Inilah Cara Membuat Fungisida Nabati dari Bahan Jahe

3
15739
pixabay.com

Dalam budidaya tanaman, para petani sering kali menghadapi gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Gangguan ini berasal dari serangan hama dan serangga, atau organisme lain pengganggu tanaman. Jamur atau fungi adalah salah satu organisme pengganggu tanaman yang menyerang bagian tanaman, hingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan.

Jamur pengganggu tanaman bisa menyerang hampir semua bagian tanaman, akar, batang, ranting, daun dan buah. Penyebaran jamur pengganggu tanaman bisa melalui udara, air dan serangga yang membawanya. Bagian tanaman yang terserang jamur pengganggu, jika dibiarkan akan menyebabkan kebusukan hingga kematian tanaman. Penanggulangan atau penanganan dengan cepat akan mampu mencegah terjadinya pembusukan.

Penyemprotan dengan menggunakan fungisida adalah salah satu cara mengendalikan serangan jamur pengganggu tanaman. Namun sebagian besar petani selama ini masih menggunakan fungisida dari bahan kimia. Padahal penggunaan bahan-bahan kimia pada tanaman secara terus-menerus membawa dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Selain fungisida kimia, para petani bisa memanfaatkan beberapa jenis tanaman untuk membuat fungisida nabati. Penggunaan fungisida nabati lebih aman terhadap lingkungan dan tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Penggunaan fungisida nabati juga berpengaruh pada produk pertanian yang dihasilkan menjadi lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh tubuh manusia.

Jahe adalah salah satu bahan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk membuat fungisida nabati. Tanaman rempah satu ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minuman atau bumbu penyedap rasa pada masakan. Rimpang jahe juga memiliki banyak manfaat, rasa dan baunya yang khas memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Membuat fungisida nabati menggunakan bahan jahe caranya sangat mudah. Bahan baku yang dibutuhkan adalah rimpang jahe dan gula merah dengan perbandingan yang sama. Alat-alat yang dibutuhkan hanya berupa toples plastik, baskom, pisau, karet dan kertas buram atau kertas yang memiliki pori. Bahan dan alat tersebut dengan mudah bisa kita dapatkan dan banyak tersedia di sekitar kita.

Cara membuat

  • Siapkan bahan jahe dan gula merah dengan perbandingan yang sama atau 1 : 1. Iris jahe dengan pisau menjadi bagian tipis-tipis, kemudian gula merah disisir untuk menjadi lebih halus.

  • Masukan jahe dan gula merah yang telah diiris ke dalam baskom, kemudian campur dan remas kedua bahan tersebut dengan tangan hingga mengeluarkan air.

  • Bahan yang telah diremas bersama dengan airnya kemudian dimasukan semua ke dalam toples plastik, tutup toples menggunakan kertas buram atau kertas berpori dan ikat dengan karet.

  • Simpan toples yang telah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, lama penyimpanan selama 7 hari untuk proses fermentasi secara alami.

  • Setelah 7 hari buka toples dan lakukan penyaringan untuk memisahkan larutan hasil fermentasi dengan ampas jahenya.

Larutan yang telah disaring siap digunakan dicampur dengan air biasa untuk menyemprot tanaman atau bagian tanaman yang terserang jamur penggangu. Perbandingan campuran setiap 1 cc fungisida nabati dicampur dengan 1 liter air bersih.

Berbagi dan Diskusi

3 COMMENTS

  1. […] Selain fungisida kimia, para petani bisa memanfaatkan beberapa jenis tanaman untuk membuat fungisida nabati. Penggunaan fungisida nabati lebih aman terhadap lingkungan dan tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Penggunaan fungisida nabati juga berpengaruh pada produk pertanian yang dihasilkan menjadi lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh tubuh manusia.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here