Kisah Asal-usul Purwaceng Sebagai Viagra Indonesia

9
9987
Tanaman Purwoceng
Tanaman Purwoceng

Ketika Anda bepergian ke daerah Temanggung arah Dieng ataupun sebaliknya, selain buah carica pastinya juga bakal menemukan varian rempah yang tak mudah bisa ditemukan di tempat lain, ialah purwaceng.

Purwaceng; Rumput Istimewa

Purwaceng mungkin saja menjadi tanaman yang tak begitu diperhatikan karena memang bentuknya  tak jauh beda dengan rumput liar di sawah, akan tetapi beberapa orang telah menganggapnya sebagai jenis tanaman yang mengandung khasiat istimewa. Utamanya bagi daya tahan dan kekuatan tubuh bagi yang sudah dewasa.

Merunut dari banyaknya orang yang telah menikmati khasiatnya, pada akhirnya ada pula sebuah cerita di masyarakat ikhwal asal-usul ataupun ditemukannya jenis tanaman istimewa bernama purwaceng ini.

Kisah Purwaceng

Alkisah ada beberapa orang yang dipekerjakan oleh seorang juragan kebun untuk bercocoktanam di sebuah pegunungan dan dataran tinggi, tentu saja dengan suhu yang tercipta adalah dingin.     Satu saat hujan mengguyur ladang yang sedang mereka garap, maka dengan berkelompok para pekerja kebun tersebut berteduh di sebuah batu besar agar tak basah kuyup.

  • Kegiatan saat berteduh karena hujan

Tatkala hujan tak kunjung reda, merekapun memutuskan untuk membuat perapian guna menjaga agar kondisi badan tak menjadi kedinginan. Saat sebagian membuat api unggun, sebagian lainnya mencari bahan-bahan yang bisa dikonsumsi sebagai asupan makanan. Ubi dan buah-buahan menjadi sasaran utamanya.       Pada kondisi tersebut, ada satu petani yang coba-coba mengunyah bahan makanan lain berujud dedaunan. Hal itu bertujuan agar hawa dingin tak begitu terasa dan mulutpun juga ada kegiatannya. Hingga akhirnya, dikunyahlah jenis rerumputan kecil yang lama-kelamaan tanpa disadari rumput tersebut mampu memberikan efek hangat pada badannya.

Tak pelak hal itu diberitakannya pada teman-teman lain sesama petani, yang selanjutnya mereka semua juga mengunyah jenis rerumputan tersebut.

  • Manfaat purwaceng yang luar-biasa

Luarbiasa! Hal yang terjadi setelah mereka mengunyah dan menelan jenis rerumputan itu, bukan saja sebatas badan menjadi hangat. Namun ada efek lain, yaitu beberapa dari mereka mengalami efek ereksi pada kemaluannya.      Dari kejadian-kejadian itu, maka pada akhirnya mereka menjuluki tumbuhan jenis rerumputan itu dengan nama “purwaceng.” Asal kata purwa dan ceng. Purwa berarti “ikhwal” alias ‘tentang’, sedangkan ceng asal kata dari “ngaceng” alias ‘ereksi’.

Begitulah salah satu kisah yang merebak dan acapkali diceritakan oleh banyak warga yang mengenal dekat dengan jenis tumbuhan purwaceng.

  • Bernama latin pimpinella pruatjan

Bisa jadi kisah itu hanyalah argumentasi bernada othak-athik gathuk alias menyambung-nyambungkan cerita dengan keadaan sebuah benda yang ada di depan mata. Namun terlepas dari itu semua, ada banyak penelitian memaparkan bahwa purwaceng termasuk dalam varian tetumbuhan berjenis serupa dengan  ginseng yang biasanya tumbuh di Korea ataupun negeri Cina, yaitu yang memiliki nama latin alpina, pimpinella pruatjan ataupun pimpinella Fraucan.

Sehingga bukan satu hal yang mengherankan ketika diketahui khasiatnya memang tak jauh berbeda dengan yang ada pada cerita di atas. Oleh karena itu pula dewasa ini jenis tumbuhan purwaceng dikonsumsi manusia yang dapat meningkatkan stamina serta menyegarkan badan.    Purwaceng ini pertama kali ditemukan di pegunungan Alpen, Swiss dengan ketinggian 2000-3000 meter di atas permukaan laut. Sementara di Indonesia sendiri, selain di speutar Dieng dapat pula dijumpai di pegunungan Lyang, Jawa Timur dengan nama Suripandak abang, dan juga Gebangan Depok untuk dataran tinggi wilayah Gunung Tengger.

  • Purwaceng dikemas dan dijual bebas

Purwaceng sering disebut sebagai Viagra tradisional atau Viagra Indonesia karena akarnya memiliki sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak, yaitu khasiat obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina.   Dimana tumbuhan yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah.

Setelah diteliti oleh para ahli, diketahui lebih lanjut bahwa bahan aktif purwaceng paling banyak terdapat pada bagian akarnya yang menyerupai wortel dan berwarna putih, panjangnya sekitar 10 cm. Akar purwaceng mengandung turunan senyawa kumarin yang sering digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, dan juga sebagai anti fungi serta anti kanker.

Karena ditengarai sebagai tanaman obat yang memiliki khasiat penambah stamina itu, maka bukan satu hal mustahil jika harga purwaceng satu kilogram bisa mencapai Rp 700.000,-       Kini purwaceng juga tersedia dalam kemasan instan yang bisa disedu sebagai bahan minuman berujud kopi, teh, ataupun susu. Selain itu ada pula purwaceng yang disajikan dengan racikan instan kapulaga, ataupun jahe. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Sumber tulisan adalah cerita beberapa penduduk dataran tinggi Dieng yang sempat dikaji oleh penulis

[2] Purwaceng id.wikipedia  Diakses pada 19 September 2014

[3] Gambar Purwaceng id.wikipedia  Diakses pada 19 September 2014

Berbagi dan Diskusi

9 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here