Jenis Teh di Beberapa Negara Berdasar Cara Olahannya

18
6309
Tak Disarankan Konsumsi teh Saat Sahur

Menikmati aneka hidangan makanan ataupun minuman menjadi suguhan yang lazim dihadirkan oleh hampir semua masyarakat Indonesia saat berkumpul bersama. Hal ini bahkan juga tetap berlaku bagi orang Indonesia di manca negara, baik yang masih berstatus WNI maupun yang sudah menetap dan berganti kewarganegaraan.         Sajian makanan tentu saja adalah makanan khas dari berbagaimacam daerah di Nusantara, sedangkan suguhan minuman yang tak bisa dilupakan adalah keberadaan teh dan kopi.

Berbicara tentang sajian minuman berujud teh, ada beberapa macam olahan yang disajikan secara khas menurut kebiasaan dari negara asalnya. Sebagai contoh adalah sajian teh poci yang akrab dengan masyarakat Jawa di Indonesia ini. Banyaknya jenis olahan teh tersebut selain memang menjadi kebiasaan turun-temurun adalah karena terdapat banyaknya jenis teh di muka bumi.

Asal Mula Teh

Dikatakan turun-temurun, pasalnya teh adalah minuman yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis. Sebagai campuran, sering pula dibubuhkan kuncup bunga melati dengan tujuan agar tercipta aroma wangi.

Kebiasaan mengkonsumsi teh yang mengandung kafein ini awalnya berasal dari negeri Cina, yaitu di provinsi Yunnan, bagian barat daya Cina, tempat pertamakali ditemukannya pohon teh Cina (Camellia sinensis). Dari Cina teh berkembang di negara Asia Timur, antara lain Jepang, dan juga Asia Tenggara, bahkan hingga negeri-negeri Eropa sebagaimana ditulis oleh Jesuit Father Jasper de Cruz tahun 1560. Dari sanalah kenikmatan teh disajikan sesuai negerinya masing-masing.

Berikut adalah beberapa sajian teh sesuai olahan dan seduhan daerah masing-masing sehingga cukup populer dan dikenal;

Teh Poci Gula Batu

Kebiasaan menyajikan teh dengan poci dan dibubuhi gula batu saat ini mungkin lebih cenderung di kenal di daerah Cirebon, Brebes, Tegal, Pekalongan, ataupun seputar pesisir pantai utara Jawa. Ini adalah kebiasaan yang dibawa oleh orang-orang China, yaitu sejak kedatangan Laksamana Ceng Ho ke tanah Jawa pada abad 14 dengan membawa misi perdamaian. Sebagaimana jiwa dagang orang Cina, Laksamana Ceng Ho tak pelak juga membawa teknologi dan budaya dari negaranya, baik itu dalam bidang pertanian, kain tenun, kain batik, membuat tempe dan tahu, dan tak ketinggalan adalah tradisi meminum teh.

  • Peradaban Teh Cina di Tanah Jawa

Tradisi meminum teh oleh Ceng Ho dimulai dengan menyeduhnya ke dalam teko dan cangkir dari gerabah yang dibawa dari Cina. Sebagaimana diketahui, bahwa negeri Cina saat itu telah memiliki peradaban teknologi gerabah pun keramik yang lebih tinggi dibanding rorang-orang Jawa, sebagai contoh adalah keramik merah atau yang lebih dikenal dengan nama gerabah.

Sesuai catatan sejarah dijelaskan bahwa rakyat Jawa awalnya lebih akrab dengan minuman berujud air putih –dalam kendi, air aren –tuak, serta air kelapa. Kebiasaan ini lambat-laun terkurangi, dan tergeser oleh tradisi menikmati teh yang dibawa oleh Laksamana Ceng Ho. Hanya saja, saat itu kebiasaan meminum teh, utamanya yang disajikan dalam poci, merupakan gaya bangsawan Jawa, yaitu pada zaman kerajaan Mataram. Sedangkan gula batu dibubuhkan seiring perkembangan zaman, dimana banyak yang lebih bisa menikmati teh tatkala dibubuhi rasa manis dalam seduhannya.

Teh Po Cha

Tak berbeda dengan warga China pada umumnya, Tibet juga memiliki teh tradisi bernama Po Cha atau dikenal pula dengan julukan “Butter Tea.” Pada teh Po Cha ini kita tak akan melihat warna hitam pekat, melainkan warna putih susu yang tersaji pada olahannya. Warna ini lebih dominan timbul akibat perpaduan yang terjadi antara daun teh, garam dan juga mentega yang diseduh dalam teko. Lebih dari itu, teh ini bukan hanya diseduh menggunakan air hangat biasa, karena harus melalui proses dimasak selama berjam-jam hingga kental tekstur airnya.

Rasa yang trecipta oada teh Po Cha mungkin agak aneh, akan tetapi warga Tibet sangat menyukai sajian teh tradisi ini, pasalnya ada anggapan yang menyatakan bahwa teh po cha ini memiliki khasiat untuk menjaga stamina dan memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Po Cha biasa disajikan sebagai jamuan kepada tamu yang secara tradisi harus harus menghabiskan tiga cangkir Po Cha, jika sang tamu tidak menghabiskannya, maka hal itu dianggap sebagai sebuah penghinaan terhadap tuan rumah, sedangkan sang tamu juga dianggap sombong.

Teh Tarik

Teh tarik memang dikenal di Indonesia, utamanya di tanah Melayu – Sumatera, lantaran ditengarai asal-usul olahan teh tarik ini adalah dari Malaysia. Teh tarik adalah sajian teh hitam bubuk yang dicampur dengan susu kental manis,. Bukan saja tentang cara penyajian teh tarik ini yang terbilang unik, akan tetapi namanya juga terkesan khas, yaitu berasal dari proses pembuatan teh yang dilakukan dengan cara “seolah” ditarik, campuran teh dan susu secara bergantian dipindahkan dari satu cangkir ke cangkir lainnya.

Di Malaysia, teh tarik biasa dinikmati bersama nasi lemak, roti canai, roti telur ataupun roti tempayan. Kenikmatan khas yang tercipta pada teh tarik ini adalah perpaduan rasa manis dan aroma wangi dari susu kentalnya, sedangkan rasa tehnya, meski berbahan teh hitam, namun rasanya justru dominan manis plus rasa sepat yang bisa lama bertahan. Penang adalah daerah di Malaysia yang melegenda dan terkenal dengan kedai teh tarik berumur sangat tua.

Thai Tea

Negrei Gajah Putih dikenal dengan seduhan teh bernama Thai Tea, yaitu sajian teh yang mirip dengan teh tarik, namun memiliki rasa berbeda. Serupa dengan teh tarik, Thai Tea adalah teh hitam yang disampur dengan susu evaporasi. Perbedaannya, campuran tersebut masih ditambah pula dengan gula dan bunga lawang, sehingga menciptakan rasa pahit yang tak pekat, namun justru cenderung manis.

Thai Tea bisa dinikmati dalam keadaan panas, hangat ataupun dingin dan dibubuhi es. Hanya saja kebanyakan orang lebih bisa menikmati Thai Tea dalam keadaan dingin. Thai Tea bisa dengan mudah ditemukan, salah satunya adalah di kota Bangkok, banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakannya.

Matcha Tea

Ketika Anda berkunjung ke salah satu restoran khas masakan Jepang, biasanya akan ditawari teh khas Jepang yang sangat terkenal, yaitu bernama Matcha Tea. Ialah teh yang tumbuh pada tempat yang tidak terkena matahari secara langsung, oleh karenanya daunnya berwarna hijau terang. Teh hijau tak terang inilah yang ditumbuk dan dijadikan bubuk yang kemudian disajikan bernama Matcha Tea, sebuah teh berkualitas tinggi dan memiliki harga mahal karena dibuat melalui proses yang tidak sederhana.

Sejatinya penyeduhan Matcha Tea tak jauh berbeda dengan teh pada umumnya, awalnya bubuk Matcha Tea dalam cangkir diseduh menggunakan air mendidih, lalu diaduk rata dan kemudian diamkan dengan cara menutup cangkir tersebut selama kurang lebih 3 menit. Orang-orang Jepang lebih gemar menikmati teh murni, oleh karenanya Matcha Tea biasa disajikan tawar tanpa dibubuhi gula.

Area Yanaka, Nezu, dan Sendagi yang biasa disingkat menjadi Ya-Ne-Sen adalah salah satu lokasi di Jepang yang terkenal dengan kedai-kedai penyedia teh Matcha Tea, di tempat-tempat inilah kita akan bisa menjumpai aroma semerbak wangi dari teh hijau khas negeri Sakura.

Teh Rosella

Di dataran Asia selatan, ada beberapa tempat yang ditumbuhi bunga rosella yang pada awalnya serat rosella dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan tekstil. Abad 14, orang-orang mulai menggunakan daun muda serta bunga rosella, selain sebagai bahan untuk dijadikan sirup, dijadikan pula sebagai campuran meminum teh.

Dari Asia selatan, tepatnya India bagian barat, seduhan teh rosella ini diadaptasi negara-negara tetangganya, salahsatunya adalah Lebanon. Ketenaran teh rosella ini bahkan tak hanya di negeri asalnya saja, melainkan sudah merebak ke negri lain, baik itu di Eropa, Amerika, dan bahkan juga di Indonesia. Hal ini karena diketahui bahwa teh merah rosella memiliki manfaat bagi kesehatan.

Teh pada umumnya akan terkesan nikmat tatkala ada arsa pahit, sepat, pun getirnya, namun tidak begitu dengan teh rosella, karena ia justru memiliki cita-rasa masam. Sehingga apabila semakin pekat warna merah pada kelopak Rosella, tentu rasa yang didapat akan semakin asam karena kandungan antioksidannya semakin banyak.

Kadar antioksidan inilah yang memberikan manfaat positif pada kesehatan kita, oleh karenanya tatkala kelopak rosella dikeringkan dengan proses pemanasan pun dipanggang dalam oven, tak pelak kadar antioksidannya menjadi berkurang. Jadi tentu saja kadar senyawa ini akan memiliki khasiat lebih jika dikonsumsi dalam keadaan yang masih segar.

Masala Chai

Masala Chai adalah ramuan teh khas negara India, dimana pada tiap daerah memiliki komposisi berbeda dalam penyajiannya. Namun secara keseluruhan Masala Chai merupakan perpaduan antara teh hitam pekat dengan susu. Sedangkan perbedaannya ada pada tambahan olahannya, yaitu berupa tambahan kayu manis, kapulaga, cengkeh, jahe, lada hitam, dan juga rempah lainnya. Tak pelak aroma rempah pada teh Masala Chai ini begitu menyengat hidung.

Kawasan pecinan Kalkota, adalah lokasi yang banyak terdapat kedai dengan sajian teh Masala Chai di India.

Noon Chai Kashmir

Noon Chai adalah teh dicampur susu dan memiliki warna merah beraroma semerbak yang menjadi minuman khas orang-orang Kashmir, yaitu wilayah yang terbagi dalam tiga negara; Pakistan, India, Tiongkok (Cina).

Karena warna merahnya, makaselain Kashmir Tea, Noon Chai acap pula disebut sebagai “pink tea.” Namun ada pula yang menamakannya “salt tea” sebab ‘noon’ merupakan bahasa lokal Kashmir yang berarti garam. Noon Chai dibuat dari bubuk teh, susu, dan ditambah garam, lalu direbus berbarengan, setelah itu dibubuhi pula dengan baking soda yang akan menghasilkan warna merah. Noon Chai biasa disajikan dalam acara-acara istimewa yang dihadiri banyak orang, sebagai contoh adalah pada acara pernikahan serta pertemuan keluarga. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Teh poci dari masa ke masa daerah.sindonews.com Diakses pada 17 Oktober 2014

[2] Mengenal Olahan Teh dari Mancanega travel.kompas.com Dakses pada 17 Oktober 2014

[3] Gambar Teh Poci pic.ikanmasteri.com Diakses pada 17 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

18 COMMENTS

  1. […] Menikmati rutinitas ciuman memiliki efek baik bagi jantung. PAsalnya ciuman mampu menghasilkan zat adrenalin sebagai pemicu jantung agar memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Sehubungan dengan hal tersebut, telah terbukti bahwa berciuman secara ilmiah dapat menstabilkan aktivitas kardiovaskular, sehingga mampu menurunkan tekanan darah, dan juga kadar kolesterol pada tubuh […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here