Inilah Cara Membantu Anak Mengatasi Kesulitan Belajar

1
6551
Mengatasi Anak Sulit Belajar
Mengatasi Anak Sulit Belajar

Anak berkembang dengan kekhasan masing-masing. Secara kualitatif, anak tidak dapat diperbandingkan dengan anak lainnya selama masa perkembangan. Seorang anak mungkin dapat belajar dengan cepat satu hal, sementara lainnya tidak. Seperti halnya anak memiliki kelebihan yang unik, anak juga memiliki kekurangan tertentu. Dalam proses belajar, orangtua perlu dengan cermat memahami kondisi anak agar tidak memaksakan kehendak dan dapat membantu kesulitan belajar pada anak.

Kesulitan belajar dapat terjadi pada siapa pun, termasuk anak. Perkembangan kognitif anak berbeda perlu dipahami oleh pengasuh, guru dan orangtua. Semua aktor sekitar anak tersebut perlu memahami proses perkembangan berpikir pada anak. Pemahaman yang baik dapat menciptakan solusi bagi anak pada ruang belajar. Sebaliknya, pemahaman yang kurang terkadang menimbulkan ekspektasi berlebihan kepada anak yang akhirnya tidak membantu dan justeru menimbulkan kecemasan. Kecemasan pada anak dapat berimplikasi pada perkembangan dan proses belajar anak yang tengah berkembang. [Baca juga: [intlink id=”2220″ type=”post”]Stadium Perkembangan Kognitif Anak[/intlink]]

Kesulitan belajar pada anak dapat terjadi pada beberapa aspek, seperti:

  • Bahasa baik penulisan maupun pengucapan
  • Matematika atau penalaran angka
  • Penalaran logis
  • Mengingat sesuatu

Pahami Cara Belajar Anak 

Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Orangtua perlu secara rinci memahami kondisi terbaik anak untu memahami sesuatu. Hal ini perlu dilakukan guna memastikan bahwa anak sebenarnya mampu dengan adanya stimulan suasana atau kondisi tertentu. Orangtua tidak perlu memaksakan cara belajar yang dianggap oleh orangtua adalah benar. Anak perlu dituntun dan diajak berdiskusi menemukan cara belajar yang membuat mereka nyaman.

Bekerjasama dalam Belajar

Banyak orangtua yang mengerjakan tugas sekolah anak. Hal ini bukanlah hal baik dalam proses belajar. Anak yang terbiasa untuk melakukan hal ini secara tidak langsung mengajarkan anak ketergantungan terhadap orang lain dan kurang bertanggungjawab. Orangtua hanya perlu menjadi teman belajar, bukan sebagai pengawas dan orang yang memaksakan kehendak terhadap anak.  Ambillah peran sebagai teman belajar. Pecahkan masalah belajar, seperti kesulitan menalar matematika, dengan bersama-sama. Ajarkan anak secara perlahan.

Bangun Suasana Belajar

Suasana belajar yang nyaman membuat anak lebih giat dalam belajar Sebaliknya situasi tidak nyaman saat belajar tidak hanya membuat anak sulit memahami, tetapi juga membubat anak takut. Orangtua yang baik dapat memfasilitasi anak untuk menemukan suasana terbaik. Faktor dukungan keluarga menjadi vital dalam proses ini. Sebisa mungkin orangtua dapat terlibat dalam proses belajar, tetapi tidak dengan tujuan membuat ketergantungan pada anak.

Jauhkan anak dari Rasa Frustrasi 

Frustrasi dapat terjadi pada siapa pun, termasuk anak. Suasana tidak nyaman, tegang dan penuh ketakutan akan menjadi pencetus anak untuk mengalami frustrasi. Proses memahami pelajaran akan menjadi kian sulit saat orangtua tidak kooperatif dan cenderung memaksa anak. Frustrasi menghambat anak untuk menalar dan belajar lebih lama. Orangtua perlu membantu anak menemukan jawaban atas rasa frustrasi ini. Anak perlu dijauhkan dri rasa putus asa dan frustrasi untuk memaksimalkan hasil belajar. Membantu belajar, membuatkan kegiatan penyela belajar adalah beberapa deret hal yang dapat dilakukan.

 

 

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

  1. […] Pemahaman yang baik dapat menciptakan solusi bagi anak pada ruang belajar. Sebaliknya, pemahaman yang kurang terkadang menimbulkan ekspektasi berlebihan kepada anak yang akhirnya tidak membantu dan justeru menimbulkan kecemasan. Kecemasan pada anak dapat berimplikasi pada perkembangan dan proses belajar anak yang tengah berkembang.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here