Sosiologi Pedesaan

8
8864
Guyup rukun warga desa
Guyup rukun warga desa

Sosiologi pedesaan merupakan salah satu cabang kajian dalam sosiologi yang secara khusus meneliti kehidupan masyarakat pedesaan. Fokus kajian ini adalah meneliti struktur sosial masyarakat pedesaan, pola kehidupan masyarakatnya, tradisi dan hukum adat didesa, lembaga-lembaga sosialnya, sistem ekonomi masyarakat desa.

Sejarah munculnya sosiologi pedesaan dimulai di tahun 1920-an, di Amerika Serikat ada mata kuliah yang membahas kehidupan pedesaan. Kemudian di tahun 1970, Smith dan Zopt melahirkan sosiologi pedesaan, yang diartikan sebagai ilmu yang mengkaji hubungan anggota masyarakat di dalam dan antar kelompok di lingkungan pedesaan.

Masyarakat desa terbentuk ketika manusia telah meninggalkan pola hidup nomaden, berpindah-pindah, meramu, berburu, menjadi menetap di sebuah kawasan, bertani dan beternak. Pada titik ini kemudian sosiologi pedesaan serupa dengan sosiologi pertanian. Namun sebenarnya tidaklah sesederhana itu. Karena dalam perkembangannya, tidak semua desa itu pertanian. Ada desa yang penduduknya berdagang, pengrajin, nelayan.

Adanya pembangunan, industri di perkotaan, melahirkan urbanisasi, transmigrasi. Banyak pemuda desa yang kemudian merantau, bekerja atau belajar di kota. Ketika produk teknologi informasi masuk ke desa, mulai dari radio, televisi, handpone, produk teknologi informasi bukan sekedar memberikan informasi, hiburan, melainkan juga mentramisikan pola komunikasi, gaya hidup dan perilaku dari masyarakat kota ke desa. Proses ini memberikan pengaruh perilaku, norma di desa sampai berkembang pada identitas sebuah desa.

[Baca juga: Pemikiran Gabriel Tarde]

Secara perlahan nilai masyarakat desa yang komunal, suka kerjasama, gotong royong, rasa kebersamaan yang tinggi mulai terkikis. Kemudian nilai-nilai pragmatis, materialis dari masyarakat kota, tumbuh dan berkembang pada masyarakat desa.
Disinilah sosiolog menilai pentingnya menguraikan dan membatasi pengertian desa dan pedesaan. Para sosiolog pedesaan menyatakan, walaupun desa terus berkembang, meski telah berkurang kebersamaannya, ada nilai-nilai dan identitas desa yang masih terjaga, yang itu membedakan dengan masyarakat kota.

Beberapa sosiolog memberikan definisi tentang apa yang disebut ciri dari sebuah masyarakat pedesaan. Menurut Roucek dan Warren, untuk memahami desa dapat dilihat dari karakteristiknya yaitu; besarnya peranan kelompok primer, faktor geografis sebagai dasar pembentukan kelompok, hubungan bersifat akrab dan langgeng, homogen, keluarga sebagai unit ekonomi, populasi anak dalam proporsi lebih besar.

[Baca Juga: Ragam Tipologi Desa]

Pengertian masyarakat desa bisa dilihat juga dengan melihat perbedaaanya dengan masyarakat kota. Pitrim A. Sorokin dan Carle C. Zimmerman menguraikan faktor-faktor yang dapat menentukan karakteristik masyarakat desa dan kota, yaitu; mata pencaharian, ukuran komunitas, tingkat kepadatan penduduk, lingkungan, diferensiasi sosial, stratifikasi sosial, interaksi sosial, solidaritas sosial.***

Sumber Rujukan;

[1] Arti dan ruang lingkup sosiologi faisalahmadfani.blogspot.com  Diakses pada 20 September 2014

[2] Sosiologi Pedesaan fisipsosiologi.wordpress.com Diakses pada 20 September 201 4

[3] Pengertian Sosiologi Pedesaan pratamasandra.wordpress.com Diakses pada 20 September 2014

[4] Gambar suasana keakraban orang-orang desa pic.ikanmasteri.com Diakses pada 01 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here