Biografi dan Pemikiran Emile Durkheim

0
14164
Pemikiran Sosiologi

Revolusi social dan kekalahan perang dunia I menyebabkan Perancis mengalami kemerosotan moral dan krisis di Negara Perancis. Di tengah situasi tersebut, sosiolog modern, Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Berasal dari keluarga Yahudi Perancis. Setelah merampungkan studi, Durkheim mengajar di beberapa sekolah di Perancis. Ditahun 1885-1886 Durkheim melakukan studi psikologi di Jerman pada Wilhelm Wundt.

Biografi Emile Durkheim
Emile Durkheim. Sumber WIkipedia.

Durkheim seorang intelektual humanis dan bersimpati atas gerakan kiri tapi yang  nasionalis. Karir akademiknya cemerlang. Setelah menjadi dosen dan menerbitkan beberapa karya ilmiahnya. Durkheim menjadi ketua Jurusan Filsafat Universitas Bordeaux tahun 1887. 1895 mendirikan Jurusan Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bourdeaux. Pada 1896 menerbitkan jurnal L’Anne Sociologique untuk mempublikasikan tulisan-tulisan dari kelompoknya. Tahun 1902 Durkheim diangkat menjadi professor di universitas Sorbonne. Durkheim meninggal dunia dalam usia 59 tahun, tepatnya pada tahun 1917.

Selama hidupnya Durkheim telah banyak menghasilkan karya ilmiah, diantaranya sebagai berikut, De la Division du Travail Social: Etude Des Societes Superieurs/ The Division of Labor in Society’1893, Les Regles de la Methode Sociologique/ The Rules of Sociological Method 1895, Le Suicide: Etude de Sociologie/‘Suicide: A Study in Sociology’ 1877, Les Formes Elementaires de la Vie Religieuse: Le Systeme Totemique en Australie/‘The Elementary Forms of the Religious Life: A Study in Religious Sociology’ 1912.

Durkheim memberikan definisi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, dimana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. Ia membagi fakta sosial menjadi dua tipe, yakni fakta sosial material dan non material. Fakta sosial material lebih berhubungan dengan masalah hukum dan birokrasi, sementara fakta sosial non material lebih berhubungan dengan kebudayaan dan pranata sosial.

Emile Durkheim memberikan sumbangan bagi perkembangan sosiologi modern yang lebih akademik, salah satunya dengan mengkategorikan sosiologi menjadi tujuh, yaitu; Sosiologi umum yang mencakup kepribadian individu dan kelompok manusia, Sosiologi agama, Sosiologi hukum dan moral mencakup organisasi politik, organisasi sosial, perkawinan dan keluarga, Sosiologi kejahatan, Sosiologi ekonomi berkaitan dengan kelompok kerja, Demografi yang mencakup masyarakat perkotaan dan pedesaan, Sosiologi estetika.

Dalam bukunya Division of Labor in Society, Durkheim dan memunculkan istilah solidaritas mekanis dan solidaritas organis. Solidaritas mekanis, biasanya ada di masyarakat tradisional, dicirikan dengan bentuk aktifitas kerja dan tanggung jawab yang relatif sama, kemudian hukumnya represif. Pelanggar akan dihukum atas pelanggaranya terhadap sistem moral kolektif. Sementara solidaritas organis pada masyarakat modern, dicirikan dengan bentuk aktifitas kerja dan tanggung jawab yang relatif berbeda, ada pembagian kerja dan spesialisasi, kemudian hukumnya restitutif. pelanggaran hukum dilihat sebagai serangan terhadap individu tertentu atau segmen tertentu dari masyarakat bukannya terhadap sistem moral kolektif itu sendiri. ***

 

Sumber tulisan;

Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, 1992

www.wikipedia.com/emile-durkheim

 

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here