Mengenal Ilmu Astrologi Jawa

1
1630

Astrologi adalah ilmu perbintangan yang dapat dibedakan dengan astronomi. Astrologi mengakar pada kebudayaan yang beragam dengan penamaan yang beragam. Astrologi menggunakan isyarat pergerakan benda langit sebagai penanda situasi alam atau manusia di bumi. Astrolog percaya bahwa pergerakan bintang dan benda langit lainnya memiliki hubungan dengan situasi manusia dan alam di bumi. Hal ini menggambarkan keterhubungan antar anasir yang terdapat di alam semesta. Masyarakat Yunani Kuno dan China (kini Tiongkok) memiliki pemahaman dan sistem penandaan tersendiri tentang astrologi.

Pelbagai budaya memiliki corak astrologi yang berbeda. Yunani mungkin adalah salah satu model astrologi yang cukup dikenal. Nama-nama, seperti Sagitarius, Cancer, Libra dan Aquarius adalah nama-nama yang cukup populer. Shio adalah astrologi China yang juga cukup populer di Indonesia. Seperti Astrologi Yunani, Shio adalah penanda berupa hewan-hewan yang melambangkan waktu, tahun dan bulan dengan karakteristik masing-masing. Hewan melambangkan keterhubungan antara 12 cabang bumi, waktu dan lima unsur utama kehidupan. Periode shio berputar selama 60 tahun.

Masyarakat Jawa juga memiliki sistem astrologi yang unik. Astrologi Jawa berkembang dari kearifan budaya Jawa Kuno. Pranata mangsa adalah istilah penting yang digunakan. Pranata mangsa berarti sifat umum yang melekat pada suatu zaman atau masa. Pranata tersebut juga memiliki sistem perputaran atau rotasi seperti horoskop Yunani (zodiak) dan Shio pada kebudayaan China. Pranata mangsa pada kebudayaan Jawa mencakup: (1).Kaso; (2) Karo; (3) Katelu; (4) Kapat; (5) Kalima; (6) Kanem; (7) Kapitu; (8) Kawolu; (9) Kasangka; (10) Kasadasa; (11) Desta,  dan; (12) Saddha.

Selain perhitungan masa dengan mengacu pada perputaran matahari dengan ciri khas 12 bulan, astrologi Jawa juga mengenal istilah weton. Weton memperkirakan kepribadian, sifat dan nasib seseorang.  Meski tidak bersifat mutlak, weton digunakan sebagai pengingat bagi orang Jawa untuk berhati-hati dalam menjalani hidup. Filosofi hidup eling lan waspada (ingat dan selalu waspada) menjadi unsur penting dalam pemahaman tentang weton dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa.

Astrologi Jawa melalui penanda weton juga menggambarkan ciri-ciri umum kepribadian, bahkan ciri fisik pada waktu anak-anak, remaja dan dewasa. Astrologi Jawa beroperasi dengan menggunakan filosofi titen (teliti, cermat, rinci) terhadap fenomena alam dan keterkaitannya dengan manusia dan peristiwa lingkungan.

Ilmu titen sangat operasional pada konteks pranata mangsa. Melalui ketelitian untuk mengamati dan menghubungkan gejala alam, pranata mangsa memungkinkan orang Jawa memerkirakan waktu tanam, jenis tanaman yang cocok dan kemungkinan penyakit tanaman pada periode (mangsa) tertentu. Pranata mangsa bahkan menggambarkan musim dan iklim pada periode waktu tertentu. Perubahan ekosistem global kini banyak dipercaya membuat sistem penandaan pranata mangsa tidak sesuai lagi dengan kondisi alam. Hal ini membutuhkan kekuatan filosofi titen untuk kembali menghidupkan sistem penandaan alam yang dapat menginspirasi manusia secara luas.

Terdapat beberapa kata kunci penting yang menjadi intisari astrologi Jawa, yaitu filosofi Eling lan Waspada dan Ilmu Titen. Eling lan waspada merupakan instrumen yang mengingatkan orang Jawa untuk selalu ingat (pada Tuhan dan kebaikan), serta waspada agar tidak terjerumus pada kejahatan. Ilmu atau filosofi titen mengajarkan manusia Jawa untuk selalu berusaha rinci dan cermat memahami gejala alam dan manusia. Weton dan pranata mangsa adalah sistem penandaan yang bersumber dari kearifan eling lan waspada serta ilmu titen.

Sumber Kajian:

1. Shio. Wikipedia.

2. Doyodipuro, Ki Hudoyo. Horoskop Jawa, Misteri Pranata Mangsa (buku). Dahaya Prize. Semarang: 1996.

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

  1. […] Masyarakat Jawa juga memiliki sistem astrologi yang unik. Astrologi Jawa berkembang dari kearifan budaya Jawa Kuno. Pranata mangsa adalah istilah penting yang digunakan. Pranata mangsa berarti sifat umum yang melekat pada suatu zaman atau masa. Pranata tersebut juga memiliki sistem perputaran atau rotasi seperti horoskop Yunani (zodiak) dan Shio pada kebudayaan China.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here