Mengenal Implementasi Analisa SWOT

2
4474
Analisa SWOT
Analisa SWOT

Analisa SWOT adalah salah satu metode paling terkenal. Instrumen klasik ini cukup banyak digunakan untuk perencanaan strategis, kebijakan dan juga dapat digunakan sebagai salah satu instrumen evaluasi. Instrumen ini bekerja untuk memetakan kelemahan dan kekuatan internal serta eksternal secara sekaligus. Bagaimana pun, implementasi pelbagai hal perlu membaca dua aspek yaitu potensi dan kelemahan yang bersumber dari dalam organisasi (individu) pelaku, serta faktor-faktor yang bersumber dari luar pelaku.

Analisa SWOT. Sumber Ilustrasi Wikipedia.
Analisa SWOT. Sumber Ilustrasi Wikipedia.

SWOT adalah akronim dari Strengths (kekuatan); Weakness (kelemahan), Opportunity (Peluang), dan;   Threats (Ancaman). Beberapa pegiat sosial menggunakan sebutan lain yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, yaitu kekepan (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman). Analisa ini sangat berguna dalam pengembangan organisasi, gerakan masyarakat sipil dan pengembangan masyarakat. Analisa menyeluruh dapat membantu tersusunnya rencana yang lebih menyeluruh dan memungkinkan berdasarkan fakta di lapangan.

Kerangka Kerja Analisa SWOT

Analisa SWOT berbentuk matriks 2 x 2. Elemen internal terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Elemen eksternal adalah peluang dan ancaman. Melalui pemetaan situasi enskternal dan internal pengelola organisasi dapat melihat secara menyeluruh kekuatan internal dan seberapa besar tantangan yang berkaitan dengan pihak lain (eksternal). Selain memuat sumber (internal eksternal), SWOT juga memasukkan aspek positif dan negatif (Positif: Kekuatan dan kesempatan; Negatif: Ancaman dan Kekurangan). Aspek positif dan negatif dinilai dapat bersumber dari dalam atau luar organisasi.

Penyusunan elemen SWOT dilakukan dalam bentuk penyusunan pernyataan spesifik. Setiap pernyataan berisi 1 ide/persoalan/item. Hal ini akan mempermudah proses pemilahan yang dilakukan oleh pelaku untuk menemukan strategi setelah terkumpulkannya peta persoalan secara utuh.

Kekuatan (strengths) 

Kekuatan mendeskripsikan dan merinci seberapa besar potensi dimiliki oleh sebuah organisasi atau pelaku baik individual maupun organisasi. Penyusunan peta kekuatan idealnya dilakukan secara terperinci. Beberapa contoh perincian kekauatan, antara lain:

  1. Organsiasi memiliki pendanaan yang kuat untuk melakukan kampanye secara lebih luas;
  2. Lembaga memiliki 3 ahli penelitian yang menguasai aspek dan implementasi penelitian sosial

Kelemahan

Aspek kelemahan mendeskripsikan kekurangan dari internal organisasi atau pelaku. Elemen ini mendeskriksikan kekurangan internal yang dapat mengganggu atau mengurangi pencapaian target dan tujuan dari suatu kegiatan. Kelemahan tidak semata pada sumber daya manusia (SDM), tetapi pada keseluruhan aspek yang secara langsung dan tidak langsung terkait dengan pelaksanaan program atau kegiatan organisasi/individu. Contoh berikut ini menggambarkan deskripsi kelemahan:

  1. Organisasi belum memiliki kantor sendiri yang memungkinkan aktivitas di luar jam kantor;
  2. Lembaga belum memiliki SDM yang mencukupi untuk menangani pembuatan sistem informasi;

Ancaman

Ancaman adalah faktor-faktor penghambat yang bersumber dari luar pelaku utama. Ancama bisa bersumber dari individu, kelompok atau negara. Perincian ancaman dapat memudahkan pengelola untuk memunculkan strategi mengurangi resiko kegagalan implementasi program organisasi. Berikut ini adalah beberapa contoh ancaman dalam analisa SWOT:

  1. Belum ada regulasi yang mengatur penggunaan SMS Gateway sehingga bisnis iklan melalui SMS massal dapat sewaktu-waktu ditutup;
  2. Pemerintah daerah tidak mendukung program pengembangan ekonomi daerah;
  3. Ada partai politik yang dapat menunggangi kerja-kerja sosial yang dikelola oleh organisasi;

Kesempatan (Potensi)

Kesempatan  adalah elemen positif yang memungkinkan untuk memperkuat kinerja atau implementasi program yang bersumber dari luar ogranisasi atau pelaku kegiatan. Potensi bisa berupa dukungan langsung, tetapi juga dapat berupa situasi yang menguntungkan.  Kesempatan, sebagaimana halnya 3 elemen lainnya, perlu didaftar serinci mungkin. Hal in i terkait erat dengan penyusunan strategi utama yang akan digunakan. Contoh rincian kesempatan potensial:

  1. Adanya dukungan dari sesepuh adat untuk implementasi program imunisasi massal untuk anak;
  2.  Terdapat karang taruna yang dapat membantu penyelesaian persiapan kegiatan lomba 17 Agustus.

Daftar Pustaka

1. Mengenal Analisa SOWT. Semeru Indonesia ->.

2. Schuler (1986) Empowerment and the Law.

 

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here