Biografi dan Pemikiran Alfred Vierkandt (1867-1953)

3
3180
Biografi dan Pemikiran Alfred Vierkandt

Alfred Vierkandt bukan saja seorang sosiolog melainkan juga ahli etnografi, psikolog sosial, filsuf sosial dan filsuf sejarah. Namanya mulai disegani setelah karya fenomenologisnya Gesellschaftslehre diterbitkan tahun 1920-an. Sebagaimana kebanyakan sosiolog Jerman, ia juga penganut sosiologi mazhab formal.

Vierkandt lahir di Hamburg 4 Juni 1867. Belajar sains dan filsafat di Universitas Leipzig. Awlnya karir akademinya sebagai dosen etnologi, lalu menjadi Profesor Sosiologi di Universitas Berlin, ditahun 1913. Dia adalah salah satu pendiri dari Deutsche Gesellschaft für Soziologie, pada tahun 1909 dan pensiun pada tahun 1934. Ia meninggal pada usia 85, 24 April 1953, di Berlin.

Biografi Alfred Vierkandt
Biografi Alfred Vierkandt

Karyanya sebagai berikut; primitive and civilized peoples (1896), inertia in culture change (1908), theory of society; main problems of philosophical sociology (1922, diperbaiki pada 1928 dan 1949), dictionary of sociology (1931), family, people and state in their social life (1936).

Semula ilmu sosiologi dianggap Alfred Vierkandt sebagai ilmu yang harus mempelajari sejarah kebudayaan. Setelah menekuni secara intens tentng sosiologi, ia merubah anggapannya dan menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu mempelajari interaksi antar manusia dan hasil interaksi tersebut. Maka masyarakat merupakan himpunan interaksi-interkasi sosial, dan sudah menjadi tugas sosiolog untuk mengkonstruksikan teori-teori tentang masyarakat dan kebudayaan.

Keberadaan setiap masyarakat, menurutnya, terbentuk dari adanya suatu kebulatan dimana masing-masing unsur saling mempengaruhi. Ikatan emosional menjadi dasar semua struktur social. Ikatan emosional terwujud dengan tidak adanya konflik antara kesadaran individual dengan kelompok, kepentingan individu tunduk kepada tujuan kelompoknya. Hubungan antar individu sebagai suatu mata rantai bisa timbul dan hilang, akan tetapi struktur dan tujuan kelompok social tetap bertahan. Maka sosiologi harus fokus mempelajari bentuk dan struktur-struktur tersebut.

Sebagai sosiolog mazhab formal, Alfred Vierkandt menyatakan bahwa sosiologi tidaklah boleh menyepelekan situasi-situasi mental. Situasi-situasi tersebut tak dapat dianalisis secara tersendiri, akan tetapi haru dipakai sebagai hasil perilaku yang timbul sebagai akibat interaksi antar individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dengan demikian, tugas sosiologi adalah untuk menganalisis dan mengadakan sistematika terhadap gejala sosial dengan jalan menguraikannya ke dalam bentuk-bentuk kehidupan mental.

Hal itu dapat ditemukan dalam gejala-gejala seperti harga diri, perjuangan, simpati, imitasi dan lain sebagainya. Itulah prekondisi suatu masyarakat yang hanya dapat berkembang penuh dalam kehidupan berkelompok atau dalam masyarakat setempat (community). Oleh karena itu sosiologi harus memusatkan perhatian terhadap kelompok-kelompok sosial.

Bersama Leopold von Wiese, Steinmetz, Bierens de Haan, pemikiran Alfred Vier Kandt menjadi bahan ajar kuliah sosiologi di sekolah tinggi hukum di Jakarta ketika Indonesia dijaman penjajahan Belanda. ***

Sumber tulisan;

[1] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992, hlm 449-450

[2] www.wikipedia.com/Alfred Vierkandt, diakses pada 30 Agustus 2014

[3] Alfred Vierkandt, Gambar Wikipedia. Diakses pada 30 Agustus 2014.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here