggi. Rumah burung hantu tersebut akan menjadi tempat singgah dan juga bisa menjadi tempat tinggal dari burung tersebut.

Karena populasi burung hantu yang sudah semakin berkurang, sebaiknya petani juga mencari burung hantu untuk ditempatkan pada rumah burung hantu yang telah dibuat. Karena jika mengandalkan burung hantu untuk datang sendiri, mungkin butuh waktu yang lama. Jika burung hantu merasa betah tinggal di sarang tersebut, maka burung hantu akan menetap dan berkembangbiak layaknya unggas pada umumnya jika memiliki pasangan. Dengan mengembalikan keberadaan burung hantu di alam sebagai pemangsa utama tikus, maka populasi tikus akan bisa ditekan. Sehingga petani tidak perlu lagi menanggung kerugian besar yang diakibatkan serangan hama tikus pada tanaman mereka.

Berbagi dan Diskusi

6 COMMENTS

  1. […] Zebra adalah satu jenis binatang yang hidupnya berkelompok. Zebra saling berkomunikasi dengan suara dan ekspresi wajah, dan merupakan keluarga kuda dengan warna tubuh berbelang-belang antara hitam dan putih. Hidup secara berkelompok dan juga warna belang-belang ini bukan tanpa fungsi, karena menurut beberapa ahli keduanya memiliki manfaat guna mempertahankan diri dari predator. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here