Apa itu Knowledge Management (KM)?

5
5602
Mengenal Knowledge Management
Mengenal Knowledge Management

Pengetahuan kini menjadi salah satu aset penting lembaga atau organisasi. Perubahan ini mengeser kecenderungan utama yang dahulu melihat materi atau modal sebagai aset utama organisasi. Perubahan padaradigma memandang relasi manusia-aktor dan organisasi kian menempatkan manusia sebagai sebuah potensi dalam gerak dan kinerja organisasi. Hal inilah yang menggeser cara pandang tentang pelbagai aspek yang dibutuhkan orang untuk menjadi bagian dan mengembangkan organisasi, termasuk cara pandang terhadap pengetahuan.

[Baca Juga: Fungsi Manajemen dalam Organisasi]

Knowledge management (KM) — dalam bahasa Indonesia disebut manajemen pengetahuan– menjadi salah satu istilah yang berkembang seiring dengan berkembangnya paradigma tentang peran aktor dan pentingnya pengetahuan untuk pengembangan organisasi. Organisasi yang kian memandang penting keberadan pengetahuan akan membutuhkan serangkaian upaya untuk memaksimalkan penciptaan pengetahuan, pengelolaan dan pertukaran yang pada akhirnya mendorong kinerja organisasi secara keseluruhan.

Apa itu Knowledge Management?

Definisi Knowledge managemen tidaklah tunggal. KM dalam makna yang paling pertama disebut Davenport sebagai proses memotret, mendistribusikan dan pemanfaatan pengetahuan secara efektif [1].

Duhon (1998) menyebut KM sebagai sebuah disiplin pengetahuan. KM bertujuan untuk memerkenalkan pendekatan yang terintegerasi guna mengenali, memotret, mengevaluasi, menemukembali dan membagi pelbagai aset pengetahuan sebuah perusahaan atau organisasi. Guna kepentingan tersebut, aset pengetahuan umumnya berupa database, dokumen, kebijakan, prosedur, pelbagai pengetahuan yang sebelumnya tidak teridentifikasi bahkan pengalaman aktor dalam organisasi [2].

Knowledge Management juga dapat dinilai sebagai mekanisme membangun proses belajar dalam organisasi agar setiap aktor dapat melakukan pengambilan keputusan secara tepat. Pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh kapasitas pengetahuan setiap individu. Karena itu, organisasi juga perlu melakukan serangkaian upaya agar kapasitas pengetahuan setiap individu dapat berkembanga. Perkembangan pengetahuan tersebut dapat memaksimalkan pengambilan keputusan individual dan kolektif di tingkat organisasi.

Salah satu tantangan dalam organisasi adalah berlimpahnya informasi yang menjadi sumber rujukan pengetahuan. Tanpa pengorganisasian yang baik, hal ini akan memersulit pencatatan yang membantu semua anggota tim untuk saling belajar dan berkembang. KM salah satunya bertujua untuk mengorganisasi informasi yang diperoleh oleh setiap aktor dalam organisasi untuk menemukan format, bentuk dan metode yang paling tepat dalam mengembangkan diri.

[Baca juga: Teknik SEO Menggunakan Kata Kunci]

KM mencoba menjembatani pengetahuan tacit –ada dalam benak, tidak tertulis meski dipraktikkan– yang dimiliki oleh setiap individu agar menjadi pengetahuan kolektif yang tercatat, terekam dan terdokumentasi dengan baik (pengetahuan eksplisit). Sistem pengetahuan eksplisit akan membantu setiap orang dalam organisasi untuk mencari sumber daya pengetahuan yang dibutuhkan secara sistematis dan mudah guna memerkuat kapasitas dan pengetahuan. Kapasitas tersebut, meski berkembang pada level individu, akan membantu kinerja organisasi.

—————

Sumber rujukan:

[1] Davenport, Thomas H. (1994), Saving IT’s Soul: Human Centered Information Management.  Harvard Business Review,  Maret dan April, 72 (2)pp. 119-131.

[2] Duhon, Bryant (1998), It’s All in our Heads. Inform, September, 12 (8).

[3] Gambar perpustakaan. Pixabay.com, diakses pada 19 Oktober 2014.

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

  1. […] Knowledge management (KM) — dalam bahasa Indonesia disebut manajemen pengetahuan– menjadi salah satu istilah yang berkembang seiring dengan berkembangnya paradigma tentang peran aktor dan pentingnya pengetahuan untuk pengembangan organisasi. Organisasi yang kian memandang penting keberadan pengetahuan akan membutuhkan serangkaian upaya untuk memaksimalkan penciptaan pengetahuan, pengelolaan dan pertukaran yang pada akhirnya mendorong kinerja organisasi secara keseluruhan.  […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here