Inilah Cara Mengendalikan Hama Wereng Menggunakan Pestisida Nabati

2
3199
pixabay.com

Organisme pengganggu tanaman seperti hama, gulma, dan penyebab penyakit tanaman seperti virus, bakteri, dan jamur, adalah organisme yang selalu menganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Organisme-organisme tersebut harus dikendalikan untuk mencegah terjadinya kerusakan tanaman hingga menyebabkan gagal panen.

Hama wereng adalah salah satu hama yang sering menyerang tanaman petani dalam jumlah besar. Serangan hama wereng juga sering mengakibatkan gagal panen yang dialami petani pada satu lingkungan. Lahan petani yang bersebelahan atau dalam satu lingkungan biasanya akan diserang hama wereng secara bersamaan atau bergantian. Banyak petani yang putus asa dan memilih berhenti bertani sementara ketika serangan hama wereng terjadi.

[Baca juga: Mengapa Memilih Pestisida Nabati?]

Segala cara dilakukan oleh petani untuk mengendalikan serangan hama wereng, salah satunya dengan menggunakan pestisida kimia. Serangan wereng dalam jumlah besar berdampak pada penggunaan pestisida kimia dalam jumlah besar juga. Hal ini sangat berbahaya pada tanaman dan lingkungan, karena bahan-bahan kimia tersebut meninggalakan residu pada tanaman dan mencemari lingkungan sekitarnya.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman tidak harus selalu dilakukan dengan menggunakan pestisida kimia, karena alam menyediakan bahan melimpah yang bisa digunakan untuk membuat pestisida nabati. Pestisida nabati adalah pestisida yang dibuat dari bahan yang berasal dari tanaman atau bagian tanaman seperti akar, daun, batang dan buah. Keunggulan pestisida nabati adalah  murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani, aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, serta tidak menyebabkan perubahan sifat hama yang menjadi kebal terhadap pestisida.

[Baca Juga: Mengenal Sistem Pertanian Organik ]

Bagaimana cara membuat pestisida nabati untuk mengendalikan hama wereng?

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • Daun Sirsak 50 lembar

  • Kulit pohon sirsak atau akar pohon sirsak sekitar 40 cm

  • Tembakau 25 gram

  • Abu sisa pembakaran 500 gram (abu harus yang kering)

  • Alkohol 1 sendok makan

Cara Membuat :

  • Bahan-bahan daun sirsak, kulit/akar pohon sirsak, tembakau dan abu dicampur jadi satu. Bahan yang sudah dicampur kemudian disiram air sebanyak 500 ml dan ditumbuk sampai halus.

  • Bahan-bahan yang sudah ditumbuk dimasukan ke dalam wadah, bisa berupa ember atau toples besar. Wadah tersebut ditutup rapat menggunakan kertas, usahakan menggunakan kertas yang tipis atau menggunakan kertas HVS.

  • Simpan wadah yang telah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, lama penyimpanan 1 X 24 jam untuk proses fermentasi secara alami.

  • Setelah melalui proses fermentasi bahan dikeluarkan dari wadah dan disaring untuk memisahkan larutan dengan ampasnya.

  • Sebelum digunakan, larutan yang telah jadi dicampur dengan alkohol sebanyak 1 sendok makan.

Larutan yang sudah jadi siap digunakan untuk menyemprot tanaman, setiap 500 ml larutan dicampur dengan 10 L air bersih. Pembuatan dan penggunaan pestisida nabati disesuaikan dengan kebutuhan dan luas lahan yang terserang hama wereng.

Berbagi dan Diskusi

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here