Biografi Sigmund Freud, Jendela Memahami Pemikiran Freud

2
8499
Perkembangan Psikoseksual, pemikiran freud
Perkembangan Psikoseksual

Sigmund Freud menjadi salah satu tokoh sentral dalam psikologi modern. Meski sempat ditolak oleh psikologi akibat konsep ketidaksadaran yang diusungnya, Psikologi “akhirnya” menerima Freud menjadi salah satu tokoh penting yang memengaruhi perkembangan psikologi dewasa ini.  Pengaruh tokoh yang memerkenalkan konsep psikoanalisa ini tidak saja pada ranah psikologi. Pemikiran Freud telah merambah batas keilmuan lainnya, seperti filsafat, sastra, sosiologi dan kajian kebudayaan. Di ranah psikologi, kontroversi Freud turut menghadirkan beberapa pemilkiran yang berbeda dengannya, baik dalam kerangka mengoreksi maupun menunjukkan ketidaksepakatan atas ide dan pemikiran tokoh ini. Jung merupakan salah pemikir yang memilih jalan berbeda dari Freud. Jaques Lacan adalah tokoh lainnya yang mencoba membaca Freud secara kritis.

Pemikiran Freud
Sigmund Freud. Sumber Wikipedia

Freud lahir dari sebuah keluarga Yahudi. Lahir di Freiberg pada 6 Mei 1856, Freud menjadi pelopor aliran psikoanalisa yang merambah dan masuk ke dalam pelbagai ranah pengetahuan lainnya. Freud memperoleh gelar doktor pengobatan di Universitas Viena pada tahun 1881. Ia mengajar neuropatologi pada tahun 1885.

Freud memulai karir sebagai terapis pada tahun 1886, bersamaan dengan tahun ia keluar dari pekerjaan di rumah Sakit Viena. Dia menikah dengan Martha Bernays pada tahun yang sama. Dia memiliki 6 orang anak dari perkawinan tersebut. Anna Freud adalah salah satu tokoh psikoanalisa yang kemudian meneruskan jejak dan pemikiran Freud.

Pemikiran Sigmund Freud

Freud menghasilkan pelbagai pemikiran pokok selama hidupnya. Psikoanalisa adalah bungkus besar dari pelbagai pemikiran yang dihasilkan sepanjang hidupnya. Salah satu teori yang cukup terkenal dari Freud membahas tentang struktur kepribadian manusia. Perkembangan seksualitas adalah sorotan lain yang cukup kontroversial pada zamannya selain konsep ketidaksadaran.

Freud membagi struktur kepribadian manusia menjadi 3 bagian besar, yaitu Id, ego dan superego. Melalui analogi gunung es, Freud menggambarkan bahwa pada bentuk yang asali ketidaksadaran merupakan aspek yang dominan pada manusia. Id adalah enersi psikis yang bersifat natural dan tidak sadar. Id merupakan enesi psikis yang berupa libido murni. Id menguasai sebagian besar struktur kepribadian manusia. Kinerja id terfokus pada upaya memenuhi kebutuhan akan kenikmatan. Ego merupakan mekanisme kontrol pada manusia. Ego berfungsi mengatur dan mengendalikan id. Superego adalah aspek moral pada kepribadian. Ego beroperasi dengan mendorong agar id tidak melanggar batas-batas superego pada lingkup sosialnya.  Pada titik berkuasanya ego atas id inilah Jaques Lacan mencoba menggugat Freud yang dinilai tidak loyal dan konsisten terhadap pemikiran lamanya yang mengungkap adanya ketidaksadaran.

Teori Freud menempatkan hubungan anak dan ibu sebagai salah satu pusat dari perkembangan manusia. Insting seksual menjadi salah satu inti teori lainnya. Persentuhan ibu dan anak pada periode perkembangan melahirkan dinamika perkembangan kepribadian pada anak. Periode perkembangan ini juga dikenal sebagai periode perkembangan psikoseksual. Freud membagi periode perkembangan kepribadian menjadi beberapa fase, yaitu:

Fase oral (0 -1 Tahun)menunjukkan situasi saat bayi berinteraksi semata dengan mulur. Refleks menghisap adalah mekanisme bayi untuk bertahan hidup sekaligus untuk berkomunikasi. Kesenangan, pada fase ini tertumpu pada mulut. Perkembangan kepercayaan dan kenyamanan juga dipengaruhi oleh stimulasi oral. Anak sangat bergantung pada ibu yang menyusui dan memberikan kenyamanan pada anak. Proses penyapihan pada anak menyebabkan anak mengalami konflik.

Fase anal (1 – 3 tahun). Berbeda dengan fase sebelumnya yang bertumpu pada mulut, fase ini bertumpu pada pengedalian kandung kemih dan buang air besar. Anak pada fase ini harus belajar mengendalikan proses alamiah terbesar dalam dirinya, yaitu buang air. Kemampuan mengendalikan dua dorongan biologis tersebut dilalui melalui “toilet training”. Orangtua akan mengajarkan anak untuk secara bertahap mampu mengendalikan dan mengambil tindakan tepat untuk mengelola dorongan buang air. Keberhasilan melalui fase ini memerkuat aspek kemandirian dan kepercayaan diri pada anak.

Fase Phalik atau phalus (3 – 6 tahun)menujukkan mulai beroperasinya alat kelamin sebagai salah satu bagian dari sistem libido. Anak-anak mulai mengenali dan membedakan pria dan wanita berdasarkan perbedaan bentuk tubuh dan alat kelamin. Istilah Oedipus complex digunakan oleh Freud untuk menunjukkan kecenderungan anak berkompetisi dengan sosok “bapak” guna memperebutkan ibu. Proses ini akan menimbulkan kecemasan akibat kompetisi dengan sosok ayah.

Fase laten (6 – 12 Tahun) menunjukkan perubahan besar pada perkembangan psikoseksual anak. Dorongan seksual pada fase ini diarahkan pada hal lain, seperti aktualisasi diri dan interaksi sosial. Fase ini sangat menentukan kualitas kemampuan anak untuk berinteraksi dan berada dalam lingkungan sosialnya. Kepercayaan diri dan komunikasi adalah bentuk yang dihasilkan oleh fase ini.

Tahap Genital (12 – 18 tahun) menjelaskan tentang kematangan dorongan seksual. Anak mulai akan mengarahkan hasrat seksual pada lawan jenis. Sikap realistis guna menyesuaikan diri terhadap lawan jenis memberikan implikais pada kemampuan untuk menyesuaikan diri pada lingkungan yang lain. Hasrat untuk mengutamakan dan memikirkan kepentingan orang lain berkembang pada fase ini. Keseimbangan menjadi salah satu keluaran atau hasil terbesar dalam proses pada periode ini.

Karya-karya Freud

Sigmund Freud sepanjang hidupnya turut mendedikasikan diri untuk melahirkan beberapa karya besar. Karya-karya tersebut juga menggambarkan pembabakan perkembangan pemikiran Freud sebagai sebuah dinamika. Beberapa karya Freud, yaitu:

  1. The Interpretation of dreams (1900),
  2. The Psichopathology of Everiday Life (1901),
  3. General Introductory Lectures on Psichoanalysis (1917),
  4. New Introductory Lectures on Psichoanalysis (1933) dan
  5.  An Outline of Psichoanalysis (1940).
Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

  1. […] Freud menghasilkan pelbagai pemikiran pokok selama hidupnya. Psikoanalisa adalah bungkus besar dari pelbagai pemikiran yang dihasilkan sepanjang hidupnya. Salah satu teori yang cukup terkenal dari Freud membahas tentang struktur kepribadian manusia. Perkembangan seksualitas adalah sorotan lain yang cukup kontroversial pada zamannya selain konsep ketidaksadaran.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here