Memahami Gejala dan Penyebab Anoreksia Nervosa

0
1090
Memahami Anoreksia Nervosa
Memahami Anoreksia Nervosa

Pernahkah Anda kehilangan selera makan akibat takut kegemukan? Gejala tersebut menjadi salah satu petunjuk penting guna memahami persoalan Anoreksia Nervosa (AN). AN adalah gangguan makan yang muncul akibat rasa takut yang berlebihan atas berat badan. Ketakutan tersebut muncul akibat pencitraan atas bentuk tubuh dan diri ideal yang salah atau menyimpang. Sebagai sebuah persoalan psikologis, Anoreksia Nervosa merupakan gejala kompleks yang menyangkut aspek psikologis, sosiologis dan fisiologis [1. Mengenal Anoreksia Nervosa. Wikipedia. ->].

Pengidap gangguan Anoreksia Nervosa berusaha menjaga kondisi lapar. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga bentuk dan berat ideal tubuh. Makan dinilai dapat menjadi penyebab berubahnya bentuk dan berat tubuh sehingga tubuh tidak lagi ideal.

Anoreksia tidak semata persoalan makan. AN lebih terkait dengan distorsi kognitif tentang konsep tubuh ideal pada pengidapnya. Pengidap penyakit ini memiliki konsep tubuh ideal yang ketat. Hal ini berimplikasi pada ketakutan apabila terjadi perubahan pada bentuk dan berat badan akibat masuknya asupan makanan ke dalam tubuh [2. Anorexia Nervosa. HelpGuide.org ->].

Anoreksia ditandai oleh beberapa gejala perilaku, antara lain:

  1. Diet Berlebih. Pengidap melakukan diet berlebih dengan mengkonsumsi sedikit kalori, mengkonsumsi beberapa jenis makanan saja, hingga membuat daftar hitam makanan yang dianggap memiliki kalori dan karbohidat tinggi yang dapat mengganggu bentuk dan berat ideal tubuh.
  2. Terobesesi untuk memeriksa rinci kalori, lemak dan nutrisi makanan. Hal ini ditandai dengan upaya membaca satu persatu kandungan produk makanan, seperti lemak, kalori dan kabohidrat.
  3. Berpura-pura makan hingga berbohong soal makan. ¬†Guna menghindari kontrol orang sekitar, pengidap AN terkadang berpura-pura atau berbohong soal makan. Jangan heran kalau pengidap penyakit ini dengan mudah berucap “saya sudah makan banyak tadi” atau “perut saya sakit, jadi saya tidak makan”.
  4. Larut dalam persoalan makanan. Secara tidak disadari pengidap penyakit ini sering larut dengan persoalan makanan, baik untuk menjauhi maupun berkutat seputar makanan. Tak jarang pengidap bahkan mau memasakkan orang lain sementara dirinya akan makan dalam jumlah yang sedikit. Gejala larut dalam makanan tampak pula dalam aktivitas, seperti mengumpulkan resep makanan, membaca majalah seputar masakan.
  5. Pola makan yang aneh. Pengidap AN seringkali memiliki keanehan saat makan. Hal tersebut tampak seperti dengan menghindari makan bersama orang lain, makan hanya dengan mencuil sebagian kecil makanan.

Selain perilaku, Anoreksia Nervosa juga diikuti dengan beberapa gejala lain pada tubuh dan persepsi tentang tubuh ideal, seperti:

  1. Penuruan berat badan secara berlebihan dalam waktu yang singkat;
  2. Munculnya perasaan kegemukan. Meski memiliki berat badan proporsional dengan tinggi badan, pengidap penyakit ini cenderung merasa kegemukan. Akibatnya, pengidap merasa perlu mengurangi sebab kegemukan: masuknya makanan dalam tubuh.
  3. Fiksasi tentang pandangan soal tubuh ideal. Pengidap terobsesi pada berat, bentuk tubuh dan ukuran pakaian yang dinilai ideal.
  4. Mengkritisi penampilan secara membabi-buta. Hal ini tampak dari perilaku terlalu sering melihat ke cermin untuk mematikan bahwa tubuh selalu dalam kondisi dan bentuk yang ideal.

Baca Juga¬†[intlink id=”614″ type=”category”]Ragam Artikel Psikoterapi[/intlink]

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here