Tahukah Anda Toilet & Kamar Mandi di Hotel Lebih Bersih Daripada Kamar Tidur & Ruang Tamunya?

17
4364
Ruang Hotel lebih banyak bakteri dibanding kamar mandi dan toilet
Ruang Hotel

Menginap di hotel bisa jadi merupakan hal biasa bagi yang acap bepergian ke luar kota, baik karena tuntutan pekerjaan ataupun dalam rangka berliburan alias traveling. Alasan menginap di hotel selain agar bisa istirahat dengan nyaman, tentujuga supaya bisa melanjutkan pekerjaan dengan tenang.

Bisnis Hotel Yang Menjanjikan

Belakangan ini jumlah pengusaha hotel yang telah melebarkan sayapnya juga tak sedikit. Hal ini terbukti dengan makin merebaknya pembangunan hotel bukan saja di kota-kota besar, namun di kota-kota kecil yang aksesnya masih belum begitu gampang, kenyatannya telah banyak hotel berdiri. Ada yang bertipe resort, ada yang bercorak cottage (bungalow), dan pula yang memiliki konsep villa.

Merebaknya pembangunan hotel tentu saja memberikan pandangan kepada kita bahwa bisnis properti di negeri ini, yang di dalamnya termasuk juga hotel, masih sangat menjanjikan. Apalagi tenaga-tenaga handal dalam bidang perhotelan juga telah gampang ditemukan.

Dari merebaknya hotel ini bukan idak mungkin pada setiap manajemen hotel akan mempropagandakan keunggulan hotelnya, baik dalam ketepatan pelayanan, kenyamanan suasana, ataupun dalam hal kenikmatan sajian makanan. Semua saling berlomba, dan tak ada yang hendak ketinggalan dalam menggaet tamu sebanyak-banyaknya.

  • Division of Hotel

Sehubungan hal tersebut, selain gencarnya pemasaran yang dilakukan oleh tim marketing, yang tak ketinggalan tentu saja adalah pemberdayaan tenaga terampil yang mengelolanya. Para rofesional dituntut untuk selalu bersaing dalam menjaga kepuasan tamu pun pelanggan, salah satunya adalah profesionalisme dari Room Division.

Perlu diketahui bahwa di hotel itu ada banyak divisi, sementara divisi yang acap berhubungan dengan tamu adalah Food & Beverage serta Room Division. Sebagaimana istilahnya, food & beverage tentu saja adalah divisi yang menangani tentang makanan serta minuman. Sedangkan Room Division adalah divisi yang menaungi urusan kamar yang dijual di hotel.

Kebersihan adalah tugas yang dikelola dan dikerjakan pada wilayah Room Division, oleh karenanya dalam usaha kepuasan tamu, para petugas kebersihan akan selalu berusaha menyajikan pelayanan kebersihannya secara maksimal, baik dalam membersihkan area umum (publick area) ataupun dalam perawatan kebersihan di kamar.

  • Kebersihan Kamar Hotel

Jika orang yang bertugas menjaga kebersihan pada publick area lingkungan hotel dikenal dengan sebutan Houseman, maka petugas kebersihan di kamar hotel disebut Room Attendant, yang pria bisa dipanggil Roomboy sedangkan yang wanita bisa pula dipanggil Roommid.

Tugas room attendant ini selain melayani kebutuhan tamu yang berhubungan dengan fasilitas di kamar, juga membersihkan kamar setiap harinya. Baik membersihkan toilet ataupun membersihkan tempat serta kamar tidurnya. Dalam membersihkan kamar dan toilet ini, selain mengganti yang sudah dipakai, misalnya handuk, selimut, bed sheet, mereka juga berkewajiban mengisi kebutuhan standard, sebagai contoh sampo, sabun, pulpen, dan amenaties lainnya.

  • Penelitian Kebersihan

Dilihat dari perlakuan petugas kamar hotel semacam ini, tentu saja hotel memiliki kecenderungan lebih bersih lantaran dirawat setiap harinya. Hal ini bisa dibenarkan. Hanya saja tetap ada yang butuh diteliti untuk membandingkan tingkat kebersihan bagian dalam kamar hotel itu.

Dalam membandingkan tingkat kebersihan kamar hotel, sebagian besar pastilah berpendapat bahwa kamar mandi & toilet merupakan bagian yang lebih berkuman dibanding kamar tamu serta ruang & tempat tidur. Tapi ternyata pendapat kebanyakan orang ini salah besar. Pasalnya setelah diadakan sebuah penelitian, terbukti kamar mandi & toilet justru merupakan tempat yang paling sedikit kuman dibanding benda dan tempat lain di kamar hotel.

Kesaksian Check Safety First (CSF)

Penelitian yang membandingkan tingkat kebersihan antara kamal hotel dengan toilet & kamar mandi ini dilakukan oleh CSF (Check Safety First), yaitu satu perusahaan yang menawarkan sistem manajemen risiko keamanan dan kesehatan hotel serta perusahaan yang juga fokus pada bisnis perjalanan wanita.

Dalam penelitiannya CSF juga menemukan bahwa kasur, selimut, dan permukaan barang di kamar hotel ternyata berpotensi menyimpan sejumlah bakteri berbahaya. Penelitian ini menggunakan indikator Relative Light Units (RLU) untuk mengukur jumlah debu dan bakteri pada permukaan satu benda di kamar hotel.

  • Pembuktian Dengan RLU (Relative Light Units)

CSF yang meneliti dengan menggunakan indikator Relative Light Units menyatakan bahwa di bagian wastafel terdapat sekitar 535 RLU, pada dudukan toilet 34 RLU, sedangkan pada kamar mandi rata-rata berkadar RLU sebesar 44. Saat berpindah tempat penelitiannya, yaitu memeriksa piring dan peralatan makan lain, ternyata ada 277 RLU di sana. Ini jelas menunjukkan tingkat kuman lebih tinggi karena kadar RLU juga jauh lebih kotor daripadakamar mandi.

Bagian dari meja dan sofa di kamar hotel juga tak ketinggalan diteliti oleh Check Safety First. Hasilnya remot control TV mengandung bakteri 128 RLU, telepon 207 RLU, sakelar lampu 127 RLU, dan handle pintu sebanyak 63 RLU.

Melihat kenyataan ini, semoga kita bisa selalu waspada dan tetap menjaga diri dalam merawat kebersihan. Minimal harus mencuci tangan dahulu, utamanya sebelum menyantap makanan di kamar hotel. Dan kurangi menikmati makanan di atas tempat tidur. Kesehatan adalah hal yang tak bisa ditawar lagi, sebab ketika telah sakit, berapapun harus kita keluarkan untuk membiayai. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Kamar Mandi di Hotel Lebih Higienis Daripada Kasurnya www.merdeka.com Diakses pada 05 September 2014

[2] Gambar “Kamar Hotel” Dilisensikan sebagai CC BY 2.0. www.agoda.net Diakses pada 05 September 2014

Berbagi dan Diskusi

17 COMMENTS

  1. […] Carica memang enak dan nikmat, namun jangan sesekali mengonsumsinya sebagaimana buah markisa ataupun pepaya, dikonsumsi setelah masak di pohon. Lain dari itu, untuk mengonsumsi buah carica masih dibutuhkan olahan khusus, misalnya dibikin manisan ataupun sirup, karena jika tak diolah, carica akan menjadi penyebab rasa gatal di lidah dan bibir. Bagi yang tak mau repot, saat ini telah banyak carica instan dalam kemasan yang siap konsumsi, sebagaimana kemasan ‘peach’ yang ada di hotel serta restoran. […]

  2. […] Saat ini bepergian dan lalu menginap di suatu hotel menjadi hal yang lazim dilakukan bukan saja oleh mereka yang akrab dengan kegiatan bisnis dan para pengusaha yang acap diidentikan dengan kemampuan membayar kamar hotel. Karena bagi yang gemar melancong dengan tujuan berwisata pun ‘backpacking’ dan atau mereka yang bepergian sekedar menyambangi teman, telah terbiasa menginap di suatu hotel. […]

  3. […] Wastafel di dapur merupakan tempat yang sering kita gunakan apabila sering memasak. Karena di sanalah kita mencuci segala hal, baik piring ataupun bahan makanan sebelum dimasak. Dan karenanya, wastafel di dapur ini juga merupakan tempat yang paling sering tersiram air panas serta sabun.     Namun kenyataannya hal itu tak bisa menjamin bahwa wastafel dapur terbebaskan dari keberadaan kuman, pasalnya justru ada banyak kuman dan bakteri yang bersarang di sana. Ini terjadi tak lain karena wastafel di dapur sering terkena sisa makanan, sehingga kapasitas terkontaminasinya justru bisa mencapai sejumlah 100.000 kali lipat dibandingkan wastafel di kamar mandi ataupun toilet. [Baca juga: Tahukah Anda Toilet & Kamar Mandi di Hotel Lebih Bersih Daripada Kamar Tidur & Ruang Tamunya…] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here