Koffie Fabriek Aroma Bandoeng; Minoem Koffie Selamanja Enak Dengan Aroma dan Rasa Tinggal Tetep

4
2685
Koffie Fabriek Aroma Bandoeng
Koffie Fabriek Aroma Bandoeng

Menjamurnya kafe atau kedai kopi beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa minuman jenis kopi masih memiliki banyak peminat. Hal ini bisa jadi karena biji kopi yang mengandung senyawa kafein masih sangat dipercaya mampu meningkatkan energi sekaligus menjaga tubuh tetap segar. Dan memang benar adanya, bahwa dalam secangkir kopi terdapat 85 mg kafeina.

Koffie Fabriek Aroma Bandoeng adalah kedai kopi yang terletak di kawasan Pecinan Lama, tepatnya jalan Banceuy no. 51 Bandung, merupakan salah satu tujuan wisata yang unik. Selain membeli kopi, pengunjung memiliki kesempatan mengikuti tur proses pengolahan kopi yang dipandu antusias oleh Widyapratama selaku generasi kedua penerus usaha

Mengenai Tanaman Kopi

  • Fisiologi

Meski kebanyakan tanaman kopi tumbuh subur di berbagai ketinggian, namun ada pula yang bisa diusahakan tumbuh pada dataran rendah sampai menengah. Pada dataran tinggi tersebut dikenal sebagai penghasil jenis kopi arabika, sementara di dataran rendah adalah jenis kopi robusta. Tanaman kopi yang berdaun hijau sepanjang tahun akan berbunga dengan warna putih, selanjutnya bunga ini akan menghasilkan buah mirip ceri yang terbungkus cangkang keras. Ialah yang kemudian disebut biji kopi.

  • Sejarah penemuan dan penyebaran kopi

Biji kopi ditemukan sekitar tahun 800 SM di Afrika, yaitu saat seorang penggembala mengamati kawanan kambing gembalaan yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam usai memakan sejenis buah beri. Sang penggembala pun kemudian mencoba memasak dan memakan jenis buah beri tersebut, yang selanjutnya kebiasaan ini berkembang dan terus menyebar dengan metode penyajian konvensional.

Pada abad ke-13, umat muslim di tanah arab juga banyak yang mengonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi guna menjaga stamina saat beribadah di malam hari. Tidak hanya memasaknya, namun orang-orang Arab ini juga mengambil sari biji kopi. Tahun 1615, biji kopi dibawa masuk daratan Eropa oleh seorang saudagar Venesia, dan lalu bangsa Belanda berhasil membudidayakan tanaman kopi setahun setelahnya. Tahun 1690 biji kopi tersebut juga dibawa ke Pulau Jawa (sebagai bagian dari jajahan Belanda) untuk dikultivasi secara besar-besaran.

  • Jenis Biji Kopi

Secara umum terdapat dua varietas utama pada bijih kopi, yaitu kopi arabika (Caffea arabica), dan kopi robusta (Caffea robusta). Biji kopi arabika memiliki cita rasa terbaik, sedangkan robusta meski dikatakan sebagai kopi kelas dua karena rasanya lebih pahit dan sedikit asam, namun justru memiliki kadar kafeina tinggi.

  • Manfaat kopi

Kopi arabika dengan kadar kafeina rendah memiliki dampak baik jika dikonsumsi oleh mereka yang menderita darah tinggi. Sementara kopi robusta juga bermanfaat sebagai obat diabetes, darah rendah, dan mampu menambah daya ingat. [Lihat selengkapnya tentang efek konsumsi kopi]

Koffie Fabriek Aroma Bandoeng

Tan Houw Sian adalah orang yang mendirikan Koffie Fabriek Aroma di Bandung pada tahun 1930 dan juga pernah bekerja di sebuah pabrik kopi Belanda. Selanjutnya sejak tahun 1971 hingga sekarang perusahaan dijalankan oleh generasi kedua bernama Widyapratama. Koffie Fabriek Aromadalah perusahaan yang menganut prinsip pengolahan kopi tanpa bahan kimia dan pestisida. Salah satunya dengan menggunakan kayu pohon karet sebagai bahan bakar pada proses pemanggangan.

Penyimpanan Kopi

Dengan tujuan untuk meminimalisir kadar asam, kopi arabika disimpan di dalam gudang selama delapan tahun, sedangkan kopi robusta selama lima tahun. Hal ini menjadi salah satu kiat pembeda, yaitu agar kopi tetap aman diminum dalam keadaan perut kosong. Tentu inilah yang menjadi kelebihan dibanding kopi di pasaran yang bisa mengakibatkan perih apabila diminum saat perut kosong, pasalnya usai dipetik langsung diolah sehingga kadar asamnya masih tinggi.

Pengolahan

Koffie Fabriek Aroma Bandoeng
Koffie Fabriek Aroma Bandoeng (puspitadesi.com)

Pada proses pemisahan cangkang ada dua metode umum yang biasa diterapkan, yaitu pengeringan dan penggilingan menggunakan mesin.

Trik yang diterapkan supaya cangkang lebih mudah dilepas, maka pada metode pengeringan biji kopi dijemur hingga tinggal tersisa kadar airnya sebesar 30-35%. Selanjutnya pada metode penggilingan, biji kopi dicuci terlebih dulu sebelum digiling menggunakan mesin. Metode penggilingan memberikan hasil lebih baik karena biji kopi mengalami sedikit proses fermentasi.

Pada proses pemanggangan, apabila dilakukan kala biji kopi semakin mengering, maka akan didapat bobot yang semakin ringan, pori-pori di pernukaan terlihat lebih jelas, dan warna menjadi pekat.

Grinding adalah istilah yang acap digunakan untuk menamakan proses penumbukan, yaitu saat biji kopi ditumbuk halus sehingga menjadi bubuk. Proses yang baik pada penumbukan ini akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang sempurna. Akan lebih terasa nikmat apabila bubuk kopi hasil tumbukan segera dimasukkan ke dalam wadah kedap udara demi mencegah perubahan cita rasa.

Kemasan

Di Koffie Fabriek Aroma yang beroperasi mulai dari pukul 09.00 – 15.00 ini, seperempat kilo arabika dan robusta masing-masing dijual dengan kisaran harga Rp 15 .000,- hingga Rp 20.000,- [uth]

Catatan;

Tulisan “Minoem Koffie Selamanja Enak Dengan Aroma dan Rasa Tinggal Tetep” adalah kutipan dari kalimat yang tertera dalam kemasan. Kalimat selengkapnya adalah: “Maoe minoem Koffie selamanja enak? Aromanja dan rasanja tinggal tetep, kaloe ini koffie soeda di boeka dari kantongnya harep dipindahken di stofles atawa di blik jang tertoetoep rapet. Djangan tinggal di kantong!”

Sumber Rujukan;

[1] Kopi Aroma nl.wikipedia.org Diakses pada 24 Oktober 2014

[2] Gambar Ilustrasi Diambil oleh Desi Puspitasari puspitadesi.com Diakses pada 24 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here