Mengatur Waktu Tidur agar Metabolisme Tubuh Terkendali

4
1925
Penyebab terjaga kala tidur nyenyak
Inilah Cara Agar Bayi Bisa Tidur 8 Jam Penuh di Malam Hari

Lama waktu tidur ideal manusia menentukan kualitas kesehatan. Secara umum, tidur yang berkualitas akan memengaruhi kesehatan tubuh. Kekurangan tidur dapat menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh yang berimplikasi pada timbulnya beberapa macam penyakit. Tidur ideal tidak semata terkait dengan dengan durasi, tetapi juga terkait dengan kualitas dan waktu tidur.

Waktu tidur orang modern memang cenderung berkurang. Hal ini dipengaruhi, salah satunya, oleh kesibukan dan ketersediaan aktivitas yang difasilitasi oleh teknologi informasi dan komunikasi (TKI). Keleluasaan akses informasi dan komunikasi pada masa modern menyebabkan menurunnnya waktu tidur. Malam yang sebelumnya digunakan secara maksimal sebagai waktu istirahat, oleh manusia modern terkadang masih banyak digunakan untuk aktivitas pekerjaan, komunikasi dengan orang lain dan mengakses informasi.  Pada tahun 1910 waktu tidur umum adalah 10 jam. Semakin berkurang, waktu tidur orang pada tahun 1975 menjadi 7 jam. Tidur juga dipengaruhi oleh kultur, budaya atau tradisi [1].

Metabolisme Tubuh Selama Tidur

Saat tubuh tertidur, tubuh menjalankan beberapa proses metabolisme. Otak, pencernaan, peredaran darah, pernafasan turut dipengaruhi oleh situasi ini. Tubuh memiliki mekanisme tertentu untuk meminta agar jaringan diistirahatkan. Mekanisme tersebut dikenal sebagai kantuk. Menguap (angop: jawa) adalah salah satu mekanisme yang paling sering dikenal. Menguap adalah tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen.

Kerja jantung akan menurun pada saat manusia tidur. Detak jantung akan turun hingga 10-30 denyut perdetik. Tentu saja jumlah denyut tersebut berbeda dengan manusia terjaga. Penurunan tekanan darah terjadi akibat sedikitnya denyut tersebut. Inilah hubungan antara kecukupan tidur dan persoalan tensi darah. Selama waktu istirahat sel akan bekerja lebih maksimal untuk memperbaiki sistem tubuh yang rusak atau ternggangu. Pengeluaran racun akan lebih maksimal dilakukan oleh ginjal.  Limbah beracun yang masuk ke tubuh atau dihasilkan sel yang rusak tidak bekerja dengan baik pada saat manusia tidur. Situasi ini memungkinkan tubuh memperbaiki sistem pertahanan dan sel yang rusak [2].

Sistem kekebalan tubuh akan meningkat pada saat tubuh tidur. Protein dan sistem kekebalan akan diproduksi lebih dibandingkan pada saat terjaga. Tumor Necrosis factor (TNF) yang bertugas mengatasi anomali pada sel akan diproduksi dan dipompa ke seluruh tubuh secara lebih maksimal. Inilah yang menyebabkan tubuh manusia yang memiliki tidur cukup lebih kecil resikonya mengidap kanker. Lain sisi, orang yang tidur cukup memiliki kemampuan melawan infeksi secara lebih baik.

Sistem hormonal tubuh pada saat tidur akan menjalankan fungsi anabolik. Proses anabolik adalah pemusatan enersi tubuh untuk perbaikan dan pertumbuhan. Beberapa jenis hormon yang digunakan untuk aktivitas akan menurun kadarnya, seperti adrenalin dan kortikosteroid. Homorn pertumbuhan (human growth hormone/HGH) akan meningkat. HGH sangat membantu tubuh  untuk memperbaiki dan memelihara jringan otot dan tulang.

Sumber Rujukan:

[1] Historical and Cultural Perspectives of Sleep. MED Harvard, diakses pada 8 September 2014.

[2] Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia saat Tidur? Detik Health. Diakses pada 8 September 2014.

Ilustrasi dan Gambar:

[1] Ilustrasi Ayah dan Anak Tidur. Gambar dilisensikan sebagai CC 0. Sumber Pixabay.com, diakses pada 8 September 2014.

 

 

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here