Tips Merawat Ban Sepeda Motor

3
1585
pixabay.com

Minat beli masyarakat atas kendaraan bermotor yang semakin tinggi menjadikan jumlah kendaraan roda dua mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sepeda motor menjadi kendaraan pribadi yang banyak dipilih oleh orang untuk menunjang mobilitas keseharian. Selain harganya yang masih bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah, sepeda motor juga relatif mudah digunakan.

Bukan hanya untuk menunjang aktivitas keseharian, melakukan perjalanan jauh atau perjalanan wisata menggunakan sepeda motor, sekarang ini telah menjadi hal yang biasa untuk dilakukan. Alasan menghindari macet dan menghemat waktu perjalanan, membuat banyak orang memilih melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor.

Penggunaan motot tidak saja untuk keperluan sehari hari. Aktivitas rekreasi dan wisata kini juga  banyak menggantngkan pada jenis kendaraan ini. Bermunculannya klub-klub sepeda motor dan semakin banyaknya para penghobi jenis-jenis sepeda motor tertentumenjadi fenomena yang kian mudah disakasikan. Tidak jarang, kelompok ini berkendara motor secara berkelmpok menuju tempat wisata tertentu. Tidak hanya di dalam kota, motor bahkan digunakan untuk perjalanan antar kota. Istilah touring kini kian banyak digunakan.

Selain perawatan terhadap mesin kendaraan, penggunaan dan perawatan ban juga menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika hendak melakukan perjalanan jauh. Ban menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena fungsinya yang sangat vital pada kendaraan. Terjadinya ban kempis atau bahkan ban meletus pada saat melakukan perjalanan akan menghambat perjalanan bahkan membahayakan penggunanya. Karena itu pengendara sepeda motor juga perlu memerhatikan perawatan terhadap ban kendaraannya.

Bagaimana cara merawat ban sepeda motor?

Rutin mengganti angin ban

Angin yang berada di dalam ban kendaraan sangat dipengaruhi oleh suhu. Pemakaian ban yang terus-menerus tanpa pernah mengganti angin akan menyebabkan perubahan pada sifat angin itu sendiri. Munculnya embun dan menyusutnya volume angin di dalam ban adalah hal yang sering terjadi pada ban sepeda motor.

Embun yang muncul bisa menyebabkan pelek sepeda motor berkarat karena unsur air yang ada di dalamnya. Hal ini menyebabkan  kerusakan pada pelek secara perlahan dan sering kali tidak disadari.  Menyusutnya volume angin akan berpengaruh pada tekanan angin di dalam ban.  Situasi ini akan membuat laju kendaraan tidak stabil dan menjadikan ban mudah bocor. Mengganti angin ban sepeda motor secara rutin seminggu sekali akan bisa mengurangi resiko rusaknya pelek karena berkarat dan menjaga kualitas ban sehingga tidak mudah bocor.

Bersihkan ban dari zat lain yang menempel

Bahan pembuatan ban adalah karet yang memiliki karakteristik laiknya karet pada umumnya yang mudah terpengaruh oleh zat lain.  Zat-zat yang memiliki kandungan kimiawi akan lebih mudah memengaruhi karet. Zat kimiawi yang menempel pada ban seperti oli dan jenis minyak lainnya, akan membuat ban mengalami perubahan fisik dan kualitas. Hal ini akan semakin diperparah jika ban tersebut terkena cahaya matahari langsung atau mengalami pemanasan.

Selain mengubah sifat ban, adanya zat kimiawi yang menempel pada permukaan ban juga membuat ban menjadi licin saat digunakan pada jalan beraspal. Ban yang licin akan sangat membahayakan penggunanya, karena akan mudah tergelincir hingga menyebabkan kecelakaaan.

Jangan membawa beban yang berlebihan

Tekanan angin pada ban secara umum selalu dibuat dalam kondisi tekanan yang standar atau normal. Tekanan angin yang standar menyesuaikan berat beban yang mungkin dibawa oleh sepeda motor. Menggunakan sepeda motor untuk membawa beban yang berlebihan tanpa memerhatikan tekanan angin di dalam ban akan membuat ban mendapatkan beban kerja yang lebih besar. Hal ini akan membuat ban menjadi cepat rusak karena ban tidak dalam kondisi standar untuk digunakan.

Jangan sering mengerem mendadak

Saat seorang pengendara sepeda motor mengerem kendaraanya untuk berhenti, permukaan ban sepeda motor akan  bergesekan dengan permukaan jalan. Mengerem laju sepeda motor secara mendadak akan menyebabkan gesekan permukaan ban hanya terjadi pada satu sisi saat perputaran ban terhenti. Gesekan itu hanya dialami pada satu sisi ban yang secara langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Jika hal ini terjadi berulang kali maka permukaan ban akan cepat tipis dan merusak kondisi fisiknya.

Mengerem mendadak dilakukan hanya saat keadaan darurat untuk menghindari tabrakan, misalnya. Jika untuk menghentikan laju sepeda motor pada keadaan yang biasa, pengendara lebih baik mengurangi kecepatan secara perlahan. Dengan begitu gesekan permukaan ban hanya akan berupa gesekan ringan dengan permukaan aspal. Hasilnya  ban tidak cepat tipis dan tidak merusak kondisi fisiknya.

Kesimpulan

Merawat ban sepeda motor dengan baik akan membuat laju kendaraan tetap stabil dan menjaga kondisi fisik, keawetan, serta menjaga kualitas dari ban itu sendiri. Selain itu, ban yang selalu dalam kondisi baik juga akan berpengaruh pada hal lain yang berhubungan dengan kerja dari ban. Merawat ban sepeda motor secara tidak langsung juga telah melakukan perawatan untuk pelek roda, rantai dan gir, serta menghemat penggunaan bahan bakar karena kerja mesin menjadi tidak berat.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here