Mengenal Perilaku dan Perkembangan Seksualitas Pada Remaja

8
11899
pixabay.com

Pada masa perkembangan seorang anak sebelum menginjak pada tahap terbentuknya kedewasaan secara matang. Seorang anak akan mengalami satu tahapan yang terpenting dalam kehidupan yang mengarah pada pembentukan kepribadiannya. Masa itu disebut masa remaja atau juga dikenal dengan masa puber. Pada masa ini seorang remaja juga akan mengalami perkembangan seksualitasnya secara alami, ditandai dengan menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki.

Pada masa remaja, seorang anak akan mengalami masa yang rentan terhadap perkembangan kerpibadiannya. Kenapa dikatakan rentan, karena banyak hal yang akan memengaruhi tumbuh kembang seorang anak pada masa ini. Bukan hanya pertumbuhan atau perkembangan secara fisik yang dipengaruhi oleh faktor biologis dalam dirinya, tapi juga perkembangan psikologis yang akan berpengaruh pada kepribadiannya. [ [intlink id=”2692″ type=”post”]Apa Saja Yang Akan Dialami Remaja Pada Masa Perkembangannya [/intlink]]

Satu hal yang paling menonjol pada masa perkembangan seorang remaja adalah pada perkembangan perilaku seksualitasnya. Perilaku seksualitas pada remaja secara alami dipengaruhi oleh perkembangan hormon dalam dirinya. Pada masa ini, jika seorang remaja tidak mendapatkan pendidikan tentang perilaku seksualitas yang baik dari orangtua, guru, atau lingkungannya. Maka bukan tidak mungkin seorang remaja akan melakukan hal-hal yang menyimpang sebagai tujuan pemenuhan hasrat seksualnya yang terus meningkat.

Padahal dalam masyarakat kita, masih banyak orangtua yang menganggap tabu ketika harus membicarakan tentang seks dengan anaknya. Kesadaran akan pentingnya memberikan pendidikan seksual pada anak masih sangat minim. Hal ini semakin diperparah dengan perhatian orangtua yang kurang pada perubahan perilaku anaknya yang telah menginjak usia remaja. Karena itu lah, penting bagi orangtua untuk memahami perilaku seksualitas yang mungkin dilakukan oleh seorang remaja. Sehingga pengawasan dan pendampingan pada perkembangan anaknya, yang ditunjukan dengan perubahan perilaku, bisa dilakukan dengan baik

Apa saja perilaku seksual yang mungkin dialami seorang remaja?

Berdandan untuk menunjukan kelebihan fisiknya

Hal yang paling ringan dilakukan oleh seorang remaja yang menunjukan perilaku seksualitasnya adalah berdandan, dengan tujuan ingin menunjukan segala kelebihan fisik yang dimilikinya. Remaja perempuan ingin terlihat menjadi yang paling cantik dan menarik, begitu juga remaja lelaki yang ingin terlihat menjadi paling tampan dan memiliki daya tarik untuk lawan jenisnya. Berdandan adalah perilaku yang wajar dilakukan oleh seorang remaja, namun akan menjadi tidak wajar jika dilakukan secara berlebihan.

Ketika berdandan sebagian besar remaja memiliki obsesi untuk meniru atau ingin menjadi seperti seorang figur yang dia idolakan. Meniru gaya berdandan artis yang dia idolakan misalnya, seorang remaja akan meniru gaya rambut, pakaian yang digunakan, hingga memakai pernak-pernik yang dianggap sama dengan artis yang dia idolakan. Entah pantas atau tidak, sesuai atau tidak dengan dirinya serta aturan dan norma yang berlaku di lingkungannya. Pemenuhan obsesi yang dilakukan terkadang juga memunculkan sebuah pertentangan yang ditunjukan oleh seorang remaja.

Dandanan seksi dan memamerkan bagian tubuhnya, sekarang ini banyak dilakukan oleh remaja perempuan. Sebuah perilaku yang dilakukan dengan tujuan untuk menunjukan kelebihan yang dia miliki dan menarik perhatian lawan jenisnya. Pada tahapan ini kontrol orangtua sangat berperan dalam mengendalikan obsesi seorang remaja, untuk tetap menjaga anaknya dalam batas kewajaran. Dengan begitu perilaku yang dilakukan seorang remaja tidak bertentangan dengan aturan dan norma yang berlaku di lingkungannya.

Berpacaran dan mulai melakukan sentuhan fisik

Pada masa remaja, baik remaja perempuan maupun remaja laki-laki akan memiliki sebuah rasa ketertarikan dengan lawan jenisnya. Perasaan ini adalah sebuah dorongan yang dirasakan dari dalam dirinya ketika berinteraksi dengan lawan jenisnya. Perilaku ringan yang biasa dilakukan seorang remaja pada tahapan ini adalah memuji kelebihan yang dimiliki lawan jenisnya atau perilaku lain yang menunjukan perasaannya. Hal ini dilakukan dengan cara seperti membuat puisi, kata-kata romantis, menyanyikan lagu, mengajak jalan-jalan dan perilaku-perilaku lainnya.

Pada tahapan selanjutnya, ketika usaha untuk memiliki pasangan dari lawan jenisnya telah berhasil. Seorang remaja yang berpacaran akan mulai melakukan perilaku yang lebih intens. Perilaku yang dilakukan adalah sentuhan fisik dengan lawan jenisnya, hal ini dilakukan untuk memenuhi hasrat seksualnya. Seorang remaja yang berpacaran akan melakukan sentuhan tangan, berpelukan, cium dahi, cium pipi hingga ciuman bibir.

Perilaku seperti ini jika tidak diimbangi dengan perilaku baik seorang remaja dalam kesehariannya, seperti ketaatan pada agama, kepatuhan pada orangtua, serta pemahaman pada norma dan hukum yang berlaku. Maka seorang remaja akan dengan mudah untuk melakuakan penyimpangan pada perilaku seksualnya.

Mempelajari hubungan seksual dengan lawan jenisnya

Rasa keingintahuan yang besar dan dorongan hasrat seksual dalam diri seorang remaja, akan membuat seorang remaja mulai mencari tahu dan mempelajari tentang hubungan seksual dengan lawan jenisnya. Pada remaja laki-laki, dia akan mulai bertanya pada dirinya sendiri tentang ukuran alat kelaminnya, atau membandingkan dengan alat kelamin orang lain yang dia lihat melalui foto atau film porno. Rasa keingintahuan tentang hubungan seksual dengan lawan jenisnya, dipenuhi dengan menonton film porno, membaca cerita-cerita seks, atau bahkan mengintip orang lain yang melakukan hubungan seks.

Rasa keingintahuan ini juga dialami oleh remaja perempuan yang akan mulai bertanya tentang keadaan fisiknya. Tidak sedikit juga remaja perempuan yang menonton film dan melihat gambar-gambar porno untuk memenuhi rasa keingintahuannya. Tapi bagi kebanyakan remaja perempuan, mereka memiliki rasa keingintahuan yang lebih pada alat reproduksi yang dimiliki oleh perempuan. Karena itu obrolan dengan teman sebayanya lebih banyak tentang siklus menstruasi dan perawatan tubuhnya, hingga pengetahuan tentang kehamilan.

Masturbasi dan onani

Masturbasi dan onani adalah suatu kebiasaan buruk yang dilakukan seorang remaja untuk memenuhi hasrat seksualnya, dengan cara menyentuh atau merangsang bagian tubuhnya sendiri pada bagian-bagian yang sensitif dan bisa memberikan kepuasan atau kenikmatan seksual. Perilaku penyimpangan ini dilakukan karena dorongan seksual dari dalam dirinya yang tidak tersalurkan dengan lawan jenisnya.

Banyak remaja yang beranggapan bahwa perilaku seperti ini bukanlah sebuah penyimpangan. Pemahaman yang keliru didapatkan dari lingkungannya, bisa dari obrolan dengan teman sebayanya, atau juga karena pengaruh lain dari film porno dan hal lainnya. Karena itu masturbasi dan onani dianggap sebagai hal yang biasa dan tidak malu untuk diperbincangkan para remaja. Pendidikan seksual yang baik dari orangtua akan sangat berperan pada tahapan ini, dengan begitu remaja akan mendapat pemahaman pada perilaku seksual yang baik dan tidak melakukan penyimpangan seksual dengan melakukan masturbasi dan onani. Jika orangtua masih beranggapan bahwa membicarakan tentang seks dengan anaknya adalah sesuatu yang tabu, maka bukan tidak mungkin seorang anak justru akan mendapat pemahaman yang salah tentang perilaku seksualitasnya dari orang lain atau lingkungannya.

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here