Kenapa Lebih Memilih Pestisida Nabati?

1
3184
pixabay.com

Penggunaan pestisida kimia dalam pertanian telah menjadi salah satu persoalan. Satu sisi, ketersediaan bibit dalam kemasan dan obat organik memberi kemudahan bagi petani. Sementara, penggunaan senyawa kimiawi secara terus-menerus membawa dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Inilah dilema pertanian modern yang serba instan.

Kemudahan memperoleh obat pertanian kimiawi mengarahkan para petani untuk menggunakan pestisida kimia secara terus-menerus.  Kebanyakan petani belum menyadari terhadap dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia. Residu yang dihasilkan sebagai sisa dari penggunaan pestisida kimia telah menimbulkan dampak terjadinya polusi lingkungan. Akibat lainnya adalah kekebalan pada serangga dan hama. Serangga dan hama penyerang tanaman yang telah menjadi kebal mampu bertahan meski diracuni dengan  pestisida.

Sementara, masih banyak petani yang menggunakan pestisida kimia dengan takaran yang kurang tepat atau berlebihan. Petani kurang memerhatikan jenis serangga atau hama penyerang tanaman, luas lahan yang akan diberi pestisida hingga pada pembuangan sampah bungkus kemasan pestisida. Dampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem memberikan ancaman jangka panjang terhadap kelangsungan pertanian itu sendiri.

Penggunaan pestisida kimiawi turut membunuh predator alamiah serangga dan hama. Situasi ini memutus rantai makanan alami. Serangga yang bertelur dalam jumlah banyak dan tersebar lebih memiliki kemungkinan bertahan dibandingkan dengan predatornya yang berkembang biak secara lamban. Putusnya rantai makanan alami ini yang menyebabkan tidak terkendalinya perkembangan serangga dan hama. Akibatnya, serangan hama secara masal dapat kapan saja terjadi.

Alam sebenarnya telah menyediakan berbagai macam tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami atau yang lebih dikenal dengan pestisida nabati. Penggunaan pestisida nabati aman dan tidak memiliki dampak negatif pada lingkungan. Terbuat dari bahan-bahan yang alami, residu dari penggunaan pestisida nabati akan dengan cepat dan mudah terurai di alam. Penggunaan pestisida nabati, secara tidak langsung petani juga telah menjaga keberlanjutan dari sistem pertanian itu sendiri dan mengurangi dampak negatif pada rusaknya ekosistem sekitar.

Apa saja kelebihan dari penggunaan pestisida nabati?

Menghemat biaya produksi

Bahan-bahan pembuatan pestisida nabati tersedia di alam dan dengan mudah bisa didapatkan oleh petani. Pembuatan pestisida nabati juga sangat sederhana, bisa dibuat sendiri oleh petani dengan alat yang sederhana. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati berasal dari bagian tanaman seperti dedaunan, biji, buah dan umbi dari berbagai macam tanaman yang ada di lingkungan.

Bagian tanaman yang digunakan untuk membuat pestisida nabati biasanya memiliki karakteristik yang unik, seperti rasa pahit pada tanaman jarak, daun pepaya dan daun tembakau, rasa pedas pada cabai, atau rasa unik lainnya yang ada pada daun sirih, bawang putih, daun cengkeh, kluwek dan tanaman lainnya. Dengan penggunaan pestisida nabati yang bahan-bahannya dengan mudah bisa didapatkan dari alam dan pembuatannya yang sederhana, petani akan lebih menghemat biaya produksi dalam pengolahan lahan.

Aman terhadap lingkungan

Karena bahan-bahan pestisida nabati yang terbuat dari alam dan diolah untuk kembali digunakan pada alam, maka pestsida nabati sangat aman terhadap lingkungan. Sistem pertanian organik telah lama menggunakan obat-obatan alamiah ini. Residu yang dihasilkan dari penggunaan pestisida nabati akan dengan cepat dan mudah terurai di alam. Karena sifatnya yang menangkal serangan hama dan serangga, serta menghambat perkembangbiakannya, pestisida nabati tidak memiliki dampak yang merusak lingkungan. Petani bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dalam mengendalikan hama dan serangga, tanpa perlu takut akan dampaknya pada lingkungan.

Tidak menyebabkan kekebalan hama

Akibat dari penggunaan pestisida kimia yang terus-menerus dilakukanadalah kekebalan hama terhadap pestisida itu sendiri.  Jika hal ini terus berlanjut, maka hama akan menjadi lebih toleran terhadap pestisida. Kesalahan dari penggunaan pestisida kimia yang selama ini tidak disadari oleh petani.  Jika kondisi ini terus berlanjut,  serangga dan hama yang ada di alam justru telah menjadi ancaman besar yang akan sangat sulit dikendalikan.

Penggunaan pestisida nabati yang sifatnya alami tidak akan membuat hama menjadi resisten terhadap pestisida nabati. Karena sifat dari pestisida nabati yang menangkal serangan hama dan menghambat perkembangbiakannya. Sehingga sifat asli dari hama dan serangga akan tetap bertahan dan bisa dengan mudah dikendalikan.

Selain kelebihan yang dimiliki, penggunaan pestisida nabati juga memiliki kelemahan dalam penggunaannya. Pestisida nabati tidak membunuh serangga dan hama secara langsung, karena sifatnya yang menangkal serangan hama. Pestisida nabati juga tidak bisa disimpan lama, sehingga ketika telah dibuat maka harus langsung digunakan.

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here