BlankOn: Linux Karya Anak Bangsa

5
1836
BlankOn Linux
Tampilan Muka BlankOn Linux

BlankOn Linux merupakan distribusi Linux (distro) asli Indonesia. Inovasi yang melekat pada tim pengembang BlankOn tidak kalah dengan distro besutan orang luar negeri. Kehadiran BlankOn menjawab sebagian keraguan tentang kemampuan anak negeri untuk mencipta teknologi sendiri yang sesuai dengan rasa dan kebutuhan orang Indonesia.

Distro BlankOn atau Linux BlankOn dikembangakan oleh tim pengembang BlankOn Indonesia. Proyek pengembangan ini didukung oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI). Sejak tahun 2005, pengembang BlankOn telah mengeluarkan 10 edisi sistem operasi dengan keunikan dan keragaman masing-masing. Pengembangan ini turut dilakukan oleh relawan pelbagai bidang, seperti grafis dan pemrograman komputer. Pengembangan BlankOn menunjukkan dedikasi para pegiat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengembangan sistem operasi yang mandiri.

Salah satu kekhasan Linux satu ini adalah penggunaan nama-nama, identitas atau lokasi berbahasan lokal. Tidak semata memperkenalkan teknologi, BlankOn membuka cakrawala pengguna untuk mengetahui asal usul nama yang digunakan. Sederet nama, seperti konde, bianglala, Pattimura, Nanggar dan Rote digunakan untuk nama rilis perangkat lunak ini [1].

Mengenal Linux BlankOn

Linux BlankOn dikembangkan sebagai salah satu perangkat lunak bebas dan berkode sumber terbuka (free and open source software / Foss). Linux ini bukanlah sebuah produk pemaketan ulang (remastering), tetapi tersaji dalam bentuk “turunan”.  Konsep turunan dalam pengembangan Linux berbeda dengan konsep pemaketan ulang. Pemaketan ulang lebih sederhana dibandingkan dengan proses pengembangan Linux yang berbasis turunan.

Linux hasil pemaketan ulang umumnya tidak memiki gudang aplikasi (repository) sendiri. Aplikasi masih merujuk atau mengambil dari repository Sistem operasi yang menjadi sumber, seperti Ubuntu, Fedora atau Debian. Pada Linux Turunan, repositori turut dikembangkan secara mandiri dan berbeda atau terlepas dari repositori sistem operasi yang diacu. BlankOn Linux, sebagai distro turunan, memiliki repositori sendiri yang mandiri. BlankOn memiliki paket-paket aplikasi sendiri yang menggantikan paket bawaan dari sistem operasi yang menjadi rujukan proses pengembangan, seperti Debian/Ubuntu.

Pada tingkat pengembangan, kompleksitas pengerjaan Linux hasil pemaketan ulang tidak sekompleks Linux turunan. Pada sebagian kasus pengembangan dengan pendekatan remastering kerja seni, seperti penggantian logo dan ubah rupa lebih dominan dibandingkan dengan proses pada pengembangan Linux Turunan. Linux Turunan memodifikasi aplikasi pada tingkat paket, sementara Linux remastering pada tingkat berkas [2].

Sebagai sebuah produk berbasis open source, BlankOn Linux menyajikan layanan khusus pengembangan Linux lain yang menjadikan BlankOn sebagai rujukan atau sumber kode pengembangan. BlaknOn mengembangkan aturan tersendiri bagi pemaket lain yang ingin menggunakan kode sumber yang dikembangan Tim Pengembang BlankOn. Tidak terbatas pada itu, pengembang BlankOn pun membuka kesempatan lebar bagi pegiat teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), seni, pemasaran, dan penulis untuk bergabung ke dalam tim ini. Pengembangan sistem dan aplikasi yang termuat pada BlankOn tidak semata membutuhkan pemaket aplikasi (software) tetapi juga personel dengan kemampuan lain yang mendukung [3]. BlankOn menggunakan lisensi General Public License (GPL) untuk semua kode sumber yang diproduksi [4].

Nama BlankOn

Nama BlankOn sendiri telah masuk dalam jajaran nama-nama Distro Dunia. Mengacu pada data distrowatch, BlankOn berada di urutan 138 di antara deretan distro dunia [5]. Masuknya nama Linux asal Indonesia ini ke dalam jajaran nama distro dunia menunjukkan apresiasi dan pengakuan atas keberadaan Distro Linux ini.

pengembang Blankon, Blankon linux
beberapa pengembang BlankOn

Nama BlankOn identik dengan topi atau tutup kepala khas Jawa. Meski demikian, pengembang menyatakan hubungan distro ini dengan nama tutup kepala tersebut dengan filosofi “ya” dan “tidak”. Nama BlankOn tidak diambil dari nama topi khas Jawa tersebut. Identiknya nama BlankOn dan Blankon (Jawa) menghadirkan filosofi akomodasi pengembangan distro ini terhadap aspek yang bemuatan lokal Indonesia.

Nama BlankOn terdiri dari 2 kosakata: Blank dan On. Blank bermakna kosong dan “on” berarti menyala. Penyatuan kedua kosa kata tersebut dalam satu nama menghadirkan filosofi “dari yang kosong menuju yang menyala/berisi”. Filosofi ini diharapkan menginspirasi dan mendukung perkembangan Indonesia. BlankOn tidak hadir semata sebagai sebuah sajian dan produk teknologi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan martabat bangsa. BlankOn menunjukkan kemandirian anak bangsa atas ketergantungan pada sistem aplikasi impor lainnya.

Pengembangan BlankOn

Pengembangan BlankOn versi 1 menggunakan kode sumber Fedora Core. Pengembang BlankOn dengan dukungan YPLI dan Komunitas Ubuntu Indonesia mengembangkan BlankOn berbasis Ubuntu. Perubahan terjadi sejak pemaketan edisi atau versi 8. Sejak pemaketan versi 8, Tim Pengembang BlankOn menggunakan Debian sebagai basis pengembangan. Inovasi tidak terhenti di sana, BlankOn hadir dengan sistem pengelolaan dan Linkup desktop (desktop environment) sendiri, bernama Manokwari. Manokawari bisa bersaing dengan beberapa desktop environment yang telah ada sebelumnya, seperti Gnome dan KDE.

[Baca juga: Bagaimana Linux dikembangkan]

Daftar Rilis BlankOn

Sejak tahun 2005, BlankOn telah mengeluarkan 9 versi BlankOn yang berbeda. Setiap versi menggunakan nama unik yang bersumber dari kata, istilah dan tempat yang digunakan dalam koasakata bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Hal ini sesuai dengan filosofi BlankOn yang berupaya menghadirkan rasa Indonesia dalam paket teknologi dan pengetahuan yang dipaketkan ke dalam distro yang utuh.

BlankOn 1.0

BlankOn 1.0 hadir dengan nama rilis Bianglala. versi ini dirilis pada 10 Februari 2005. Kata Bianglala berarti pelangi. Versi ini masih menggunakan Fedora Core sebagai basis pengembangan.

BlankOn 2.0

BlankOn 2.0 mengunakan nama rilis konde. Kata konde  bermakna alat tusuk penguat sanggul. Tidak semata berfungsi sebagai penguat, konde juga berguna sebagai penghias rambut. Konde merupakan bagian dari konsep pakaian tradisional jawa. Ubuntu sudah digunakan sebagai basis pengembangan pada versi ini. Versi ini dirilis pada tanggal 15 November 2007.

BlankOn 3.0

Lontara menjadi nama rilis BlankOn versi 3.0. Istilah lontara menunjuk aksara masyarakat Bugis-Makasar. Aksara ini digunakan di beberapa daerah di wilayah Sulawesi. BlankOn versi 3.0 dirilis pada 27 April 2008.

BlankOn 4.0

BlankOn 4.0 menggunakan nama rilis Meuligoe (cara baca: meu-ligo). Istilah ini mengacu pada kamus bahasa Aceh berarti tempat kediaman, atau bangunan tambahan yang menjadi pelengkap bagunan utama. Makna lain Meuligoe adalah istana dan pendopo [6]. Versi ini dirilis pada 16 Juni 2009.

BlankOn 5.0

Kode rilis BlankOn 5.0 adalah nanggar. Kata ini berasal dari bahasa Batak yang berarti palu.  BlankOn versi ini dirilis 16 Juni 2009

BlankOn 6.0

BlankOn versi 6.0 menggunakan kata ombilin sebagai kode rilis. Dirilis 4 Juli 2010 ombilin memberikan warna  baru pada tata letak dan rupa pada desktop.

BlankOn 7.0

Versi 7.0 BlankOn menghadirkan nama Pattimura sebagai simbol. Nama ini tentu sudah tidak asing: pahlawan dari daerah Maluku. BalankOn Pattimura  dirilis 17 Agustus 2011. Versi ini dirilis tepat pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

BlankOn 8.0

Nama Rote digunakan pada BlankOn 8.0. Rote adalah kepulauan di Wilayah NusaTenggara Timur (NTT) yang merupakan daerah paling selatan Indonesia. BlankOn Rote dirilis padaJuli tahun 2012.

BlankOn 9.0

BlankOn 9.0 menggunakan nama rilis Suroboyo. Nama ini identik dengan ibukota provinsi Jawa Timur. Versi ini dirilis pada 15 Februari 2015.

 

 

Sumber Rujukan:

[1] BlankOn Linux, Wikipedia. Diakses pada 30 Agustus 2014

[2] Pengenalan BlankOn, Ahmad Haris. Slideshare, diakses pada 30 Agustus 2014

[3] Panduan Kontribusi dan Pemaketan Linux BlankOn. Blankonlinux.or.id, diakses pada 30 Agustus 2014.

[4] Tanya Jawab BlankOn. BlankOn Linux, diakses pada 30 Agustus 2014.

[5] Daftar popularitas distro Linux. Distrowatch, diakses pada 30 Agustus 2014.

Sumber Foto:

[1] Desktop BlankOn. Gambar dokumentasi tim pengembang BlankOn. Digunakan dengan Izin pemilik gambar.

[2] Pertemuan tim pengembang BlankOn. Dokumentasi tim Pengembang. Digunakan dengan Izin pemilik gambar.

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here