Watu Amben Pandeyan: Lokasi Menarik untuk Melihat Pemandangan Alam dari Bukit Seribu

16
5727
Watu Amben Pandeyan
Watu Amben Pandeyan

Dewasa ini refreshing telah  menjadi aktivitas yang biasa bagi sebagian orang, dan bahkan juga wajib diagendakan bagi beberapa instansi dan juga perusahaan, baik itu dengan mengadakan kegiatan outing, outbond, family gathering, dan masih banyak lagi. Semuanya tak lain memiliki tujuan agar otak serta tubuh ini bisa fresh sehingga menjadi produktif kembali setelahnya.

Melihat kegiatan yang memiliki prospek ini, maka ada banyak pihak yang menjadikannya sebagai  peluang, dibidik dan lalu dikembangkan. Baik itu pihak pemerintah ataupun pihak swasta. Sehingga bukan satu kemustahilan apabila belakangan ini telah merebak tempat-tempat yang menyediakan fasilitas outing, outbond, ataupun family gathering tersebut. Artinya, dewasa ini telah banyak orang yang memanfaatkan peluang dari semakin butuhnya manusia akan hiburan dan wisata.

Peluang Pariwisata

Pada bidang pariwisata, ada berbagai hal yang bisa dikembangkan, antara lain adalah wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya, wisata religi, dan masih banyak lagi. Melihat peluang pada wisata alam tentunya adalah membidik satu tempat yang berkemungkinan memiliki keindahan lebih sebagai daya tarik orang mau mengunjunginya. Wisata budaya lebih pada mempertunjukkan budaya yang dimiliki dan lalu mengemasnya agar menjadi suguhan sebagai bahan penghibur bagi para penikmatnya. Wisata religi antara lain bisa berupa merawat tempat-tempat ibadah ataupun tempat-tempat yang memiliki sejarah, sehingga orang-orang akan tertarik datang guna berdoa dan juga mengirimkan doa pada orang lain sebagai perwujudan dari ziarah. Wisata kuliner tentu saja adalah menghibur diri melalui cara memanjakan lidah, baik dengan makanan pun minuman.

Wisata Alam Watu Amben

Sebagaimana telah dipaparkan, wisata alam cenderung menggali kekayaan alam yang diberikan oleh-Nya, dan lalu mengemasnya agar orang tertarik berkunjung dan bisa menikmatinya. Sejatinya telah banyak bermunculan wisata alam ini, baik berujud wisata gunung, wisata pantai, wisata danau, dan lain-lain. Sebagai contoh dari wisata alam ini salah satunya adalah wisata alam Watu Amben yang berlokasi di salah satu puncak jajaran bukit seribu, Yogyakarta.

  • Apa itu Watu Amben Pandeyan?

Watu amben Pandeyan, merupakan tiga kata yang masing-masing memiliki arti; watu sebagai batu, amben berdefinisi balai, ranjang, ataupun dipan, sedang Pandeyan bisa didefinisikan sebagai tempat ‘pande besi’ yaitu proses menempa besi dengan proses memanasinya. Namun kali ini bukan itu yang hendak dipaparkan, pasalnya Watu amben Pandean di sini adalah sebuah tempat refreshing di wilayah Yogyakarta, yaitu di perbatasan antara kabupaten Bantul dan kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di salah satu puncak perbukitan Seribu.

  • Akses dan Perjalanan

Dari arah Yogyakarta, untuk mencapai tempat wisata alam bernama Watu Amben Pandeyan ini bisa ditempuh searah dengan bukit bintang (Hargodumilah), yaitu melalui jalan raya Wonosari dan lalu sampai menemukan jalan berkelok-kelok serta menanjak.

Apabila Bukit Bintang Hargodumilah berlokasi di seputar gapura perbatasan kabupaten Bantul dan Gunungkidul, yaitu berupa tempat wisata yang biasa difungsikan untuk menikmati view perbukitan seribu serta lembah yang menghampar dari bawah menuju kota Yogyakarta, maka serupa dengannya, Watu Amben juga merupakan tempat wisata dengan fungsi sama dan juga memiliki jalan yang searah.

Dari bukit Bintang kita terus saja jalan menuju perempatan Patuk – Gunungkidul, perempatan yang apabila kita ambil arah ke kiri adalah jalan menuju Gunung Api Purba serta Embung Nglanggeran, maka kita pilih saja jalan arah ke kanan yang menuju ke daerah Terong, kecamatan Dlingo – Bantul.

Jalan berbukit memang harus kita lalui, sehingga beberapa tanjakan pun turunan juga harus kita tempuh. Terus saja menuju selatan hingga mencapai jarak sekira 1,5km dari perempatan Patuk Gunungkidul, maka akan kita temukan spot Watu Amben Pandeyan yang terdapat di sebelah kanan jalan.

  • Asal Nama Watu Amben Pandeyan

Watu amben adalah bahasa Jawa yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia bisa menjadi; batu balai, maka berdefinisi sebagai sebuah batu yang bi-a-sa dimanfaatkan sebagai balai ataupun ranjang. Yaitu bisa dan biasa digunakan sebagai tempat duduk ataupun tempat berbaring.

Pada definisi ini, memang ada sejarah yang mencatat bahwa keberadaan watu amben sejatinya dahulu sempat digunakan oleh salah satu tokoh kerajaan sebagai tempat beristirahat. Sedangkan Pandeyan merupakan sebuah nama kampung di sekitarnya.

  • Lokasi Geografis dan Daya Tariknya

Watu amben Pandeyan memiliki lokasi yang tak luas, namun bukan pula berarti tempat yang kecil pun sempit, pasalnya di tempat ini masih ada beberapa warung-gubug yang telah berdiri. Di watuamben ini kita bisa menikmati pemandangan berupa hamparan lembah, berundak tebing, serta tanah berbukit, sehingga akan ada kesan tersendiri apabila hendak mendokumentasikannya berupa photo. Ditambah lagi akan bisa pula menikmati sunset pada sore hari sambil menikmati jajanan kampung di warung gubug yang berdiri di tempat ini.

Senada dengan di bukit Bintang, bagi sebagian orang, Watu Amben Pandeyan merupakan tempat wisata yang lebih difungsikan sebagai “spot mampir” melepas lelah, sambil menikmati pemandangan, sehingga bukan merupakan spot utama sebagai tujuan wisata. Artinya tempat ini hanya menjadi pelengkap dari rangkaian wisata di tempat lainnya, apalagi sarana transportasi umum juga masih sangat jarang ditemukan. Akan tetapi tak bisa pula menyepelekan, lantaran bagi yang hobby photography, tempat ini tetap memiliki ‘spot hunting,’ sebagai contoh adalah moment sunset pada sore hari ataupun nuansa malam yang cantik saat langit cerah bersinar bulan dan dihiasi kerlap-kerlip bintang. Bukan itu saja, karena masih ada keindahan di bagian bawah juga, yaitu terhamparnya cahaya lampu dari lembah hingga menuju arah pusat kota Jogja.

Dari keterangan yang ada, tempat wisata Watu Amben Pandeyan ini tetap digarap secara serius, hal ini dibuktikan dengan peresmian yang dilakukan oleh pejabat bupati Bantul.

Jika ditilik dari rute perjalanan, memang kitatelah melewati wilayah Patuk – Gunung Kidul, namun spot watu amben Pandeyan ini masuk wilayah kecamatan Piyungan – Bantul, dimana tak jauh ke arah selatan telah masuk daerah Terong yang merupakan wilayah pemerintahan kecamatan Dlingo – Bantul. [uth]

Sumber Rujukan;

[1] Watu amben Pandeyan ikanmasteri.com Diakses pada 28 Oktober 2014

[2] Gambar ilustrasi pic.ikanmasteri.com Diakses pada 28 Oktober 2014

Berbagi dan Diskusi

16 COMMENTS

  1. […] Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dilahirkan di Surabaya pada 6 Juni 1901, yang dikenal tak hanya sebagai orator ulung, namun juga ketajaman lisan dalam menentang penjajah yang dibarengi kepiawaiannya dalam menulis. Aktif semejak muda membuat dirinya jadi target penangkapan Belanda, salah satunya ketika berusia 28 tahun ia ditangkap di Yogyakarta. […]

  2. […] Gunung Kidul yang pada masa lalu sebatas dikenal dengan makanan berbahan singkong bernama gaplek, kini telah berubah menjadi area yang kaya potensi wisata. Baik itu wisata alam ataupun wisata sejarah. Bahkan karena ditengarai memiliki potensi ilmiah, setiap suudt Gunung Kidul kini juga acap dijadikan tempat penelitian bermacam disiplin ilmu. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here