Jenis Iklan Website & Blog yang Tidak Disukai Pengunjung

7
2248
Iklan Djarum 76
Iklan Djarum 76 (source: Youtube)

Perkembangan tekhnologi membawa pengaruh besar bagi banyak orang, di antaranya adalah mengenai tehnologi informasi dimana saat ini membuat website ataupun weblog bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.  Hal ini tentu sangat jauh berbeda jika dibandingkan pada awal tahun 2000 silam, tak sembarang orang bisa melakukannya.

Pembuatan ataupun pembangunan website serta blog juga telah menjadi bagian dari pelajaran di sekolah-sekolah tekhnik menengah. Dari cara memilih nama domain, membelinya, dan lalu menerapkannya pada engine web yang telah dikembangkan.    Di samping maraknya pengguna berbagai macam sosial media, aktifnya warga dalam menggeluti tekhnologi internet itu pada akhirnya menjadi pengaruh yang signifikan dalam kepesatan perkembangan tehnologi informasi.     Tak elak kesempatan ini dimanfaatkan oleh banyak, selain untuk memajukan diri juga untuk meraih pundi-pundi keuntungan. Salah satunya adalah mencari penghasilan dari iklan, atau lebih dikenal sebagai ‘pemain adsense.’

Mengambil Keuntungan dari Dunia Internet

Iklan App Store yang sangat mengganggu
Iklan App Store yang sangat mengganggu

Indonesia, sebagaimana India merupakan negeri yang penduduknya kreatif dan memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Dari jumlah warga yang ratusan juta, pada akhirnya banyak pihak tak mau meyianyiakan keberadaannya karena merupakan pangsa pasar yang menjanjikan.    Hal itu dibuktikan dari semakin merebaknya merk dagang dari berusahaan-perusahaan besar bukan saja yang berasal dari Indonesia, namun juga perusahaan besar yang berasal dari manca negara. Mereka semua seolah berlomba mendirikan outlet-outletnya dengan titik bidik pembeli produknya adalah warga Indonesia.  Sebut saja perusahaan raksasa bernama google, microsoft, dan juga apple, mereka tak tanggung-tanggun memasarkan produknya di Nusantara. Bahkan juga mendirikan kantor perwakilan yang tak kalah besarnya.

Google yang telah lama memasarkan produk adsense akhirnya menjadi andalan banyak pihak, baik google sendiri ataupun warga Indonesia yang menekuni dunia adsense. Para pemain blog, developer website, dan pelaku dunia online tak sedikit yang mengambil keuntungan darinya.   Ada yang masih tetap bermain dengan berbagai pertimbangan, baik kualitas pun kuantitas, namun tak sedikit pula yang hanya memiliki orientasi berujud ‘uang.’   Money oriented, istilah kerennya.

Pemain adsense yang masih melihat kualitas website ataupun blognya tentu saja tak mau gegabah dan tak mau serakah dalam mendapatkan keuntungan. Sabar masih menjadi kunci dalam meraih keuntungan, sementara tekun dalam kinerja demi kualitas tetap istiqomah dijalankan.  Sedikit menyisakan idealisme menjadi kontrol diri untuk tak terjerumus ke dalam jiwa oportunis pun kapitalis.

Iklan apa yang harus dihindari agar kualitas web terjaga?

Setelah membangun sebuah web, ada banyak yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat agar kualitasnya tetap terjaga, termasuk dalam hal pemasangan adsense pada setiap lembar pun halaman website.        Berikut adalah hal yang harus diperhatikan dalam mengatur tampilan iklan adsense;

  • Iklan porno dan judi  

Pegiat dan atau pemilik website atau blog apabila telah memperoleh traffic tinggi kadangkala pingin secepatnya mendapatkan penghasilan dari web serta blognya tersebut.  Dan membuka layanan pemasangan banner iklan adalah langkah yang tak bisa dihindari. Hanya saja masih sedikit yang memerhatikan pemilihan iklan tersebut, tanpa mempertimbangkan reputasi web & blog yang telah dibangun, maka pengelola web tetap menerima iklan yang berbau pornografi, judi, obat-obat kuat, obat aborsi, dan semacamnya.
Padahal justru dari sana reputasi yang telah susah payah dibangun itu akan bisa dengan cepat tiarap.

  • Iklan yang susah ditutup

Ada banyak iklan yang sering membuat kita jengkel, misalnya adalah iklan yang sangat susah di “closed” alias ditutup. Tujuan kita membuka sebuah web adalah untuk mengetahui informasi yang disajikan, namun hal itu tentu akan terlupakan apabila kita telah emosi dengan iklan yang susah dihilangkan, sementara iklan itu menutupi artikel yang hendak kita baca.
Dan akan lebih jengkel lagi tatkala kita telah menekan tombol “closed” namun yang kita jumpai justru malah terbukanya tab baru yang menunjukkan halaman tak jelas.

  • Iklan di Youtube

Memasang sebuah ilustrasi pada salah satu halaman website mungkin menjadi faktor pendukung yang menguntungkan karena ada visualisasi yang lebih jelas tersajikan.   Namun hal itu tak bisa pula dijadikan alasan untuk kita acap menempelkan gambar video, apalagi ketika video itu terdapat banyak iklannnya.
Okey ini bisa dibuang dengan cara menekan tombol “skip,”  tetapi tidak semua pengunjung dapat memahami hal ini. Jadi agar bisa mempertimbangkan untung dan tidaknya sebelum memasang video beriklan pada halaman web pun blog kita,  karena bagi pemakai internet sistem kuota hal ini akan benar-benar terasa menyedot biaya lebih.

  • Iklan yang menutup satu halaman penuh

Sewaktu kita membuka sebuah halaman website, adakalanya yang kita jumpai adalah halaman yang tertutup semua oleh penampakan iklan. Jelas ini menjadi citra yang menyebalkan, karena bisa jadi first image yang muncul di benak pengunjung adalah ketidakpercayaan pada website yang dibukanya.

  • Iklan yang merujuk halaman palsu

Pemain adsense selalu percaya bahwa dengan halaman yang bertrafik tinggi maka akan bisa dengan mudah memperoleh penghasilan darinya. Dari keyaqinan itu maka tak jarang mereka menempuh segala cara guna meraihnya. Termasuk memasang iklan pada halaman webnya yang iklan tersebut sejatinya hanya merujuk halaman palsu tak sesuai yang tersaji. Sebagai contoh, di salah satu web menyajikan iklan jualan buku murah, namun kenyataannya ketika ditekan gambar iklan tersebut justru merujuk pada halaman baru yang bukan tentang buku murah.     Hal ini jelas pembohongan publik dan tindak menghalalkan segala cara.

  • Iklan yang menutup halaman App Store

Bagi yang bermain adsense di handphone jenis smartphone, misalnya dengan memanfaatkan android, maka hal yang tak disukai adalah penyajian iklan yang justru menutup halaman utamanya. Sebagai contoh pada salah satu sudut tak bagian dari aplikasi yang dijalankan tertutup iklan namun tak kasat mata. Ini mungkin menjadi salah satu trik,  akan tetapi sejatinya tak lebih dari sekedar tricky alias kecurangan yang bikin jengkel saja.

Demikian adalah beberapa penyajian iklan adsense yang wajib kita pertimbangan secara seksama. Memang adalah hal yang cukup sulit kita menentukan kemunculan iklan yang disajikan oleh pihak ketiga, misalnya dari google adsense.  Namun kehati-hatian dan kerapihan itu masih tetap bisa kita lakukan utamanya dalam menerima dan lalu memasang iklan yang datangnya langsung dari pihak pemilik produk. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] 4 Jenis Iklan yang Bikin Dongkol Saat Internetan,  rizafirli www.lintas.me. Diakses pada 28 Agustus 2014

[2] Gambar Iklan Djarum 76, IklanVideo Lucune. Dicapture dari Youtube. Diakses pada 28 Agustus 2014

[3] Gambar Iklan App Store, rizafirli. Dilisensikan sebagai CC BY 2.0. lintas.me Diakses pada 28 Agustus 2014

Berbagi dan Diskusi

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here