Google X Siap Bersaing dengan Amazon dalam Pembuatan Pesawat Tanpa Awak

15
1961
Introducing Project Wing Google X Siap Bersaing dengan Amazon dalam Pembuatan Pesawat Tanpa Awak
Introducing Project Wing

Pengembangan alat transportasi udara tak kalah giatnya jika dibandingkan dengan pengembangan transportasi lain, baik darat ataupun laut. Salah satunya adalah yang ditekuni oleh Google X, yaitu anak perusahaan google.inc yang menjadi salah satu divisi rahasia dengan job melakukan penelitian tentang teknologi dan juga mengerjakan proyek-proyek ambisius, seperti mobil otomatis, balon Google, dan kacamata Google Glass.      Jadi google sebagai perusahaan raksasa, ternyata tak hanya mengembangkan bisnisnya di dunia maya saja, baik penyedia layanan mesin pencari, penyedia sosial media google plus, pun produk lainnya.

Sebagaimana sebuah proyek rahasia, setelah selama kurang-lebih dua tahun, pekerjaan google x yang disebut juga sebagai “proyek wing” ataupun ‘sayap’ ini dirahasiakan, maka kali ini telah menunjukkan sebuah kinerja pembangunan sebuah kendaraan udara yang mampu mengirim satu barang dengan tanpa mengandalkan seorang awak di dalamnya.

Tujuannya sungguh mulia, karena pengerjaan alat transportasi udara yang tanpa awak ini memiliki tujuan jangka panjang guna membantu pengiriman logistik pada kondisi-kondisi darurat, misalnya korban bencana yang berada di daerah terpencil serta terisolasi.

Kalau selama ini kita ketahui sudah ada produk amazon bernama drone, yaitu alat yang juga dikhususkan memiliki wilayah operasi di udara, salah satunya adalah pengambilan gambar via udara, maka alat yang dikembangkan google X ini  bisa difungsikan pada kondisi terjadinya gempa, gunung meletus, bencana banjir atau kondisi cuaca ekstrim, dengan tujuan  untuk mengantar barang-barang yang dibutuhkan korban, misalnya seperti obat-obatan atau baterry.

Pengembangan alat transportasi udara yang dapat diterbangkan tanpa perlu awak ini awalnya dikhususkan demi mengirim alat bantu bagi orang yang diduga mengalami serangan jantung. Pada pertolongan penyakit jantung tentu dibutuhkan waktu cepat agar dapat segera diselamatkan.   Hal itu tentu saja tak bisa diakomodasi oleh kendaraan lain, baik ambulans, ataupun helikopter. Karena ambulans membutuhkan jalan darat yang tak terkendala dengan dampak bencana, pun dengan helikopter juga tetap membutuhkan landasan helipad.

Rancangan awal alat transportasi udara tersebut adalah sayap dengan ukuran 1,5 meter dan 4 baling-baling sejajar (propeler elektronik). Sedangkan bobotnya adalah 8,5 kilogram, diasumsikan mampu mengangkut beban maksimal seberat 1,5 kilogram.

Pesawat tanpa awak milik perusahaan raksasa e-commerce google.inc ini telah diujicoba di Australia.    Ada yang sangat menarik untuk diperhatikan dari alat ini, bahwa tekhnologi yang diciptakan memiliki kemampuan sebagaimana yang juga dimiliki oleh pesawat tempur V-22 “Osprey” buatan Boeing.    Lihat saja pada situs youtube yang telah menampilkannya, bahwa pesawat ini mampu take-off secara vertikal dengan memanfaatkan tenaga baling-baling yang diciptakan menghadap ke atas. Namun yang lebih menarik & unik adalah saat setelah mendarat, alat tanpa awak milik google tersebut tetap bisa mengudara kembali secara horizontal dengan baling-baling yang langsung menghadap ke depan.

Pihak FAA, yaitu sebuah badan yang meregulasi penerbangan di AS telah mengeluarkan larangan operasi drone di negaranya, bahkan termasuk melarang pesawat mainan.    Oleh karenanya, dari ketatnya peraturan yang dihadapi pihak pencipta pesawat tanpa awak ini, bisa jadi membuat pihak google tak terlalu buru-buru memroduksi secara massal alat transportasi udara ini.  Itu adalah tantangan yang memang harus dihadapi, baik oleh pihak google ataupun amazon. Namun kali ini tentunya amazon lebih memiliki beban, karena dengan adanya saingan baru dari google X, mau tak mau juga menjadi semakin tertantang juga untuk mengembangkan tekhnologi yang telah dimiliki dan diterapkan pada drone. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Inside Google’s Secret Drone-Delivery Program www.theatlantic.com. Diakses pada 30 Agustus 2014

[2] Google uji pesawat tanpa awak untuk kirim barang. www.bbc.co.uk  Diakses pada 30 Agustus 2014  

[3] Gambar Introducing Project Wing,  Google. Dicapture dari Youtube. Diakses pada 30 Agustus 2014

Berbagi dan Diskusi

15 COMMENTS

  1. […] Perjalanan Tintin ke Indonesia yang ada dalam komik berjudul “Penerbangan 714″ menjadi cerita yang tertuang pada perangko edisi khusus tahun 2014 ini. Yaitu yang menceritakan perjalanan Tintin bersama kawan-kawan dan Milo, anjing setianya, saat terbang dari London dan lalu mendarat di Bandar Udara Internasional Kemayoran, Jakarta, sebelum menuju ke Sydney. […]

  2. […] Google sebagai salah satu perusahaan raksasa dunia yang mendominasi ranah maya seolah tak mau berhenti dalam mengembangkan teknologi, bahkan segala inovasi dan kreasi ia terapkan tak hanya pada area dunia maya, bidang lain pun tetap ia rambah. Lihat saja terobosannya yang seakan tak mau kalah dengan pihak Alexa, yaitu dibawah naungan google x yang membuat mobil tanpa awak. [Baca juga: Google X Siap Bersaing dengan Amazon dalam Pembuatan Pesawat Tanpa Awak] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here