Lake Nyos: Danau Indah di Kamerun yang Menyeramkan dan Mematikan

8
2043
Lake Nyos Danau Indah di Kamerun yang membuat mati 1800 jiwa manusia tahun 1986
Lake Nyos Danau Indah di Kamerun yang membuat mati 1800 jiwa manusia tahun 1986

Keindahan alam acap memberikan hiburan bagi kita yang dilanda kebosanan pada kegiatan setiap hari. Keindahan alam pula yang sering memberikan inspirasi kita untuk terus berkarya dan selalu bersyukur atas anugrah terindah yang telah diberikan-Nya. Pantai, goa, danau, pun pegunungan adalah bagian dari keindahan alam yang sering kita jadikan obyek menenagkan diri. Berwisata istilah kerennya.

Namun tahukah Anda, tatkala kita menyimak keindahannya, teramat jarang terpikirkan hal berbahaya yang bisa saja secara tiba-tiba menjadi pembunuh massal bagi kehidupan sekitar. Hal ini sebagaimana yang terjadi dari Danau Nyos yang berlokasi di negara Kamerun.

Apa itu Danau Nyos?

Nyos adalah nama sebuah danau kawah gunung api di negara Kamerun, Afrika Barat, yang terbentuk sejak sejak 400 tahun silam. Letaknya berada di 6,36° Lintang Utara, dan 10,15° Bujur Timur. Kedalaman dari Danau Nyos ini mencapai angka 157meter dengan bagian terdalamnya adalah 208 meter.

  • Danau indah di negeri Kamerun

Nyos merupakan danau di negeri Kamerun yang memiliki keindahan tiada banding dan banyak dikunjungi orang untuk berwisata alam. Sebagaimana danau indah di belahan bumi lain, danau Nyos lebih dipandang sebagai tempat menakjubkan dan memberikan kenyamanan. Oleh karenanya baik para pengunjung, ataupun para penghuni yang bertempat tinggal di sekitar danau lebih merasa nyaman akibat penampakan kecantikannya, dan tak begitu khawatir akan keadaan lain yang bisa saja membahayakan keselamatan.

Fenomena Alam Mengenaskan

Terbentuknya danau yang berkawah gunung api berkemungkinan menyemburkan gas beracun yang kemudian bisa menyebar pada wilayah sekitar. Akibatnya, akan ada dampak buruk yang ditimbulkan, diantaranya adalah kemampuan untuk membunuh kehidupan manusia pun binatang secara diam-diam.

  • Hampir 1800 jiwa manusia mati

Kemampuan membunuh secara diam-diam itu telah dibuktikan oleh danau Nyos, yaitu dengan terjadinya kematian hampir 1800 jiwa manusia dan juga ribuan ternak serta binatang liar, sementara keadaan bangunan pun alam yang mereka tempati tak berubah dan sama sekali tak terjadi kerusakan. Fenomena kematian secara mendadak dan diam-diam yang terjadi pada 21 Agustus 1986, ini tak lain diakibatkan oleh gas beracun yang berasal dari danau Nyos. Bahwa gas karbondioksida (CO2) ditengarai tiba-tiba mengalami erupsi dari dasar danau, lalu menyebar hingga radius 25 kilometer.

Secara kronologis, kejadian ini berawal dari suara gemuruh yang bersumber dari danau, lalu masyarakat penasaran dan keluar rumah dengan tujuan hendak mengetahui apa yang sedang terjad. Sesuai pemaparan para ilmuwan, suara gemuruh itu merupakan suara yang timbul dari ledakan gas yang berlangsung hanya dalam waktu 20 detik, namun kemudian disusul dengan muntahan 12 kilometer kubik CO2.

Dari ledakan yang penampakannya bak air mancur setinggi 90 meter itu, maka juga menimbulkan tsunami kecil. Namun jarang yang mengetahui bahwa kejadian ini juga menimbulkan gas beracun, pasalnya gas Co2 memang sangat susah dideteksi secara kasat mata, karena memang tidak berwarna dan tidak berbau. Yang dapat langsung diketahui, bahwa dalam sekejap banyak makhluk hidup, utamanya manusia dan binatang, tiba-tiba tumbang dan terkapar.

Bisa dipahami jika jumlah ribuan jiwa makhluk hidup bisa melayang, karena dalam kurun waktu tak lama penyebaran gas beracun ini memang bisa mencapai radius luas, yaitu hingga berjarak 25 kilometer. Sehingga bagi mereka yang sedang tertidur lelap dan tak keluar untuk melihat keadaan pun menjadi tidur dalam keabadian.

  • Apa penyebab kematian?

Mengacu pada penelitian para ahli, pada malam tanggal 20 Agustus 1986 terjadi runtuhan pada sebuah tebing di tepian danau, yang kemudian reruntuhan tersebut masuk ke air hingga ke dasarnya. Reruntuhan tebing inilah yang disinyalir telah menggoncang lapisan-lapisan air, sehingga lapisan terdasar yang dipenuhi kadar CO2 menjadi pecah.

Lapisan CO2 yang pecah selanjutnya dalam jumlah besar mengalir menuju ke permukaan danau. Tak pelak pada pagi hari tanggal 21 Agustus aliran CO2 menyebar ke wilayah pemukiman penduduk. Celakanya, karena tidak berwarna dan tidak berbau, warga tak begitu menyadari kehadirannya yang secara mendadak dan diam-diam. Oleh karenanya danau itu dijuluki dengan nama “Lake Nyos” yang artinya danau indah yang sangat menyeramkan.

Peristiwa Serupa Danau Nyos

Bencana yang hampir mirip dengan Danau Nyos sebenarnya juga pernah terjadi. Yang pertama ada diseputar pegunungan Dieng, Jawa Tengah, yaitu terjadinya gas karbon dioksida bercampur hidrogen sulfida yang disemburkan pada bulan Februari 1979 bersumber dari kawah Sinila dan kawah Sigludug. Tak memakan waktu lama gas beracun menyebar ke kawasan sekitar hingga mengakibatkan 149 orang meninggal. Yang kedua adalah di lokasi yang tak berjauhan, yaitu di danau Monoun yang terjadi tahun 1984 dan menelan korban jiwa setidaknya 37 orang.

Penanggulangan Bencana

Demi menanggulangi korban akibat terjadinya bencana ini, maka para ilmuwan saling bekerjasama. Salah satunya adalah dengan cara menyalurkan kelebihan kandungan CO2 yang ada dalam air, yaitu dengan memasang pipa di sekitar danau. Secara bertahap tim UNESCO merancang sistem pelepasan gas CO2, yang pertama tahun 1990 memasang pipa PVC berdiameter 9 milimeter secara tegak lurus hingga mencapai dasar danau. Hal itu menampakkan hasil bahwa dari ujung pipa yang berada di permukaan berhasil mengeluarkan air yang mengandung karbondioksida, wujudnya mirip air soda yang meluap dari botolnya.

Dari hasil percobaan pertama tersebut, maka selanjutnya tahun 1995 dibuatlah empat buah pipa pengendali erupsi gas beracun di danau Nyos. Tim ini memasang pipa dari bahan PVC khusus berdiameter 140 milimeter tegak lurus sedalam 185 hingga 205 meter. Tim ini terdiri dari 8 orang pakar berasal dari 6 negara, dan dipimpin oleh George Kling dari Universitas Michigan AS. Setelah beberapakali melakukan penelitian dan juga percobaan, maka cara pemasangan pipa ini diyaqini dapat memberikan manfaat lebih, yaitu bisa mengurangi kandungan gas beracun, yaitu dengan teori membuangnya secara pelan-pelan, sehingga kemungkinan terjadinya erupsi gas secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan bencana besar bisa terkurangi. Bahkan dipaparkan pula bahwa model pengendalian pelepasan gas beracun semacam ini juga dapat digunakan di danau vulkanik lain dengan kondisi serupa, yaitu adanya potensi erupsi gas beracun yang mematikan. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] 10 The Strange Lake Nyos CO2 Gas Disaster: Impacts and The Displacement and Return of Affected Communities massey.ac.nz Diakses pada 18 Oktober 2014

[2] Bencana gas alam beracun kelas-mikrokontrol.com Diakses pada 18 Oktober 2014

[3] Gambar Lake Nyos co2facts.org Dakses pada 18 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here