Pentingnya Pengalaman Berorganisasi Bagi Remaja

1
3344
pixabay.com

Satu tahapan terpenting pada perkembangan manusia adalah masa remaja.  Masa remaja menjadi tahapan yang penting dalam perkembangan manusia karena masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak hingga masa awal dewasa. Proses pemahaman pada peran dan tanggungjawab seseorang sebagai makhluk sosial, diperoleh seseorang dari pengalamannya pada masa remaja.

Masa remaja menjadi masa yang rentan dalam tahapan perkembangan kehidupan seseorang. Pada masa ini, pola pikir seorang remaja yang belum terbentuk dengan matang akan menjadikan seorang remaja sering mencoba hal-hal baru untuk memenuhi rasa penasarannya. Rasa igin tahu yang tinggi membuat seorang remaja membutuhkan ruang  dimana dia bisa mendapatkan pengalaman untuk memenuhi rasa ingin tahunya itu.

Jika seorang remaja tidak mendapatkan ruang yang tepat untuk mendapatkan pengalaman yang baik, bukan tidak mungkin seorang remaja akan berada dalam tempat yang salah.  Tempat yang salah memiliki potensi buruk yang mengarahkan seorang remaja pada kenakalan remaja. Tempat yang salah juga akan memiliki pengaruh buruk pada perkembangan kepribadiannya.  Baca juga [ Apa saja yang akan dialami remaja pada masa perkembangannya ].

Organisasi menjadi tempat atau ruang yang sangat positif dalam pengembangan kepribadian seorang remaja. Melalui organisasi seorang remaja akan memiliki tempat belajar untuk mendapatkan pengalaman yang positif.

Pengalaman berorganisasi mampu membentuk kepribadian seorang remaja melalui proses belajar berinteraksi dengan orang lain, seperti belajar bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan bersama; belajar untuk mau dan mampu melakukan sesuatu hal; serta belajar untuk memahami potensi yang dia miliki dalam dirinya.

Apa saja yang bisa didapatkan dari pengalaman berorganisasi?

Kemampuan untuk menjadi pemimpin dan dipimpin

Organisasi menjadi tempat yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam hal kepemimpinan dan manajemen yang baik. Proses interaksi dan kerjasama yang terjadi antara kepengurusan organisasi dan anggotanya, mampu membangun sikap bagi peran dan tanggungjawab seseorang untuk bersikap profesional.  Sehingga seseorang mampu memahami tanggungjawab sesuai dengan porsinya masing-masing.  Memahami tugas dan tanggungjawab yang dimiliki adalah hal yang paling utama dalam berorganisasi.

Kemampuan memahami tugas dan tanggungjawab menjadikan seorang remaja untuk mampu ketika menjadi pemimpin dan mampu ketika dia dipimpin. Mampu menjadi pemimpin ketika dia berada dalam porsi tugas dan tanggungjawabnya untuk menyelesaikan tugas melalui kerjasama dengan rekan-rekannya. Mampu ketika dipimpin adalah ketika dia berada dalam porsi tugas yang diberikan atau dibebankan kepadanya untuk diselesaikan dengan baik.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh seseorang dalam dunia kerja profesional.  Kemampuan ini juga dibutuhkan seseorang dalam lingkup sosialnya sebagai bagian dari masyarakat. Seorang remaja yang telah mampu untuk menjadi pemimpin dan mampu untuk dipimpin, akan lebih siap untuk menghadapi dunia kerja yang profesional dan tanggungjawabnya dalam lingkungan sosial.

Pemahaman terhadap peran diri dan peran orang lain

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan peran orang lain dalam keberlangsungan hidupnya. Pemahaman terhadap peran dirinya dan peran orang lain, menjadi hal yang mutlak untuk dipahami dan ditunjukan melaui sikap seseorang. Pemahaman ini tidak bisa didapatkan seseorang dari sebuah buku.  Peran sosial hadir dalam kehidupannya di lingkungan. Seseorang membutuhkan pengalaman yang baik agar mampu memahami peran dirinya dan peran orang lain dalam kehidupannya. Organisasi menjadi tempat yang tepat untuk mendapatkan pengalaman seperti ini.

Organisasi menjadi sebuah wadah bagi seorang remaja bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.  Kerjasama yang terjalin dengan tugas dan tanggungjawab yang dimiliki masing-masing orang, harus mampu dipahami dan dilakukan. Proses ini akan membentuk seorang remaja yang aktif dalam berorganisasi memiliki kemampuan untuk memahami peran dirinya dan peran orang lain, baik dalam hal tugas atau pekerjaan maupun dalam kehidupan sosialnya.

Sikap dalam menghadapi masalah dan mencari solusinya

Jalannya sebuah organisasi yang memiliki tujuan bersama antara pengurus dan anggotanya, bukanlah hal instan yang bisa didapatkan tanpa melalui sebuah proses. Adanya tujuan bersama diawali dari sebuah ide dan gagasan yang muncul, kemudian menjadi kesepakatan bersama melalui proses musyawarah. Dalam proses membentuk gagasan bersama yang disepakati menjadi sebuah tujuan hingga proses pencapaian tujuan tersebut, akan muncul perbedaan pendapat dan mungkin timbul perselisihan.

Perbedaan pendapat dan perselisihan yang terjadi selanjutnya muncul menjadi sebuah masalah yang dihadapai dalam berorganisasi. Ketika menghadapi masalah yang muncul dibutuhkan pemikiran dan sikap yang baik untuk mencari solusinya. Seorang remaja yang berorganisasi dan dihadapkan pada kondisi yang seperti ini akan belajar tentang sikap dalam menghadapi masalah dan mencari solusi. Ketika seorang remaja sudah terbiasa menghadapi masalah dalam berorganisasi, maka dia tidak akan kaget ketika kelak dia juga harus dihadapkan pada masalah dalam hidupnya.

Aktualisasi potensi yang dimiliki

Setiap organisasi memiliki tujuan dan kegiatan yang berbeda antara satu organisasi dan lainnya. Perbedaan kegiatan ini menjadi pilihan bagi seorang remaja untuk bisa memilih jenis kegiatan yang ingin dia ikuti. Menentukan pilihan bergabung dalam sebuah organisasi, banyak remaja yang memilihnya untuk berkegiatan pada hal yang dia sukai.

Adanya organisasi sosial seperti karang taruna, organisasi pecinta alam, organisasi siswa intrasekolah(OSIS) serta beberapa organisasi lain yang menjadi kegiatan ekstra di sekolah maupun kegiatan sosial di luar sekolah. Remaja bisa memilih jenis organisasi dan kegiatan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sesuai dengan keinginannya.

Potensi yang dimiliki seorang remaja akan berkembang dengan sendirinya melalui kegiatan yang dia lakukan tanpa ada paksaan atau tuntutan dari orang lain. Seorang remaja mampu memahami potensi yang dimiliki dalam dirinya dan mampu untuk mengembangkannya dengan baik. Aktualisasi potensi yang dimiliki akan sangat membantu seorang remaja dalam menyongsong masa dewasanya.  Sehingga seorang remaja memiliki tujuan yang lebih terarah dalam menggapai asa dan cita-cita.

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here