Inilah Cara Membuat Nutrisi Tanaman dari Bahan ‘Jantung Pisang’

7
4449
pixabay.com

Nutrisi adalah unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Tanah sebagai media tumbuh tanaman menyediakan banyak unsur mineral yang dibutuhkan tanaman. Pengolahan tanah yang baik dan berkelanjutan menjadi hal yang harus diperhatikan dalam bercocoktanam.

Nutrisi yang terkandung dalam tanah diserap oleh tanaman menggunakan akar. Selain akar, daun juga memiliki fungsi yang sama untuk menyerap nutrisi dari alam. Karena itu, pemeliharaan tanaman tidak hanya dilakukan dengan proses pemupukan pada tanah atau media tanam lainnya. Pemberian nutrisi pada batang dan daun tanaman juga menjadi hal penting untuk dilakukan. Pemberian nutrisi pada batang dan daun tanaman akan mampu merangsang pertumbuhan yang lebih baik bagi tanaman.

Salah satu bahan tanaman yang bisa digunakan untuk membuat nutrisi tanaman adalah jantung pisang (kuntum bunga pisang). Jantung pisang adalah sisa dari bunga pisang yang tidak bisa menghasilkan buah. Dalam teknik budidaya pisang, biasanya jantung pisang akan dipotong dari tandan buah pisang ketika sisir buah pisang telah terbentuk sempurna, hal ini dilakukan untuk memaksimalkan perkembangan buah pisangnya. Jantung pisang juga biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan sebagai sayur untuk dimasak menjadi tumis jantung pisang.

Membuat nutrisi tanaman menggunakan bahan jantung pisang caranya sangat mudah. Bahan baku yang dibutuhkan adalah jantung pisang dan gula merah dengan perbandingan yang sama. Alat-alat yang dibutuhkan hanya berupa toples plastik, baskom, pisau, karet dan kertas buram atau kertas yang memiliki pori. Bahan dan alat tersebut dengan mudah bisa kita dapatkan dan banyak tersedia di sekitar kita.

Cara membuat

  • Siapkan bahan jantung pisang dan gula merah dengan perbandingan yang sama atau 1 : 1 (1 kg jantung pisang : 1 kg gula merah). Iris jantung pisang dengan pisau menjadi bagian-bagian kecil, kemudian gula merah disisir untuk menjadi lebih halus. Teknik pengirisan jantung pisang adalah searah dengan arah panjangnya, tidak dengan cara memotong jantung pisang.

  • Masukkan jantung pisang dan gula merah yang telah diiris ke dalam baskom, kemudian campur dan remas kedua bahan tersebut dengan tangan hingga mengeluarkan air.

  • Bahan yang telah diremas bersama dengan airnya kemudian dimasukan ke dalam toples plastik, tutup toples menggunakan kertas buram atau kertas berpori dan ikat dengan karet. Setiap toples plastik cukup diisi 1/3 bagiannya, hal ini dilakukan untuk memaksimalkan proses fermentasi.

  • Simpan toples yang telah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, lama penyimpanan selama 7 hari untuk proses fermentasi secara alami.

  • Setelah 7 hari, buka toples dan lakukan penyaringan untuk memisahkan larutan hasil fermentasi dengan ampas jantung pisangnya. Larutan yang telah disaring siap digunakan dicampur dengan air biasa untuk menyemprot tanaman.

Penyemprotan nutrisi dari bahan jantung pisang bisa dilakukan secara berkala. Sehingga daun dan batang tanaman akan mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Cara ini akan lebih memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemberian nutrisi jantung pisang juga akan mempengaruhi kualitas buah yang dihasilkan tanaman.

Berbagi dan Diskusi

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here