Beberapa Novel Indonesia yang Diangkat ke Layar Lebar

25
13141
The Strawberry Surprise
The Strawberry Surprise

Dunia buku sepertinya hampir serupa dengan cinema ataupun dunia film, karena ketika buku masih sangat akrab dengan segala usia, cinema juga mengalami hal serupa. Ketika yang banyak mengakrabi buku adalah anak muda tentu saja yang “gaul” dengan dunia film adalah mereka yang masih berusia remaja serta yang merasa sudah tua namun akrab dengan dunia anak muda. Memang itu adalah hal yang tak bisa dipukul rata, karena toh masih tetap ada orang yang benar-benar tua namun tetap gemar dengan dunia buku pun dunia cinema.

Ketika membicarakan tentang buku, utamanya novel, dan juga membahas mengenai cinema, tema “cinta” dan juga “action” menjadi hal yang tak bisa ditinggalkan. Oleh karenanya, sebagian film juga diadaptasi dari sebuah novel yang memiliki karakteristik tersendiri. Di wilayah Nusantara ini sudah ada banyak film yang kisah-ceritanya diangkat dari novel, dan berikut ini beberapa novel yang pernah diangkat ke layar lebar;

  • Rectoverso

Rectoverso adalah sebuah film omnibus berisi 5 cerita dan 5 sutradara yang diangkat dari beberapa cerita pendek pada novel Rectoverso karya istimewa dari Dewi Dee Lestari. Film yang disutradarai oleh Marcella Zalianty, Happy Salma, Rachel Maryam, Chathy Sharon dan Olga Lidya ini diperankan oleh banyak bintang, antara lain; Acha Septriasa, Lukman Sardi, Asmirandah, Tio Pakusadewo, Prisia Nasution, Fauzi Baadilah, dan masih banyak lagi.

Sedangkan 5 cerita yang dikemas dalam judul Rectoverso ini maisng-maisng adalah;

    • Malaikat juga tahu, Hanya isyarat,
    • Curhat buat sahabat
    • Hanya isyarat
    • Firasat
    • Cicak di dinding

Film yang diproduksi oleh Keana Production & Communication sekitar tahun 2013 ini memiliki durasi selama 110 menit dan berkategori dewasa.

  • Mika

Mika merupakan film yang diangkat dari novel indie berjudul “Waktu Aku Sama Mika.” Film ini mengisahkan tentang gadis skoliosis dan cowok AIDS, yang keduanya saling menguatkan, saling memberi semangat dan saling memotivasi.

Diproduksi “Investasi Film Indonesia & First Media” dan disutradarai Lasja F. Susatyo, film yang telah tayang di bioskop tahun 2013 ini juga dibintangi oleh Vino G Bastian dan Velove Vexia.

  • Madre

Serupa dengan Rectoverso, Madre merupakan film yang diangkat dari novel berjudul “Madre” karya Dewi Dee Lestari, sedangkan yang membintangi film ini antara lain adalah Vino G Bastian, Laura Basuki, dan Didi Petet. Film yang berkisah tentang “roti” ini diproduksi oleh Mizan Production dan tayang tahun 2013.

  • 9 Summers 10 Autumns

Dengan para pemain antara lain adalah Dira Sugandi, Ihsan Tarore, dan Agni Pratista, film berjudul “9 Summers 10 Autums” ini disutradari oleh Ifa Isfansyah dan mengisahkan tentang anak sopir angkot dari kota Batu – Malang yang menjadi direktur di New York. Diangkat dari novel karya Iwan Setyawan, film ini tayang pada tahun 2013.

  • Edensor

Edensor adalah salah satu novel dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang bercerita mengenai perjalanan Ikal dan Arai selama berkuliah di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis. Kisah ini diangkat ke layar lebar dengan sutradara Putrama Tuta

  • Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Bagi Anda penggemar orang awak bernama Buya Hamka pasti tahu karya berkelas di dunia sastra yang satu ini, yaitu novel berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” dengan kisah persoalan adat di Minangkabau dan cinta yang terhalang karena harta. Novel roman tersebut terbit sebelum Indonesia merdeka, yaitu tahun 1939. Pemeran film yang diangkat dari novel ini, antara lain adalah Herjunot Ali, Pevita Pearce dan Reza Rahadian.

  • 99 Cahaya Dilangit Eropa

Bagi Anda yang tahu sleuk-beluk putri Amin Rais ini, pasti paham dengan novel berlatar Eropa yang dikisahkan oleh Hanum Salsabeela Rais dan Rangga Almahendra ini. Debutan baru yang lolos dari Indonesian Idol bernama Fatin Shidqia Lubis turut dalam penggarapan film ini.

  • Sepatu Dahlan

Sepatu Dahlan adalah film yang diangkat dari novel karya Krishna Pabhicara dengan cerita kisah hidup dari orang bersahaja yang kini menjadi salah satu pejabat negara, Dahlan Iskhan.Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan dan diproduksi oleh Mizan Production dengan para pemerannya antara lain adalah Donny Damarasebagai Mohammad Iskan, si tukang kayu ayah Dahlan Iskan, dan juga Kinaryosih yang dipasangkan dengan Donny sebagai ibu Dahlan Iskan.

  • Supernova

Dewi Dee Lestari seperti tak ada matinya, setelah Rextoverso dan Madre, ternyata karya novel yang ditulisnya berjudul Supernova juga diangkat ke layar lebar. Diproduksi oleh Soraya Intercine Film, film ini dibintangi oleh Herjunot Ali, Raline Shah, Paula Verhoeven, Fedi Nuril, dan Arifin Putra.

  • Marmut Merah jambu

Yang akrab dengan dunia tawa pastilah tahu dengan sosok Raditya Dika, ialah penulis novel yang juga difilmkan dengan judul “marmut Merah Jambu” yang mengisahkan cinta pertama ketika SMA.Film ini diborong oleh Raditya Dika, pasalnya dari tulisan di novel, sutradara, dan juga pemeran adalah dirinya sendiri yang dipercaya oleh Starvision sebagai pihak rumah produksinya.

  • The Strawberry Surpise

The Strawberry Surprise Cinema
The Strawberry Surprise on Cinema

The Strawberry Surpise menjadi salah satu film yang diangkat dari sebuah novel Indonesia dan tayang pada bulan Oktober 2014. Judul film ini sesuai dengan judul novel karya sastra dari Desi Puspitasari, dan diproduksi oleh Starvision.

Disutradarai oleh Hanny R Saputra film ini mengisahkan tentang sepasang kekasih beda kota yang tak merasa nyaman dan harus menunggu lima tahun untuk menentukan nasih perjodohannya, yaitu Aggi seorang remaja Jogja yang bekerja sebagai kurator sebuah galeri foto dan Timur si pemuda Bandung yang berprofesi sebagai photographer.

Pemeran utama dalam film berjenis drama ini tak asing lagi bagi dunia cinema Indonesia, yaitu Acha Septriasa sebagai Aggi, dan Reza Rahadian sebagai Timur.

Sejatinya masih banyak lagi film yang diangkat ke layar lebar berasal dari karya-karya novelis asli Indonesia, selain yang telah terpaparkan di atas, antara lain adalah Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, 3600 Detik3600 Detik, La Tahzan, Kata Hati, Cerita Cinta, Antologi Rasa, Janji Hati, Luntang Lantung, Ketika Tuhan Jatuh Cinta, dan masih banyak lagi.

Ini menunjukkan bahwa dunia kreatif masih sangat menjanjikan dan karya-karya anak bangsa juga patut diperhitungkan untuk terus dipacu kualitasnya agar kelak lebih mampu bersaing dengan karya bangsa lain. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Daftar Film Indonesia yang Diangkat dari Novel www.indosinema.com Diakses pada 21 September 2014

[2] Gambar The Strawberry Surprise -dam para pemerannya- diambil dari Twitter Official @FilmStrawberryS Diakses pada 21 September 2014

Berbagi dan Diskusi

25 COMMENTS

  1. […] V adalah tema yang diusung oleh Maroon Five dalam meluncurkan album baru yang kelima ini. Demi mendapatkan desain sampul pada album tersebut, pihak maroon5 awalnya telah mengadakan kontest yang dibuka untuk umum, yaitu berupa kontes design dengan tema bebas. Dan pada akhirnya tertanggal 7 Oktober, sebagaimana tercantum pada situs resminya, grup musik asal Los Angeles, Amerika Serikat, ini telah mengumumkan pemenang desain tersebut yang tak lain adalah Bayo Gale, seoang pemuda asli Indonesia. […]

  2. […] Menilik catatan sejarah, dimulai pada tanggal 22 Desember tahun 1928, bertempat di Yogyakarta berkumpullah para pejuang perempuan yang berasal dari 12 kota di Jawa dan Sumatra.   Bukan sekdar berkumpul, selama tiga hari mereka juga menjalankna satu agenda berupa kongres  –yang kemudian dikenal dengan nama Kongres Perempuan I.    Pada akhir kongres, tertanggal 25 Desember 1928, menghasilkan banyak kesepakatan, di antaranya adalah pembentukan organisasi perempuan sebagai sebuah payung bernama KOWANI, yaitu singkatan dari Kongres Wanita Indonesia. […]

  3. […] Kutipan di atas merupakan narasi yang diucapkan oleh Setadewa atau dikenal dengan nama panggilan Teto, narator dalam novel Burung-Burung Manyar karangan Y.B. Mangunwijaya. Burung-Burung Manyar adalah sebuah roman percintaan berlatar sejarah, yaitu pada masa revolusi Indonesia hingga masa peralihan saat pendudukan Jepang dan bahkan sampai masa Orde Baru. Mengangkat tipe cinta yang platonik, adalah dua karakter kuat yang menggerakkan cerita, yaitu, Setadewa atau dipanggil Teto dengan Den Rara Larasati atau dipanggil Atik. [Baca juga: Beberapa Novel Indonesia yang Diangkat ke Layar Lebar] […]

  4. […] Buku memang menjadi teman setia bagi banyak orang. Bukan saja di rumah ataupun di perpustakaan, namun juga dalam perjalanan dan juga di tempat-tempat santai seperti mall, pantai, dan lain-lainnya. Dan dengan membaca sambil berjemur ataupun sambil nongkrong memang menjadi bagian dari kenikmatan yang tiada tara. Namun silakan pikir pula beban bawaan Anda ketika harus membawa buku banyak bersamaan dengan pergi jauh dan berhari-hari. Bukankah akan lebih baik konsen dan fokus dengan perjalanan saja, sehingga bisa dengan leluasa menikmati tanpa ada gangguan yang menghalangi. [Baca juga: dalam berolahraga] […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here