Efek Buruk Konsumsi Minuman yang Mengandung Soda

20
7041
cocktail minuman soda
cocktail minuman soda

Konsumsi minuman bersoda memang menjadi kenikmatan tersendiri bagi sebagian orang, utamanya pada siang hari ataupun ketika kelelahan sehabis bekerja serta berolahraga. Minuman bersoda itu acap dinikmati dalam keadaan dingin dan juga ditambah dengan es.

Tak bisa dipungkiri, kenimatan yang tercipta dari mengonsumsi minuman bersoda itu bukan saja pada rasanya, lebih dari itu adalah juga pada haus yang terobati. Akan tetapi ada yang harus disadari dari minuman yang menganding soda tersebut, pasalnya ada berbagai macam kandungandan zat tambahan di dalamnya yang cenderung merugikan kesehatan kita, antara lain adalah zat penambah rasa, zat pewarna, zat tambahan asam, agen pembentuk busa, serta zat pengawet.

Berikut adalah beberapa efek kegatif yang ditimbulkan akibat konsumsi minuman yang mengandung soda;

  • Osteoporosis

Tatkala kita mengonsumsi minuman bersoda, maka tanpa disadari gigi dan tulang akan melepaskan kalsium ke aliran darah demi membantu menyeimbangkan asam fosfor yang dibawa oleh soda. Kemudian asam fosfor ini dikeluarkan dari dalam tubuh bersamaan dengan kalsium yang telah dilepaskan tulang dan gigi. Semasa kita masih mengonsumsi minuman bersoda, maka proses ini akan tetap berlangsung, karenanya persediaan kalsium dalam tubuh akan hilang yang selanjutnya akan memicu timbulnya penyakit osteoporosis.

Tak berhenti pada penyakit osteoporosis, kandungan gula dan asam dalam minuman juga dengan mudah mampu merusak lapisan email gigi. Selebihnya, asam fosfor juga akan menetralkan asam hidroklorik pada lambung, sehingga bukan tidak mungkin pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi juga menjadi tak sempurna akibat kondisi hidroklorik yang buruk itu.

  • Penyakit jantung dan diabetes

Baik soda yang dipasarkan diwarung-warung sebagai minuman ataupun soda yang dikonsumsi untuk membantu proses diet, keduanya memiliki resiko memicu penyakit jantung dan diabetes. Hal itu bisa terjadi karena bagi peminum soda ada kemungkinan lebih besar mengalami sindrom metabolik, yaitu serangkaian faktor risiko kelebihan lemak di area pinggang, tekanan darah tinggi, dan kecenderungan merugikan lainnya.

  • Obesitas

Telah banyak diketahui mengenai keterkaitan antara mengonsumsi minuman ringan dan kecenderungan bertambahnya berat badan, termasuk di dalamnya adalah minuman bersoda. Sebagaimana dipaparkan oleh para ahli, bahwa setiap konsumsi soda mampu meningkatkan risiko obesitas sebesar 160 %

  • Merusak sel darah putih

Ditengarai kadar gula pada minuman bersoda mampu merusak kemampuan sel darah putih dalam mencerna dan membunuh bakteri gonokokal selama 7 jam.

  • Memicu sakit ginjal

Kadar asam fosfat yang tinggi pada minuman yang mengandung soda dapat mengakibatkan timbulnya batu ginjal dan masalah lain pada ginjal, sehingga bukan tidak mungkin bagi yang telah terkena sakit ginjal akan menjalani terapi rutin berupa “cuci darah” ataupun transplantasi

  • Menimbulkan kafein

Minuman bersoda merupakan salah satu sumber utama kafein, hal ini sebagaiman dipaparkan bahwa sekaleng soda berukuran 12 ounce memiliki kandungan kafein hingga 45 miligram. Bahkan pada minuman yang kadar sodanya lebih kuat, kandungan kafeinnya nyaris mendekati kopi, yaitu bisa melebihi 100 miligram.

Meskipun memiliki efek positif terhadap tubuh, namun efek negatif dari kafein ternyata lebih banyak. Selain dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang memiliki sifat ketergantungan, kenyatananya kafein juga bisa membuat jantung berdebar, timbul insomnia, hipertensi, tekanan darah rendah, peningkatan kolesterol darah, pengurangan vitamin dan mineral, gumpalan pada payudara, cacat lahir, dan ada pula beberapa pendapat yang menyebutkan kafein sebagai penyebab timbulnya penyakit kanker.

  • Gangguan sistem imun

Kandungan pemanis di dalam soda tetap saja gula. Dan Anda tentunya sudah tahu efek negatif gula. Gula merusak gigi, mengganggu sistem imun, dan bisa memicu penyakit degeneratif.

  • Penyakit asma

Natrium benzat dalam minuman bersoda yang memiliki fungsi sebagai bahan pengawet ternyata dapat menimbulkan nyeri, ruam, gatal kulit serta membuat semakin parah penyakit asma.

  • Kelahiran prematur & reproduksi

Minuman bersoda harus dihindari oleh wanita yang sedang hamil, karena memiliki resiko bayi lahir prematur serta komplikasi kegemukan pada bayi. Sementara kaleng yang dikemas pada minuman bersoda banyak mengandung BPA, yaitu zat yang memiliki resiko penyakit kanker dan membahayakan sistem endokrin yang mampu memicu masalah pada reproduksi

  • Gigi keropos

Asam fosfat yang berkadar tinggi dalam soda akan melarutkan enamel pada gigi, hal ini mampu membuat kerusakan pada gigi dan berpotensi menyebabkan gigi rontok. Selanjutnya apabila ada pembusukan yang terjadi hingga pada saraf dan akar gigi, maka gigi yang terkena bisa mati dan menyebabkan abses.

  • Karsinogenik

Minuman bersoda memiliki kandungan karsinogenik, antara lain adalah warna karamel, formaldehida, dan kalium benzoat. Semua bahan kimia ini memiliki kaitan pada tingginya jenis kanker yang berbeda

Menyimak banyaknya efek negatif yang ditumbulkan dari minuman bersoda, akan lebih baik ketika kita mampu mengurangi mengonsumsinya. Hal itu memang bukan perkara mudah, oleh karenanya kita juga butuh menggantikannya dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Ada banyak jenis minuman yang lebih memiliki dampak positif, diantaranya adalah susu sapi, susu kedelai, teh hijau, teh hitam, jus buah-buahan, yoghurt, dan yang pasti adalah konsumsi air putih yang lebih banyak. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Yang bahaya dari soda www.hdindonesia.com Diakses pada 04 Oktober 2014

[2] Gambar minuman bersoda www.pixabay.com Diakses pada 04 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

20 COMMENTS

  1. […] Pada bidang pariwisata, ada berbagai hal yang bisa dikembangkan, antara lain adalah wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, wisata religi, dan masih banyak lagi. Melihat peluang pada wisata alam tentunya adalah membidik satu tempat yang berkemungkinan memiliki keindahan lebih sebagai daya tarik orang mau mengunjunginya. Wisata budaya lebih pada mempertunjukkan budaya yang dimiliki dan lalu mengemasnya agar menjadi suguhan sebagai bahan penghibur bagi para penikmatnya. Wisata religi antara lain bisa berupa merawat tempat-tempat ibadah ataupun tempat-tempat yang memiliki sejarah, sehingga orang-orang akan tertarik datang guna berdoa dan juga mengirimkan doa pada orang lain sebagai perwujudan dari ziarah. Wisata kuliner tentu saja adalah menghibur diri melalui cara memanjakan lidah, baik dengan makanan pun minuman. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here