ASL PLS, Frase Instan Chat yang Tergerus Media Sosial

19
1969
Instant Messanger
Beberapa logo Instant Messanger

Keragaman bahasa yang ada di nusantara ini menjadi kekayaan yang tak ternilai harganya. Dari bahasa persatuan, bahasa Indonesia, hingga bahasa daerah, atau dari bahasa prokem dan walikan hingga bahasa alay. Semua menjadi khasanah pengisi keberagaman yang bermuara pada semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika.’

Bahasa alay menjadi bahasa yang cukup akrab di kalangan remaja ABG (Anak Baru Gede) sebagai bahasa tulis, yaitu bahasa komunikasi yang pada penulisan setiap katanya sedikit berbeda dengan kosakata bahasa Indonesia baku, sebut saja ‘lucu’ berubah menjadi luthu, maaf menjadi muuph, aku ditulis aq, buat dalam kamus alay adalah ‘wat.’ dan seterusnya. Rumus dalam bahasa alay masih susah ditemukan namun ada sebagian yang menuliskannya dengan mengombinasikan antara huruf kecil dan huruf besar (kapital), sebagai contoh tHanKz b’4 memiliki maksud ‘thanks before’ alias ‘terimakasih sebelumnya.’

Fenomena bahasa alay yang marak dituliskan oleh anak-anak remaja masa kini kenyataannya telah dimulai sejak lama, hanya saja waktu itu masih terjadi pada komunitas tertentu saja. Yaitu pada generasi awal pengguna internet yang acap memanfaatkan fasilitas obrolan (chatting), berujud instant messaging (IM).

Dahulu ada beberapa fasilitas ngobrol di internet dengan menggunakan fitur chatting room, sebut saja Yahoo!Chat Room, MiRC, MSN Messenger, ataupun ICQ. Maraknya obrolan di internet dengan menggunakan beberapa fitur IM itu tentu tak secepat ketika kita bertutur secara verbal, lantaran butuh waktu lebih guna menggerakkan tangan dalam menorehkan tulisan. Oleh karenanya demi mempercepat jeda waktu yang ada di instant message, dipakailah beberapa cara, termasuk memunculkan berbagai macam frase kata semacam ASL PLS.

Apa itu ASL PLS?

Dewasa ini banyak orang telah mengalami kemudahan dalam keterhubungannya dengan pihak manapun. Selain menggunakan layanan telepone atau layanan SMS (short message service), khalayak juga memanfaatkan fitur instant message yang kini telah banyak tersedia di gadget -dan mobile phone. Sebut saja BBM (Blackberry Messenger), LINE, Kakao Talk, We Chat, dan juga aplikasi bebas iklan serta bebas games bernama WhatsApp. Keterhubungan yang terjadi bukan saja sebatas teman antar kampung ataupun saudara sekota, melainkan bisa terhubung dengan pihak siapa saja dan di belahan bumi mana saja. Oleh karenanya sebagai pengantar komunikasi lazim digunakan bahasa Inggris sebagai bahasa yang dikenal secara internasional. Dan ASL PLS adalah sebuah istilah singkatan berbahasa Inggris yang terdiri dari Age, Sex, dan Location.

Merujuk pada padanan kata berbahasa Inggris tersebut, ASL dapat diartikan menjadi beberapa poin pertanyaan; Age menanyakan mengenai umur, Sex hendak mengetahui tentang jenis kelamin, dan Location adalah kata tanya untuk lokasi tinggal. Berawal dari ASL, pada perkembangannya tercipta pula beberapa istilah lain; ASLP (Age, Sex, Location, Picture), NASL (Name, Age, Sex, Location), dan ASLR (Age, Sex, Location, Race).

Pada percakapan tak jarang akan mendapatkan jawaban dengan frase U1. Ini mengindikasikan bahwa si penjawab berkeinginan agar pihak yang bertanya memberitahukan terlebih dahulu hal yang dipertanyakan, U1 sama dengan you first, artinya kamu terlebih dahulu. Biasanya pertanyaan yang akan muncul selanjutnya adalah ce/co yang berarti cewek atau cowok. Dan demi meyakinkan, bukan tidak mungkin akan muncul frase CAM, yang berarti hendak meminta agar ngobrolnya juga bisa melalui kamera, C2C – camera to camera.

Ketika sudah akrab, akan banyak muncul istilah yang dipakai. Misalnya sewaktu internet putus akan mengatakan DC alias disconnected, dan lalu ada ajakan GTC yang berarti going to coffee – pergi untu ngopi, IMO (In My Opinion) demi mengungkapkan kalimat “dalam pendapat saya,” LOL untuk istilah Laughing Out Loud yang berarti tertawa terbahak-bahak. Dan dalam berpamitan juga menggunakan frase GTG (going to go – pergi duluan) serta CU yang berdefinisi “see you ” alias sampai jumpa lagi.

Meskipun kini fitur instant message seperti MiRC, MSN Messenger, ataupun ICQ telah jarang digunakan, namun sebagian frase yang muncul darinya masih cukup akrab dan bahkan sempaat booming dipraktekkan oleh banyak orang, bukan saja pada jejaring sosial namun juga pada pengiriman pesan melalui SMS. Sebagai contoh adalah istilah OIC, ASAP, IMHO, AFAIK, BAK, dan THX.

Seiring perkembangan waktu, frase ASL PLS sepertinya telah jarang dijumpai. Ada banyak alasan frase ini dihindari oleh banyak pihak, selain menyangkut hal yang bersifat ‘privasi,’ bisa jadi lantaran sekarang kita telah dimanjakan dengan fitur sosial media yang juga telah menyediakan kolom tersendiri berisi photo profile, daftar alamat, sekolah, dan juga tempat tanggal lahir. Persoalan data-data yang ditampilkan itu benar atau bohong, valid ataupun tidak, toh dengan bertanya langsung menggunakan frase ASL PLS-pun tak menjamin kita bisa memperoleh kevalidannya, bukan? [uth]

Pranala Referensi;

Berbagi dan Diskusi

19 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here