Memahami Proses Persalinan atau Melahirkan

0
1971
Proses persalinan dan melahirkan
Proses persalinan dan melahirkan

Kehamilan dan persalinan adalah proses yang normal pada manusia. Keduanya adalah proses yang menentukan keberlanjutan ras manusia. Keduanya, bagi individu juga merupakan proses yang menentukan keberlanjutan keluarga dan keturunan. Pelbagai harapan melekat pada proses reproduksi manusia ini. Pernikahan merupakan wadah yang mempertemukan laki-laki dan perempuan, salah satunya, untuk melanjutkan keturunan.

Persalinan dimulai dari proses kehamilan yang umumnya memakan waktu 40 minggu atau 9 bulan. Proses kehamilan melibatkan proses pembentukan janin yang kompleks. Sejak pembuahan sel telur oleh sperma, manusia berkembang secara gradual dalam rahim perempuan. Proses panjang ini melibatkan fisik dan emosi yang kompleks pada ibu. Perubahan kondisi fisik dan emosional akibat perubahan hormon membutuhkan tenaga fisik dan emosional.

Proses persalinan menutup periode kehamilan dan membuka periode baru kehidupan bayi. Proses persalinan membutuhkan fisik yang kuat dan tenaga yang cukup besar pada ibu. Secara umum, persalinan dibagi menjadi 3 fase. Berikut ini adalah penjelasan tentang proses persalinan alamiah atau normal yang terjadi pada ibu hamil:

Fase Persalinan 1

Fase persalinan pertama ditandai dengan keluarnya darah bercampur lendir dari vagina ibu. Gejala ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kapiler di sekitar serviks. Gejala ini secara umum diakibatkan oleh proses serviks yang perlahan terbuka. Beberapa gejala secara umum menandai proses pada fase ini, seperti kontraksi yang semakin intens, flek dan pecahnya ketuban.  Fase umum persalinan pertama ini dibagi menjadi 2 sub fase, yaitu fase laten dan

Fase laten: fase terbukanya serviks yang berlangsung pelan. Gejala pembukaan sampai ukuran 3 cm akan terjadi secara perlahan.  Proses pertama terjadi selama 12-14 jam pada proses persalinan pertama. Durasi proses ini akan lebih cepat pada persalinan kedua atau selanjutnya yang diperkirakan hanya memakan waktu 6-10 jam. Mulut rahim akan menipis pada fase ini. Penyebabnya adalah kontraksi dan dorongan terus menerus untuk mendorong bayi keluar melalui mulut vagina. Proses persalinan akan siap dilakukan ketika jalan lahir bayi sudah terbuka selebar 10cm.

Fase aktif menunjuk periode ketika proses persalinan sudah dapat dilakukan secara alamiah. Ketika jalan lahir bayi sudah terbuka sebesar 10cm, intensitas kontraksi akan bertambah. Setiap kontraksi akan mendorong bayi ke arah jalan keluar. Pelbagai gejala dirasakan oleh ibu pada fase terberat ini, seperti mulas dan sakit perut yang hebat.

Secara alamiah, rahim akan semakin mengecil dan mendorong bayi untuk keluar. Setiap kontraksi akan mendorong bayi semakin turun ke arah panggul. Secara alamiah pula ibu akan berupaya mendorong dengan cara mengejan untuk mengeluarkan bayi. Proses ini membutuhkan tenaga ekstra ibu. Hal inilah yang menyebabkan pemenuhan gizi dan olahraga ibu hamil dibutuhkan untuk memerkuat otot pada proses persalinan. [ baca juga: [intlink id=”4497″ type=”post”]Jenis Olahraga Ibu Hamil dan Manfaatnya[/intlink] ]

Fase 2 Melahirkan: Pengeluaran Bayi

Proses pengeluaran bayi pada fase kedua ini menimbulkan rasa sakit dan mulas yang semakin intens. Ibu akan merasakan sakit berulang setiap 2 -3 menit. Otot panggul akan bekerja untuk mendorong bayi yang turun dari rahim untuk segera keluar. Proses kerja otot inilah yang menimbulkan refleks mengedan pada ibu. Rasa ingin buang air besar dan tebukanya anus juga terjadi selama proses ini.

Ketika kepala bayi sudah mencapai mulut vagina, bagian luar vagina (vulva) akan membuka. Daerah antara anus dan vagina (perineum) akan merenggang. Meski perineum bersifat elastis, namun doter terkadang memiliki pertimbangan tersendiri untuk mengunting daerah tersebut agar jalan keluar menjadi lebih besar.  Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan akibat perobekan paksa yang terjadi ketika kepala bayi akan keluar.

 

Fase Persalinan 3

Fase ini menunjukkan situasi paska keluarnya bayi. Plasenta akan keluar secara alamiah ketika ibu telah berhasil mengeluarkan bayi. Secara alamiah proses pengeluaran plasenta akan memakan waktu 1 jam. Teknologi dan teknik kedokteran kini memungkinkan pengeluaran plasenta secara lebih cepat. Dokter akan membantu pengeluaran plasenta dengan menekan perut secara perlahan serta dengan menarik tali pusar. Setelah plasenta dipastikan telah keluar seluruhnya, ibu akan dibersihkan. Pada fase ini, sangat dianjurkan agar ibu dapat menyusui bayi secara dini. Hal ini penting dilakukan agar bayi memperoleh kolesterum yang penting untuk daya tahan bayi.

Sumber Rujukan:

1. Baby Center, diakses pada 10 Agutus 2014

2. Webmd, diakses pada 10 Agustus 2014

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here