Panduan Memilih Foto untuk Blog dan Media Online Komunitas

7
1882
Memilih Foto untuk Blog
Memilih Foto untuk Blog

Pengunaan foto atau ilutrasi dalam penulisan berita adalah bagian penting. Ketersediaan gambar dapat menunjang nuansa dan memperkuat isi berita. Pemuatan foto juga mempercantik tampilan pada berita. Meski demikian, beberapa hal perlu diperhatikan dalam pemuatan foto dalam pewartaan dalam jaringan (daring/online).

Memilih foto untuk blog tidak semata terkait dengan fungsinya untuk memperkuat isi blog. Foto juga berfungsi untuk menjelaskan sebagian dari pesan dalam tulisan. Meski demikian, pemilihan foto perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti hak penggunaan foto pihak ketiga; kesesuaian foto dengan tema, dan; ukuran yang tepat agar foto tidak memberatkan pengakses. Perhatikan beberapa hal berikut ini:

 1. Gunakanlah foto yang memiliki kesesuaian dengan isi berita. Berita yang tidak memiliki foto dapat mempergunakan foto atau ilustrasi tetapi harus sesuai dengan tema berita.

2. Perhatikanlah lisensi atau izin penggunaan foto jika penulis mencuplik foto dari situs (website) atau sumber ketiga. Pemilik foto biasanya memberikan lisensi berbeda pada karya fotografi. Media massa umumnya memberikan lisensi tertutup atas isi pemberitaan termasuk foto. Akibatnya, segala bentuk pengunaan foto dengan tanpa izin tertulis dapat berakibat sanksi hukum. Jika mengutip dari buku perhatikanlah lisensi yang disertakan dalam buku. Biasanya lisensi ada pada halaman-halaman awal. Pencuplikan gambar dari situs atau website juga perlu mencermati lisensi gambar tersebut. Biasanya lisensi dapat ditemukan pada menu ketentuan dan layanan.

Anda dapat menggunakan foto yang berlisensi creative common (CC) dengan lebih mudah. Banyak situs yang kini telah menggunakan lisensi CC. Konten yang dilisensikan di bawah bendera CC biasanya ditujukan untuk memperluas keteraksesan pengetahuan. Pengguna jenis lisensi ini biasanya kelompok yang mengharapkan ketersebaran luas isi atau informasi yang disediakan.

Ada beberapa jenis lisensi creative common, yaitu:

  • CC BY: Lisensi yang memperbolehkan penggunaan material konten untuk tujuan komersial dan modifikasi atas isi konten tersebut.
  • CC BY-NC: adalah lisensi creative commons yang mengizinkan penggunaan dan modifikasi konten selama tidak dipergunakan untuk tujuan komersial.
  • CC BY-NC-ND: adalah lisensi yang memperbolehkan penggunaan konten tetapi dengan larangan modifikasi dan penggunaan untuk tujuan komersial.
  • CC BY-NC-SA: adalah lisensi creative commons yang mengizinkan penggunaan an modifikasi selama tidak dipergunakan untuk tujuan komersial serta dengan keharusan pengutip untuk mempergunakan lisensi tersebut dalam bentuk lisensi yang sama.

Portal http://buruhmigran.or.id adalah salah satu pengguna lisensi CC BY-NC-SA. Seluruh karya dan tulisan dapat dikutip  dan disebarluaskan dengan memperhatikan kaidah lisensi tersebut. Mengapa? Tujuan utama ketersediaan portal http://buruhmigran.or.id adalah untuk menyebarluaskan informasi kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) atau Buruh MIgran Indonesia (BMI), karena itu semakin luas penyebaran yang dilakukan akan diharapkan akan membantu kelompok BMI.

3. Kecilkan ukuran berkas (file) gambar untuk media online. Mengapa? Saat seseorang mengakses sebuah situs dengan  melalui perambah, seluruh berkas yang berada pada halaman yang diakses akan ditampilkan. Semakin bersar ukuran berkas tersebut, maka semakin berat pula beban besaran data (bandwith) yang dipergunakan oleh pengakses. Wajar kiranya seringkali sebuah situs sangat berat diakses karena menyertakan berkas-berkas besar.

Pengecilan berkas dapat dilakukan dengan menggunakan piranti lunak (software) tertentu yang mudah ditemui baik dalam sistem operasi linux, Apple dan Windows. Jika Anda menggunakan piranti lunak berbasis Windows dan Aplle, pastikanlah piranti lunak tersebut pun legal.

 

Jenis-jenis lisensi Creative Common
Jenis-jenis lisensi Creative Common. Sumber Creativecommons.org

4. Hindari pemuatan gambar yang tidak diinginkan oleh orang yang dimuat apabila dianggap mengancam atau diminta oleh pihak yang tertera dalam gambar. Sebagai contoh, hindari penggunaan foto asli dan jelas pada kasus pelecehan seksual jika akan membahayakan keselamatan dan psikis korban.

5. Hindari foto yang memuat kekerasan secara vulgar, seperti peristiwa pembunuhan dan penyiksaan. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat peluang keteraksesan media online oleh anak kini semakin terbuka.

6. Maksimalkan penggunaan kamera sederhana seperti kamera pada telepon seluler. Meski dengan hasil yang terkadang biasa, namun keaslian foto yang diambil dari telepon seluler merupakan kelebihan. Pewarta tidak perlu berpikir untuk memliki kamera mahal. Pewarta warga cukup menggunakan alat-alat sederhana yang dimiliki atau dengan mudah digunakan saat peliputan atau merekam peristiwa.

7. Berilah keterangan untu foto tersebut secara benar dan relevan. Keterangan tidak perlu terlalu panjang dan sebaiknya hanya memuat 10-15 kata. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembaca.

Berbagi dan Diskusi

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here