Manfaatkan Arang Sekam Untuk Perbaiki Sifat Tanah

2
10748

Ketersediaan unsur hara, daya serap terhadap air dan kemampuan menjaga kelembaban akar, adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam memilih media tanam. Media tanam tanah adalah pilihan utama bagi para petani dalam bercocoktanam. Pengolahan tanah yang baik dan berkelanjutan dengan perbaikan terhadap kandungan unsur hara dalam tanah, menjadikan tanah memiliki daya dukung yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. [Baca juga Mengenal Media Tanam Organik Selain Tanah ]

Dalam sistem pertanian, kita mengenal bokashi yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat tanah. Bokashi merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik, seperti jerami, sekam padi, sampah organik, pupuk kandang dan lain-lain. Bokashi bisa dibuat dengan memanfaatkan teknologi mikro bakteri yang ada dalam larutan EM-4. Salah satu bahan pembuatan bokashi yang baik adalah menggunakan arang sekam yang dicampur dengan pupuk kandang.

Arang sekam didapatkan dari proses pembakaran sekam padi dengan teknik pembakaran tidak sempurna. Sekam padi sendiri didapatkan dari kulit padi yang telah mengalami penggilingan memisahkan antara beras dan kulit padinya. Pembakaran sekam padi dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan karbon dan unsur hara dalam sekam padi. Arang sekam atau sekam bakar yang memiliki kandungan karbon tinggi, banyak digunakan untuk membuat tanah menjadi lebih gembur.

Memanfaatkan arang sekam untuk meningkatkan unsur hara dalam tanah, juga akan meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air. Sehingga kelembaban pada akar tanaman akan terjaga dengan baik. Proses pembakaran tidak sempurna pada sekam padi, dilakukan untuk menjaga kandungan hara dalam sekam. Banyak petani yang salah dalam melakukan proses pembakaran sekam, sehingga hasil yang didapatkan justru adalah abu dari hasil pembakaran.

Bagaimana cara membuat arang sekam yang baik?

  • Bahan yang dibutuhkan adalah sekam padi yang kering dan pupuk kandang, lebih baik menggunakan kotoran kambing. Larutan EM-4 dan satu gelas (200 ml) larutan gula atau bisa menggunakan tetes tebu.

  • Alat-alat yang dibutuhkan adalah ember wadah air dan cerobong yang terbuat dari besi tipis atau bisa terbuat dari seng dengan ukuran diameter sekitar 20 cm. Pada bagian sisi cerobong sebaiknya diberi beberapa lubang kecil.

  • Sebelum melakukan pembakaran, taruh sekam padi secukupnya sebagai alas bagian bawah cerobong. Masukkan sedikit kayu bakar atau bisa menggunakan kertas ke dalam cerobong. Nyalakan api melalui bagian bawah cerobong sehingga kayu bakar atau kertas di dalam cerobong terbakar.

  • Tumpahkan sekam lain yang telah disiapkan memutari cerobong, sehingga menempel pada cerobong dan membentuk gunungan sekam. Banyaknya sekam tergantung pada kebutuhan petani.

  • Jaga api di dalam cerobong agar terus menyala, sekam yang ada di sekitar cerobong akan mengalami proses pembakaran yang tidak sempurna hingga berwarna hitam. Lama proses pembakaran tergantung pada banyak sedikitnya bahan sekam yang digunakan.

  • Setelah semua sekam berubah menjadi berwarna hitam, matikan api di dalam cerobong, kemudian siramkan air pada sekam untuk mendinginkannya.

  • Arang sekam yang telah didapatkan dari proses pembakaran tidak sempurna tersebut, kemudian dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

  • Campurkan larutan EM-4 dan larutan gula dengan air biasa kurang lebih sekitar 1 ember sedang. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.

  • Siramkan air yang telah dicampur dengan larutan EM-4 dan larutan gula pada bahan arang sekam yang telah dicampur dengan kotoran kambing sampai merata. Aduk bahan untuk memastikan semua bagian menjadi basah dan lembab. Jangan menyiram secara berlebihan, yang dibutuhkan hanya semua bahan menjadi basah dan lembab.

  • Semua bahan yang telah tercampur didiamkan sebentar, kemudian ditutup menggunakan terpal atau plastik. Penutupan dilakukan untuk proses fermentasi arang sekam dan pupuk kandang oleh bakteri mikro yang terkandung dalam larutan EM-4.

  • Setelah 7 hari terpal atau plastik bisa dibuka dan bokashi berbahan arang sekam dan pupuk kandang sudah siap digunakan. Campurkan bokashi dengan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam dalam bercocoktanam.

Manfaat bokashi yang terbuat dari arang sekam

  • Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan

  • Memperkuat daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai

  • Memperkuat daya ikat air pada tanah

  • Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah

  • Memperkuat daya ikat tanah terhadap zat hara

  • Mengandung hara lengkap yang berguna untuk kesuburan tanah

  • Membantu proses pelapukan bahan mineral

Dengan menggunakan bokashi yang berbahan arang sekam untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Petani akan mendapatkan tanah yang gembur, subur dan mampu menjaga kelembaban akar tanaman. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih baik dan mampu meningkatkan hasil panen yang didapatkan.

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here