Menjilat dan Memakan Upil Memiliki Efek Baik Bagi Kesehatan

12
20325
Ngupil ternyata memberikan efek bagus buat kesehatan
Ngupil ternyata memberikan efek bagus buat kesehatan

Apakah Anda pernah mendengar terapi kesehatan dengan menggunakan urine alias air kencing? Mungkin itu adalah cara yang tak masuk akal dan bagi sebagian orang tentu saja tak akan dengan mudah mau melakukannya, mengingat urine adalah bagian dari kotoran kita yang sangat menjijikkan. Namun bagi sebagian lainnya, terapi yang dirasa sangat menjinijikan itu justru semakin dipercaya mampu memberikan efek pada kesehatan. Terbukti kini, bukan saja sebatas air kencing, kenyataannya ada pula yang memanfaatkan upil juga.

Upil untuk Kesehatan?

Upil sebagai bagian kotoran yang nyelip pada hidung kita, ditengarai memiliki khasiat bagus bagi kesehatan. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh seorang dokter spesialis paru-paru yang bernama Prof Dr Friederich Bischinger. Dokter spesialis asal Austria tersebut acap memberikan saran kepada para pasiennya supaya mengonsumsi upil yang berasal dari hidung sendiri, pasalnya menurut dokter tersebut, upil diklaim memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan pada tubuh.

Bisa dipahami tatkala ada kontroversi dari penemuan yang ada pada Prof Bischinger it, karena efek kotoran dan rasa jijiknya tentu banyak orang awam dan paramedis lain juga tak gampang menerimanya secara mentah, bahkan menganggapnya sebagai teori yang tak masuk akal.

Alasan Pro dan Kontra

  • Khalayak

      Dari yang kontra dan tidak sepakat dengan pendapat dari dokter Bischinger, alasannya tak lain adalah adanya anggapan bahwa upil masuk dalam kategori kotoran yang menjijikkan. Yaitu berupa kotoran lendir yang mengering dan pada akhirnya menjadi sampah, tentu karena berbahaya apabila masuk kedalam tubuh. Artinya, apabila mengonsumsi upil, maka akan serupa dengan memakan semua organisme atau bakteri yang seharusnya dikeluarkan melalui hidung.
  • Prof Bischinger

      Sementara menurut Prof Bischinge, mengupil dengan menggunakan jari-jemari kita sendiri merupakan kegiatan yang sehat, menyenangkan dan lebih sesuai dengan tubuh manusia.
      “Mengupil dengan menggunakan jari kita sendiri mampu menjangkau tempat yang tidak bisa dicapai apabila mengenakan sapu tangan. Lebih dari itu, mengupil bisa pula menjaga hidung agar tetap terawat kebersihannya,” demikian adalah pemaparan Prof Bischinger sebagaimana terkutip dari DailyTimes.

Proses Terjadinya Upil

Upil terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. kotoran tersebut diantaranya adalah debu, dimana debu yang masuk ke dalam hidung ini akan disaring oleh filter berujud bulu-bulu yang tumbuh di dalam hidung kita. Sedangkan kotoran lain yang tidak tersaring oleh bulu hidung, akan ditangkap oleh lendir yang juga terdapat dalam hidung. Oleh karenanya, semakin lama lendir ini akan mengeras dan kemudian dikatakanlah sebagai bentuk dan wujud upil.

Manfaat Mengupil

Bagi sebagian orang, mengupil tetap dipandang sebagai satu kegiatan yang positif. Alasannya karena bisa membantu membersihkan hidung dari kotoran, sehingga akan membuat “si pengupil” bisa bernapas lebih baik, tentu saja karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasannya.

Dengan alasan tersebut, Prof Bischinger menganjurkan agar para pengupil tak usah merasa malu, dan lalu beranjak dari kebiasaan mengupil akibat terhalang oleh tekanan dari masyarakat yang menganggapnya sebagai satu tindakan buruk, menjijikkan dan anti-sosial.

Manfaat upil bagi kesehatan ini memang cukup mencengangkan, sebab jika melihat pada proses pembentukannya, banyak orang tentu telah menganggap bahwa upil adalah suatu kotoran yang harus dibuang dan bukan untuk dikonsumsi. Sebaliknya, bagi Prof Bischinger, upil juga memiliki manfaat lebih, yaitu mengandung vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Prof Bischinger dan Scott Napper

Masih sesuai penelitian dari para akademisi, yaitu di University of Saskatchewan, Kanada, ada pula Scott Napper, dosen biokimia yang awlanya penasaran akan berbagai hal unik, salah satunya adalah efek upil yang dikonsumsi manusia.

Serupa dengan Prof Bischinger, dari penelitian Scott Napper ternyata juga ada hasil yang mengejutkan dari penelitian wujud upil. Bahwa lendir yang menjebak kuman dalam hidung, dan lalu mengering menjadi upil, tatkala kita memakannya, maka secara tidak langsung sistem kekebalan tubuh terlatih dengan kehadiran kuman tersebut.

Penelitian Napper ini dikuatkan dengan data responden yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu responden yang memakan upilnya sendiri dan kedua adalah bukan upilnya sendiri.

Susah Menerima, Susah pula Menyangkalnya

Mungkin para dokter dan ahli medis tak akan begitu mudah menerima dan memberikan komentar mengenai penemuan upil ini, hanya saja tak bisa dipungkiri bahwa Prof Bischinger adalah orang yang cukup berpengalaman dan memiliki nama serta sangat disegani di dunia medis, karena banyak penemuannya yang bermanfaat.

Penemuan Prof Bischinger yang telah banyak diterapkan oleh para ahli kesehatan tersebut, salah-satunya adalah teori-teori bedah sinus. Dari rekam-jejak ini, tak sedikit pula yang menerima atau setidaknya tak menyangkal terhadap pendapat Bischinger, pasalnya terbukti bahwa tubuh manusia ini diciptakan sempurna dengan sistem pertahanan canggih dan berlapis, baik diawali dari bagian luar sampai pada bagian dalam, semuanya memiliki sistem pertahanan tubuh masing-masing. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Doc backs nose picking archives.dailytimes.com.pk Diakses pada 15 Oktober 2014

[2] Professor wants to test benefits of nose-picking www2.canada.com Diakses pada 15 Oktober 2014

[3] Gambar ngupil assets.nydailynews.com Diakses pada 15 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

12 COMMENTS

  1. […] Dari Asia selatan, tepatnya India bagian barat, seduhan teh rosella ini diadaptasi negara-negara tetangganya, salahsatunya adalah Lebanon. Ketenaran teh rosella ini bahkan tak hanya di negeri asalnya saja, melainkan sudah merebak ke negri lain, baik itu di Eropa, Amerika, dan bahkan juga di Indonesia. Hal ini karena diketahui bahwa teh merah rosella memiliki manfaat bagi kesehatan. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here