Meningkatkan IQ Calon Bayi dalam Kandungan Ibu

4
2682
Meningkatkan Kecerdasan Bayi
Meningkatkan Kecerdasan Bayi

Setiap orangtua mengidamkan memiliki anak yang memiliki IQ (intelligent quotient) yang baik. IQ pada prinsipnya merupakan angka yang diperoleh dari serangkaian tes guna menggambarkan tingkat kecerdasan seseorang [1. Mengenal IQ. Wikipedia ->]. Tingkat kecerdasan manusia memang ditentukan oleh beragam faktor, seperti genetika, asupan gizi dan proses pembelajaran. Artinya, IQ sangat ditentukan oleh aspek bawaan (nature) dan pembiasaan, lingkungan atau pendidikan (nurture).

Upaya meningkatkan kecerdasan anak tidak semata dilakukan pada saat bayi telah lahir. Upaya ini sudah dapat dilakukan pada saat bayi masih berada dalam kandungan ibu. Selain faktor asupan gizi yang memainkan peran sentral, stimulan atau rangsangan dari luar juga turut memengaruhi perkembangan kecerdasan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kecerdasan dengan seberapa besar lingkungan memberikan rangsangan kepada calon bayi selama dalam kandungan. Ibu dan ayah secara sistematis dapat membantu perkembangan kecerdasan bayi dengan melakukan beberapa hal secara berkala. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi IQ bayi selama masih dalam kandungan:

Menjaga Kondisi Ibu agar Terhindar dari Stress

Stress merupakan tantangan tersendiri bagi setiap orang. Ibu hamil dengan perubahan hormon yang drastis dan resiko yang ditanggungnya dalam proses persalinan beresiko tinggi mengalami stress. Stress dalam jangka yang panjang dapat memberikan akibat tersendiri bagi janin. Idealnya, Ibu hamil dapat mengelola stress dengan baik. Peran suami dalam menjaga kesehatan psikologis ibu sangat turut menentukan. Menjauhkan diri dari stress saat kehamilan bukan semata tugas dan peran istri atau calon ibu. Stress yang dialami oleh ibu saat kehamilan membuat kondisi bayi tidak rileks. Bayi yang masih terhubung langsung dengan tubuh ibu turut mendapat efek langsung dari perubahan kesehatan dan mental ibu.

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi Bayi

Nutrisi dan asupan gizi menjadi bagian penting dalam perkembangan kecerdasan bayi. Perkembangan sel dan jaringan tubuh bayi yang berlangsung selama 9 bulan membutuhkan gizi yang mencukupi. Selain itu, ibu juga perlu menghindari beberapa jenis makanan yang dapat menimbulkan efek negatif pada bayi, semisal makanan yang mengandung zat kimiawi berlebih. Penggunaan penyedap dan pengawet makanan sangat dianjurkan untuk ditinggalkan atau dikurangi selama ibu mengandung.

Ibu perlu secara cermat dan teliti memilih makanan yang dikonsumsi selama kehamilan. Perkembangan otak anak akan sangat terbantu dengan mengkonsumsi omega 3 dan DHA. Kedua jenis nutrisi tersebut menjadi salah satu katalisator penting dalam pembentukan sel otak manusia. Sumber gizi tidak selamanya mahal. Ikan air tawar, beberapa jenis ikan laut menjadi sumber utama gizi tersebut. Konsumsi kuning telur secara berkala akan membantu kecukupan DHA yang juga memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi. [ Baca juga: [intlink id=”1970″ type=”post”]Inilah daftar makanan pantangan untuk ibu hamil[/intlink] ]

Memberikan Rangsangan Suara

Suara dapat menembus dingding tubuh manusia. Janin mulai dapat mendengar suara pada minggu ke 23. Meski pendengaran tersebut masih berbatas, namun bayi sudah dapat menangkap masuknya gelombang suara. Kemampuan bayi mendengarkan ditandai dengan kemampuannya pada usia tersebut untuk membedakan suara ayah dan ibu.

Pemberian rangsangan suara sangat dianjurkan. Meski demikian, kecermatan memilih jenis suara yang diperdengarkan secara berkala perlu dilakukan. Pilihan musik yang berirama lembut dan tidak menghentak adalah salah satunya. Musik klasik sering disebut-sebut dapat menstimulasi perkembangan kecerdasan bayi dalam kandungan. Memperdengarkan ayat suci atau mengajak bicara bayi adalah bentuk lain untuk memberikan ransangan suara kepada bayi.

Memberikan Rangsangan Cahaya Pada Bayi

Selain suara, rangsangan  cahaya dapat membantu menjadi salah satu stimulan perkembangan kecerdasan Bayi. Penelitian yang disajikan pada Journal of The American Academy of Child and Adolescent menggambarkan manfaat pemberian cahaya kepada ibu. Pemberian cahaya yang redup dapat diarahkan pada perut ibu. Pencahayaan yang berlebih dianjurkan untuk dihindari agar tidak menjadi faktor pengganggu kenyamanan bayi. Cahaya redup dari senter dapat diarahkan ke perut ibu. Apabila bayi bergerak intens dengan stimulan tersebut, makan itulah respon bayi untuk cahaya yang masuk.

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here