Inilah Fakta-fakta Penting Seputar Pilpres 2014

1
1999
Fakta-fakta Pilpres 2014
Fakta-fakta Pilpres 2014

Pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014 telah berakhir seiring dengan penetapan Pasangan Jokowi – Jusuf Kalla sebagai presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui surat keputusan KPU Nomor 535/Kpts/KPU/Tahun 2014 [1]. Ketetapan tersebut diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan pasangan Calon Presiden Prabowo – Hatta. Melalui Surat Keputusan MK Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014, dewan Hakim MK yang dipimpin oleh Hamdan Zoelva, menyatakan menolak segala gugatan yang dilayangkan oleh Pasangan Prabowo-Hatta [2].

Pemilu Presiden 2014 menyisakan pelbagai fakta yang tercatat sebagai sejarah demokrasi di Indonesia. Pilpres 2014 memberikan warna lain dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Partispasi warga negara untuk mengawasi pelaksanaan pemilu, keriuhan media sosial hingga pertarungan media menghiasi fakta-fakta Pilpres 2014. Tulisan ini mencoba memotret pelbagai fakta seputar pilpres 2014 yang dirangkum dari pelbagai sumber.

2 Calon Pasangan, Sejarah Baru Pemilu Presiden

Sejarah pemilihan presiden secara langsung yang mulai dilakukan pada tahun 2004 mencatat sejarah baru pada pelaksanaan tahun 2014. Pilpres tahun 2004 diikuti oleh 5 pasang calon –dari enam pasang yang mendaftar. Pasangan calon KH. Abdurrahman Wahid-Marwah Daud Ibrahim dinyatakan tidak lolos sebagai calon. Kelima pasangan calon yang berkontestasi pada pilpres 2004, yaitu:

  1. Prof. Dr. H. M. Amien Rais dan Dr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo (Partai Amanat Nasional)
  2. Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar, M.Sc. (Partai Persatuan Pembangunan)
  3. Hj. Megawati Soekarnoputri dan K. H. Ahmad Hasyim Muzadi (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
  4. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia)
  5. H. Wiranto, SH. dan Ir. H. Salahuddin Wahid (Partai Golongan Karya)

Pemilu 2009 diikuti oleh tiga pasang calon, yaitu,  (1) Megawati-Prabowo; (2) SBY-Boediono, dan; (3) JK- Wiranto. Pemilu 2009 dilakukan satu putaran. Perolehan suara SBY-Boediono yang mencapai 60,80% suara dan memenuhi syarat keunggulan di atas 50% di 17 Provinsi. SBY-Boediono berhasil memenangkan kontestasi Pilpres di 29 Provinsi.

No. Pasangan calon Jumlah suara Persentase suara
1 Megawati-Prabowo 32.548.105 26,79%
2 SBY-Boediono 73.874.562 60,80%
3 JK-Wiranto 15.081.814 12,41%
Jumlah 121.504.481 100,00%

Pemilu Presiden tahun 2014 diikuti hanya oleh 2 kontestan, yaitu Jokowi-Jusuf Kala dan Prabowo-Hatta. Pemilu 2014 tercatat sebagai pemilu pertama yang digelar dengan dua pasang calon sejak 2004.

Selain terkait kontestasi, Pilpres ini hanya dilakukan 1 putaran. Dikabulkannya permohonan uji materi yang disampaikan oleh Forum Pengacara Konstitusi atas pasal 159 ayat (1) UU Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (UU Pilpres) menjadi titik tolak perubahan ini. MK menilai bahwa syarat sebaran pemenangan Pilpres dinilai sebagai inkonstitusional sepanjang hanya diikuti oleh 2 pasang calon.

KPU telah secara resmi memutuskan bahwa Pasangan Joowi-JK memenangkan pemilu dengan perolehan suara sebesar 53,15% dan Prabowo-Hatta sebesar 46,85%. Ketetapan KPU ini diperkuat dengan penolakan MK atas gugatan Prabowo-Hatta melalui keputusan MK  Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014.

Gejolak Partisipasi Pemilih

Partisipasi pemilih pada Pilpres 2014 menurun dibandingkan dengan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 dan Pilpres tahun 2009. Hal ini hal ini berbeda dengan target KPU yang menargetkan angka keikutsertaan masyarakat dalam Pilpres sampai 75%. Partisipasi masyarakat pada Pilpres 2014 tercatat hanya 69,58%. Sementara, tingkat partisipasi masyarakat pada Pilpres 2009 mencapai 71,17% [3]. Dibandingkan dengan angka partispasi pemilih pada Pileg yang mencapai angka 75,14%, jumlah pemilih pada Pilpres menurun [4].

Meski secara keseluruhan angka tersebut menurun, namun tingkat partispasi pemilih di luar negeri menunjukkan peningkatan. Salah satu contoh peningkatan ini terjadi di Hong Kong dan Australia [5]. Kenaikan angka pemilih di Hong Kong menjadi salah satu fenomena menarik. Kenaikan ini tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh penyelenggara pemilu di Hong Kong. Akibatnya, banyak pemilih yang tidak dapat memberikan suara pada pilpres 2014 [6] [7]. Beberapa Organisasi Buruh Migran di Hong Kong bahkan turut menggugat kondisi yang “menghilangkan” hak pilih WNI di Hong Kong. Kelompok ini sempat pula menyampaikan petisi untuk meminta adanya pemelihan suara kembali [8].

Ragam “Quick Count”, Berbeda Hasil 

Perhitungan cepat (Quick Count) menjadi salah satu penyemarak pesta demokrasi di Indonesia. Pelbagai lembaga survei, termasuk lembaga penyiaran publik (Radio Republik Indonesia) dan media umum menggelar hasil pemilu lewat metode perhitungan cepat. Metode ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan cepat atas hasil kontestasi pesta demokrasi ini. Hasil Quick Count hanya menggambarkan keumuman. Adapaun hasil akhir pemilu akan ditentukan oleh perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU.

Fenomena  Quick Count pada Pilpres 2014 menunjukkan dinamika yang berbeda dengan tahun sebelumnya, bahkan pileg 2014. Kontestasi 2 pasangan dengan dukungan yang besar dari masing-masing pendukung menyemarakkan pesta demokrasi ini. Terdapat 11 lembaga yang melakukan survei hasil pemilu menggunakan pendekatan Quick Count. Hasilnya, terdapat 2 perbedaan data mencolok yang menggambarkan kemenangan masing-masing pasangan calon presiden.

Tercatat 4 lembaga menyatakan kemenangan Prabowo-Hatta. Sementara, 7 lembaga lainnya menyampaikan data yang menunjukkan kemenangan pasangan Jokowi-JK. Berikut adalah keseluruhan rekapitulasi hasil Quick Count:

No

Lembaga Survei

Prabowo -Hatta

Jokowi – JK

Sumber Data

1

Populi Center

49,05

50,95

Suara.com

2

CSIS

48,1

51,9

Liputan 6

3

Litbang Kompas

47,66

52,33

Kompas

4

Indikator Politik Indonesia

47,05

52,95

Metro TV

5

Lingkaran Survei Indonesia

46,43

53,37

Konferensi Pers

6

RRI

47,32

52,68

Detik

7

Saiful Mujani Reasearch Center

47,09

52,92

Detik

8

Puskaptis

52,05

47,95

Viva.co.id

9

Indonesia Research Center

51,11

48,89

Okezone.com

10

Lembaga Survei Nasional

50,56

49,94

Viva.co.id

11

Jaringan Suara Indonesia

50,13

49,87

Viva.co.id

Sumber Data Litbang Kompas [9]

Kesalahan perhitungan tampak pada hasil perhitungan yang disajikan oleh Indonesia Research Center. Penjumlahan angka persentase perolehan suara Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK menunjukkan angka yang melampaui 100%, yaitu 100,5%.

Pasar Saham Respon Beda Hasil Quick Count, Saham Viva dan MNC Anjlok

Perbedaan hasil Quick Count yang disajikan oleh jaringan media Viva News dan MNC memunculkan respon pasar di bursa saham. Anjloknya saham menimpa PT. Visi Media Asia (TV One) dan PT Media Nusantara Citra (MNC) yang menaungi beberapa stasiun Televisi, seperti Global TV, MNC TV dan RCTI. Reaksi pasar atas perbedaan hasil data quick count ini menunjukkan keterhubungan antara politik dengan ekonomi makro [10] [11].

Kedua Calon Presiden Memenangkan Pilpres

Klaim kemenangan dilakukan oleh kedua belah pasangan calon presiden. Pengumuman kemenangan tersebut disampaikan sebelum adanya keputusan resmi KPU yang menyebutkan kemenangan salah satu pasangan Calon Presiden. Pasangan Prabowo-Hatta sempat melakukan sujud syukur atas dugaan kemenangan pada Pilpres. Aksi Sujud Syukur dilakukan Prabowo setelah jumpa pers di kediaman Ayah Prabowo (9/8/2014) [12] [13].  Klaim kemenangan sebelum pengumuman resmi KPU juga dilakukan oleh Pasangan Jokowi-JK. Jokowi-JK terlebih dahulu mengumumkan kemenangan di Kediaman Megawati Soekarno Putri (9/08/2014) [14] [15] [16].

Pengumuman Megawati Tentang Kemenangan Jokowi (09/08/2014)

Prosesi Sujud Syukur Prabowo (09/08/2014)

Ledakan Bandwith di Hari Pemilihan

Pengggunaan Internet pada hari pencoblosan meingkat cukup tajam. Mengacu pada keterangan Johar Alam Rangkuti, Chairman Internetindo Data Center –seperti dilansir kompas.com, ledakan pengguna internet terjadi saat hasil survei mulai diumumkan oleh lembaga-lembaga survei. Setelah jam 12 siang, penggunaan internet di Indonesia pada hari pencoblosan mencapai 143,5 Gbps. Bandwith kebanyakan digunakan untuk mengakses media sosial dan situs berita online [16].

Trending Topic Pilpres Kuasai Sosial Media

Jumlah Twit Jokowi dan Prabowo
Jumlah Twit Jokowi dan Prabowo.

Diskusi dan perdebatan  terkait dengan calon presiden menjadi salah satu fakta unik lain dari proses Pilpres tahun 2014. Mengacu pada data Topsy, 1.961.220 kicauan di twitter menyebutkan nama Jokowi. Sementara 1.565.233 kicauan menyebut nama Prabowo dan 728.428 menyebutkan kata pilpres. Data ini diambil dari rentang waktu 31 Juli hingga 30 Agustus 2014 [17].  Tidak sebatas ini, beberapa kata sempat menghiasi trending topic Twitter dunia, seperti kata #TegasPilih2, #JokowiJK_ADALAHKITA, #No1_Prabowohatta dan #DebatCapres3. Kata yang dimulai dengan tanda pagar (tagar/ hastags) tersebut mewarnai debat calon presiden ketiga[18].

Kawalpemilu.org, Cermin Partisipasi Publik

Kawal Pemilu, inisiatif pengawasan Masyarakat
cuplikan situs www.kawalpemilu.org

Di tengah perdebatan seputar hasil Quick Count, situs www.kawalpemilu.org muncul ke keriuhan publik yang tengah membicarakan soal validitas survei cepat ala lembaga survei. Kawal pemilu diinisiasi oleh Ainun Najib, seorang konsultan senior sebuah perusahaan Komputer dan Informasi di Singapura. Konsep Kawal Pemilu dikembangkan bersama empat  rekan Najib lainnya. Kelima pandawa, begitu Najib menamakan, bekerja di Luar Negeri, yaitu: (1). Felix Halim, Softaware Engineer Google Head Office; (2). Andrian Kurniadi, Software Engineering Google Australia; (3) Ilham WK, Kaiserlautern, Jerman; (4) Fajran Imam Rusadi, Amsterdam Belanda.

Kawal Pemilu menawarkan konsep tabulasi dan audit perhitungan suara atas perhitungan yang dilakukan oleh KPU dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.  Model pengerjaan data melalui situs ini dikerjakan oleh relawan atau menggunakan pendekatan crowdsourcing. Tercatat 700 relawan turut terlibat dalam perhitungan ini.

Hasil pemindaian formulir C1 yang disediakan oleh KPU melalui situs resminya dihitung kembali secara manual untuk menemukan kecocokan dan keganjilan perhitungan. Inisiatif ini menunjukkan semakin besarnya kepedulian terhadap keterbukaan data (open data). Relawan melakukan proses memasukkan data secara manual dengan terlebih dahulu memeriksa data yang tersaji melalui formulir C1.

Aktivitas para sukarelwan ini mendapat apresiasi dari pelbagai pihak. Mengacu pada hasil rekapitulasi yang diperoleh, terdapat selisih angka yang cukup kecil dibandingkan dengan hasil perhitungan manual yang dilakukan oleh KPU.

Sumber data Tingkat input data Prabowo Subianto
Hatta Rajasa
Joko Widodo
Jusuf Kalla
Suara % Suara %
C1 TPS 61.563.273 47,03% 69.315.208 52,96%
DA1 kecamatan 62.490.796 46,92% 70.685.114 53,07%
DB1 kabupaten/kota 61.512.893 47,01% 69.322.273 52,98%
DC1 provinsi 62.576.585 46,84% 70.997.607 53,15%
Hasil resmi KPU 62.576.444 46,85% 70.997.833 53,15%
Sumber: Situs web resmi Kawal Pemilu 2014, 2014-08-04 15:46 WIB, Hasil Resmi KPU

Data Kompilasi oleh Wikipedia.

Tak Hanya di MK, Prabowo-Hatta Gugat Hasil Pemilu di PTUN

Paska penolakan Mahkamah Konstitusi atas gugatan kubu Prabowo dan Hatta melalui keputusan MK Nomor 1/PHPU.PRES-XII/2014, Pihak

Foto Persidangan Gugatan Prabowo Hatta di PTUN
Foto Persidangan Gugatan Prabowo Hatta di PTUN

Prabowo-Hatta masih meneruskan usaha gugatan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan Prabowo-Hatta ke PTUN Jakarta yang terdaftar di bawah register perkara Nomor 164/G/2014/PTUN.JKT tanggal 18 Agustus 2014 secara resmi ditolah oleh Majlis Hakim yang diketuai oleh Hakim Hendro Puspito, S.H,.M.Hum. Sidang yang digelar pada tanggal 28 Agustus tersebut menolah gugatan Prabowo-Hatta terhadap KPU memutuskan bahwa perkara sengketa pemilu bukan bagian dari kewenangan PTUN [19].

 

Sumber Rujukan:

[1] KPU Tetapkan Hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. www.kpu.go.id, diakses pada 29 Agustus 2014.

[2] Surat Keputusan MK tentang Gugatan Prabowo-Hatta. www.Mahkamahkonstitusi.go.id. Diakses pada 30 Agutus 2014.

[3] Partisipasi Pemilih di Pilpres 2014 Menurun, ini Penjelasan KPU. Detik.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[4] Kemendagri: Partisipasi Pilpres 70% Sudah Luar Biasa. www.kemendagri.go.id, diakses pada 30 Agustus 2014.

[5] Pilpres, Pemilih di Australia Meningkat 100%. Kompas.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[6] Sempat Rusuh, Angka Pemilih di Hong Kong naik 400%. www.kabar24.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[7] Ratusan Pemlih di Hong Kong Ditolak “Nyoblos” dalam Pilpres 2014. www.buruhmigran.or.id, diakses pada 30 Agustus 2014.

[8] Petisi WNI Indonesia di Hong Kong. Change.org. Diakses pada 30 Agustus 2014.

[9] Quick Count, ini Hasil Lengkap 11 Lembaga Survei. Kompas.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[10] Saham Viva dan MNC Anjlok akibat “Quick Count” Menangkan Prabowo. Kompas.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[11] Rilis Hasil Quick Count Berbeda, Harga Saham Viva dan MNC Turun. Aktualpost.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[12] Klaim Menang, Prabowo-Hatta Sujud Syukur. Tempo Online, diakses pada 30 Agustus 2014.

[13] Merasa Menang di “Quick Count”, Prabowo Sujud Syukur di Lantai. Kompas.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[14] Kubu Capres Saling Klaim Kemenangan, Kompas.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[15] Megawati Umumkan Kemenangan Jokowi-JK. SulutDaily.com, diakses pada 30 Agustus 2014.

[16] Jokowi dan Prabowo Saling Mengklaim Menang. BBC Indonesia, diakses pada 30 Agustus 2014.

[17] Data Kicauan Tentang Jokowi, Prabowo dan Pilpres. Topsy, diakses pada 30 Agustus 2014.

[18] Saat Debat Capres ke-3, 10 Trending Topic Dunia Dikuasai Indonesia. Tribun News, diakses pada 30 Agustus 2014.

[19] Naskah Keputusan PTUN yang menolak gugatan Prabowo-Hatta. Ptun-jakarta.go.id, diakses pada 30 Agustus 2014.

 

Gambar:

[1] Ilustrasi Kerta Suara. Foto DFAT, Flickr.com. Dilisensikan sebagai CC 2.0. Diakses pada 30 Agustus 2014

[2] Persidangan Gugatan Prabowo-Hatta. Foto PTUN Jakarta, diakses pada 30 Agustus 2014. Hak cipta berada pada domain publik karena dipublikasikan dan/atau didistribusikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, berdasarkan Pasal 14 huruf b UU 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. 

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here