Embung Nglanggeran: Danau Buatan Bermanfaat Untuk Pengairan dan Pariwisata di Patuk Gunung Kidul

18
3334
Senja dan Sunset di Embung Nglenggeran
Senja dan Sunset di Embung Nglenggeran

Para pemburu keindahan alam dunia, baik berburu untuk sekedar dinikmati sendiri ataupun dipublikasikan kepada masyarakat umum, tentu tak akan pernah melupakan alam Indonesia guna dijelajahi pada setiap jengkalnya. Bisa dipahami, karena telah banyak yang membuktikan bahwa bumi Nusantara adalah tanah surga bagi sebagian orang, utamanya bagi para pecinta wisata, pecinta seni & budaya, pun bagi para penggemar seni phography.

Keindahan alam nusantara yang terbentang dari barat ke timur, dari utara hingga selatan tak bisa disebandingkan dengan negara manapun. Bahkan beberapa warga Eropa ada yang menyatakan bahwa untuk mengabadikan keindahan di Indonesia, kita tak begitu butuh kamera bagus, pun tak begitu menunggu waktu tepat bernama ‘golden time.’ Hal ini menyiratkan bahwa kita tak membutuhkan waktu tertentu guna menikmati keindahan alam nusantara, karena sajian luar biasa telah terhampar di depan mata.

Alam Gunung Kidul

Pada masa pemerintahan orde baru dengan presidennya adalah Soeharto, Gunung Kidul merupakan daerah yang lebih dikenal dengan ketandusannya. Akibatnya, ptensi lain menjadi tertutup dan tak terekspos lagi, karena hanya dikabarkan ikhwal kekurangan airnya saja. Selanjutnya citra sebagai wilayah tandus itu semakin melekat, setelah banyak penduduk Gunung Kidul lebih memilih untuk bermigrasi ke lain tempat demi mencari nafkah, ke Jakarta sebagai salah satu contohnya.

Namun sesuai perkembangan jaman, tepatnya pasca reformasi, wilayah Gunung Kidul mulai menjadi tempat yang difavoritkan oleh banyak pihak, yaitu sebagai surga pariwisata.

  • Daya kreativitas di era keterbukaan

Tak bisa dipungkiri bahwa pergantian rezim pada suatu negeri memiliki pengaruh kuat terhadap situasi yang ada. Contoh nyata adalah yang terjadi di wilayah Gunung Kidul Yogyakarta ini. Tatkala keterkungkungan masih melanda pada masa orde baru, maka banyak rakyat dipasung idenya, akan tetapi keadaan itu berbalik saat reformasi telah digemakan. Keterbukaan pada era reformasi memberikan kelonggaran kepada masyarakat Gunung Kidul Yogyakarta untuk berpikir, menemukan ide & gagasan, dan kemudian mengeksekusinya.

Ide kreatif tersebut muncul dalam menggali potensi yang ada. Prinsip selalu ada kelebihan dalam kekurangan sekalipun digali. Oleh karenanya banyak warga berkeyakinan bahwa apabila Gunung Kidul merupakan daerah yang kekurangan air, tentu saja ada kelebihan yang dimiliki. Sehingga kelebihan itu bisa dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan yang ada. Dan terbukti, daya kreativitas meningkat, pemikiran berkembang, hal yang awalnya dianggap tak mungkinpun bisa direalisasikan menjaid “mungkin.”

Yang Gersang Berubah Menjadi Surga

Dibantu oleh para ahli, daya kreatif yang dimiliki warga dimunculkan. Ide dan gagasan tak hanya berhenti pada wacana, namun segala hal dilakukan demi merealisasikannya. Dan kini alam Gunung Kidul telah berubah menjadi alam indah memesona.

Goa yang dulunya tak nampak akhirnya disibak, pantai yang awalnya terbengkelai dihias menjadi tempat yang aduhai, sedangkan alam pegunungan yang mulanya tandus dialiri air sehingga berubah menjadi pemandangan yang bagus. Ada Goa Pindul, Pantai Pok Tunggal, Sungai Purba, Air Terjun Srigethuk, Watu amben Paneyan (PIyungan – Bantul), Gunung api purba Nglanggeran, dan masih banyak lagi

Embung Nglanggeran

Diantara banyaknya surga wisata yang dibuka di Gunung Kidul, ada sebuah danau buatan yang letaknya di sebuah bukit tak jauh dari gunung purba Nglanggeran, ialah Embung Nglanggeran.

  • Apa itu embung Nglanggeran?

Sebagaimana istilahnya, dalam bahasa Jawa “embung” memiliki definisi sebagai sebuah tempat yang mampu menampung air dalam jumlah tak sedikit. Sedangkan Nglanggeran adalah nama satu tempat yang berlokasi di seputar gunung api purba.

Jadi embung Nglanggeran adalah tempat penampungan air yang terletaknya tak jauh dari gunung api purba, yaitu berlokasi di atas bukit –dan juga dikelilingi bukit, penampungan itu terlihat menarik karena wujudnya dibikin serupa dengan danau ataupun telaga. Karena hanya “menyerupai” telaga, tentu saja embung ini lebih pas juga kalau dikatakan sebagai danau artificial alias “telaga buatan.”

  • Awal mula Embung Nglanggeran

Awalnya, Embung Nglanggeran adalah satu bukit yang dulu dikenal dengan nama Gunung Gandu. Latar belakang masyarakat di sekitar gunung Gandu yang mengalami kesulitan memperoleh airlah yang menimbulkan inisiatif membuat penampungan air berkapasitas besar.

Kontruski telaga itu di beberapa sisi kelilingnya dipasang pula instalasi air. Hal ini memiliki tujuan agar airnya bisa dialirkan menuju lingkungan perkebunan pun persawahan warga. Dan meskipun embung ini difungsikan sebagai tadah hujan, namun ia juga digunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan air dari sumber Sumurup yang letaknya berada di Gunung Nglanggeran.

  • Akses Menuju Embung Nglanggeran

Embung Nglenggeran dan view Gunung Api Purba
Embung Nglenggeran dan view Gunung Api Purba (pic.ikanmasteri.com)

Guna menjangkau embung Nglanggeran sebenarnya tak begitu mengalami kesulitan, apalagi bagi mereka yang telah mengetahui akses menuju Gunung Api Purba, pasalnya keberadaan embung berlokasi tepat di sampingnya. Dari arah bukit Patuk, kita ambil jalan yang menuju arah Oro-oro, yaitu tempat yang banyak terdapat pemancar BTS dari beberapa provider selular dan juga stasiun televisi, begitu tiba di gunung api purba, tetap teruskan perjalanan karena tak kurang 1,5 kilometer akan sampai di embung Nglanggeran. Ada banyak tanda petunjuk guna menggapainya.

Untuk mendekati embung Nglanggeran dan bercengkrama di pinggiran danaunya, kita harus mendaki beberapa anak tangga yang berkelak-kelok. Namun hal ini tak akan terasa membuat capek, karena selain jaraknya yang tak terlalu jauh, ada keindahan berupa karst gunung api purba serta view perbukitan seribu yang tetap setia menghibur kita. Hanya saja, meski airnya jernih dan terdapat ikan didalamnya, namun pengunjung tidak diperkenankan memancing, tidak diperbolehkan mandi, dan tidak ada fasilitas wisata manaiki perahu & sampan.

  • Retribusi

Pada tahun 2014 ini, memasuki lokasi wisata embung Nglanggeran kita harus membayar retribusi sebesar Rp 3.000,- namun itu belum termasuk ongkos parkir. Karena untuk biaya parkir, ada harga tersendiri guna membayarnya.

Sunset di Embung Nglanggeran

ecara umum, embung Nglanggeran bisa dinikmati kapan saja, baik pagi, siang, sore pun malam hari. Di pagi hari tentu saja kita akan terhibur pemandangan perbukitan seribnu, sementara di malam hari ada gemerlap bintang pun bulan menerangi. Namun tatkala mengunjunginya pada siang hari, kita harus siap dengan sengatan terik matahari.

Jika keadaan terang dan cerah, waktu yang disarankan untuk menikmati embung Nglanggeran adalah pada sore jelang petang, pasalnya ada golden momen berujud tenggelamnya matahari berlatar pemandangan indah di sana. Pemandangan indah sebagai latarbelakang sunset itu antara lain adalah pegunungan seribu serta berbongkah batu purba yang terpampang di gunung api purba.

Saran Itenerary Wisata Nglanggeran

Seharian di Nglanggeran akan tepat bila dimanfaatkan waktunya secara efektif. Ada saran yang cukup representatif untuk dilaksanakan dalam waktu sehari (atau kalau longgar bisa pula ditambah semalam). Dari sore hingga malam kita bisa tinggal di seputar gunung api purba Nglanggeran, di sana ada tempat untuk berkemah, atau sekiranya tak hendak tidur di dalam tenda tersedia pula homestay yang lokasinya tak jauh dari tempat wisata. Begitu pagi tiba, kita bisa naik dan mendaki gunung api purba dengan tujuan menikmati keindahan alam pagi sambil berolahraga, maka hadiah yang akan kita peroleh di puncak tentu saja adalah ekindahan pagi yang menyajikan berbagai hal menarik. Ada sunris alias matahari terbit, ada pemandangan gunung Merapi, dan masih banyak lagi. Begitu panas mulai menyengat, kita bisa turun dan beristirahat sambil menikmati alam pedesaan.

Sore harinya kita merapat ke lokasi embung Nglanggeran, selain bercengkrama dengan sahabat pun saudara, yang kita tuju adalah juga pemandangan tenggelamnya matahari. Bagaimana? Cukup menarik bukan? [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Embung Nglanggeran ikanmasteri.com Diakses pada 19 Oktober 2014

[2] Gambar View Embung Nglanggeran pic.ikanmasteri.com Diakses pada 19 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

18 COMMENTS

  1. Jauh bgt tempatnya tp tiket masuknya murah meriah ?
    Maaf sebelumnya numpang ngasih info nih, buat yang gamau repot masak waktu mau ngadain pesta/syukuran/resepsi pernikahan tapi tetep pengen nyicip makanan enak?
    kami dari Bu Mentik Catering and Wedding Organizer​ bisa loh menyediakan jasa catering dan paket pesta pernikahan.. makan dari kami dijamin fresh.. lezat.. halal.. dan tentunya tanpa vetsin.. langsung cek situs kami yuk.. http://www.bumentik.com
    Terimakasih.. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here