Mengendalikan Aktivitas Menonton pada Anak

1
2158
Mengejarkan anak menonton televisi, membatasi anak menonton, mengatasi kecanduan menonton TV
Mengejarkan anak menonton televisi, membatasi anak menonton, mengatasi kecanduan menonton TV

Menonton televisi sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan manusia modern. Selain mencari informasi, menonton juga bagian dari upaya mencari hiburan. Aktivitas ini mengandung unsur negatif dan positif secara bersamaan. Penyikapan atas tontonan mmerupakan hal penting yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Upaya pengendalian aktivitas menonton adalah bagian dari pembentukan kedisiplinan anak.

Aktivitas menonton televisi dapat menjadi salah satu sumber pengetahuan bagi anak. Pelbagai acara televisi juga mengandung unsur pendidikan bagi anak, seperti sejarah, memasak, bermain dan bernyanyi. Sebaliknya, terdapat pula unsur negatif yang tidak perlu disakasikan oleh anak, seperti kekerasan, hedonisme dan penipuan.

Tidak semua anak memiliki kemampuan untuk membedakan tayangan televisi, itulah yang perlu dipahami oleh orangtua. Selanjutnya, tidak semua tayangan cocok dengan anak. Beberapa tayangan yang terkesan sebagai tontonan anak pun terkadang memiliki unsur kekerasan yang tidak perlu disaksikan anak, seperti film. Orangtua terkadang salah memilih film. Beberapa film yang menampilkan kepahlawanan yang disukai anak justeru padat akan adegan percintaan yang tidak sesuai. Orangtua perlu menemani dan memastikan bahwa satu tontonan baik dan aman bagi tumbuhkembang fisik dan psikologis anak.

Kecanduan menonton adalah tantangan lainnya. Orangtua terkadang justeru menyerahkan anak untuk diasuh oleh televisi. Hal ini tentu tidak bijak. Orangtua perlu menjelaskan tayangan dan membatasi anak menonton secara bijak. Banyak aktivitas produktif lain yang dapat dilakukan untuk menggantikan menonton televisi. Orangtua perlu mengajarkan hal tersebut. Manajemen menonton televisi mutlak dibutuhkan bagi anak. Orangtua perlu tahu cara mengedalikan aktivitas menonton pada anak. Beberapa cara merikut ini dapat dilakukan orangtua untuk mengontrol anak menonton televisi:

Buat Kesepahaman Soal Menonton TV 

Kesepahaman dalam menyaksikan televisi perlu. Membuat perjanjian merupakan bagian dari pendidikan agar anak dapat bertanggungjawab pada dirinya dan orang lain. Kesepahaman bisa jadi mengatur waktu dan durasi menonton, seperti 1 jam sehari; dilakukan setelah tugas sekolah selesai. Aturan yang disepakati juga perlu memasukkan jenis tayangan tertentu. Isitilah hukuman juga perlu ditetapkan, seperti jika anak melanggar 3 kali maka anak akan dilarang menonton televisi selama 1 hari.

Berikan Teladan dalam Menonton

Konsistensi orangtua dibutuhkan dalam perjanjian ini. Orangtua harus juga mempraktekkan perjanjian tersebut di hadapan anak. Sebagai contoh, orangtua tidak menonton lebih lama dari waktu anak menonton. Kedua, orangtua tidak secara vulgar menonton tayangan yang masuk dalam kategori “dilarang bagi anak”, katakanlah sinetron.

Letakkan TV di Ruang Publik Keluarga

Orangtua sebisa mungkin untuk tidak meletakkan atau memberikan televisi di ruang pribadi anak, seperti kamar. Letakkan pesawat TV di ruang terbuka bagi setiap anggota keluarga. Hal ini akan membantu orangtua untuk mengawasi anak. Sebaliknya, hal ini dapat membantu anak mentaati peraturan yang sudah disusun bersama.

Temani Anak Menonton Televisi

Menemani anak menonton televisi menjadi hal penting. Selain menimbulkan kedekatan dengan anak,  aktivitas ini dapat membantu anak menemukan tempat bertanya apabila ada sesuatu yang ingin dipahami. Orangtua dapat saja menerangkan karakter pada tayangan sehingga anak bisa membedakan. Sisipan pesan-pesan pendidikan dapat dilakukan selama proses ini.

Ajarkan Anak untuk Membedakan Tayangan

Anak secara umum belum memahami konteks dan konsep yang ditawarkan oleh setiap televisi, termasuk konten dunia internet. Orang dewasa saja mungkin tertipu dengan tayangan TV, apalagi anak. Orangtua yang bijak mampu mengajarkan anak untuk memahami tayangan dan memilih yang sesuai dengan usia anak tersebut. Hal ini akan mengajarkan anak konsep moral sekaligus mendisiplinkan anak. Penalaran juga akan berkembang saat anak berpikir untuk menentukan dan memahami apakah satu tayangan cocok untuk usianya atau belum.

Orangtua bahkan perlu menerangkan isi tayangan televisi. Hal ini perlu dilakukan bahkan pada tayangan anak. Selain membantu penalaran, hal ini akan juga mencegah anak salah memahami konteks yang disampaikan oleh televisi. Sebagai contoh, orangtua perlu menjelaskan isi tayangan apabila dalam adegan film kartun terdapat adegan kekerasan. Adegan kekerasan kerap terjadi bahkan pada film kartun yang terkesan “lucu”.

[1] Sumber Gambar: Children and TV. Pixabay.com

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here